Bunga telang tidak hanya dikenal sebagai tanaman hias, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat. Hal ini dibuktikan oleh Syifa El Fauziah Agustina, siswi kelas 5A SDN Ketabang I/288 Surabaya, yang mengembangkan budidaya Bunga Telang melalui proyek lingkungan hidup.
Hingga saat ini, ia telah menanam 6.862 biji bunga telang sebagai bagian dari keikutsertaannya dalam Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026.
Mengenal Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026
Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026 merupakan program yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata yang berkelanjutan. Program ini mengajak siswa, keluarga, dan warga sekolah untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Peserta program ini berasal dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs, baik negeri maupun swasta. Mereka didorong untuk menjalankan proyek lingkungan hidup yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Berbagai kegiatan dapat dilakukan, mulai dari budidaya tanaman, pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos. Melalui program ini, para peserta diharapkan dapat membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.
Syifa El Fauziah Agustina dan Budidaya Bunga Telang

Syifa El Fauziah Agustina, siswi kelas 5A SDN Ketabang I/288 Surabaya, pembudidaya Bunga Telang | Foto: (@syifa_didulang_sketsa | Instagram)
Di antara peserta Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026, Syifa El Fauziah Agustina menjadi salah satu siswa yang mengembangkan proyek budidaya bunga telang. Peserta nomor 214 ini berupaya menghijaukan lingkungan tempat tinggalnya sekaligus memanfaatkan hasil tanaman yang dibudidayakan.
Pada tahap awal, Syifa telah menanam 5.188 biji bunga telang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 85 tanaman mati sehingga tersisa 5.103 tanaman yang masih hidup.
Sebagian besar bunga telang tersebut dirawat di sepanjang kampung tempat tinggalnya. Syifa berharap tanaman yang tumbuh dapat membuat lingkungan menjadi lebih hijau dan asri. Ia juga ingin warga sekitar merasakan manfaat dari bunga telang yang dibudidayakannya.
Untuk mendukung proyeknya, Syifa memanfaatkan pot dari galon air mineral bekas sebagai media tanam. Cara ini sekaligus menjadi upaya memanfaatkan kembali barang bekas agar memiliki kegunaan baru.
Budidaya bunga telang yang dijalankan Syifa terus berkembang. Pada tahap IV, ia kembali menanam 270, 540, dan 864 biji bunga telang. Penanaman tambahan tersebut mencapai 1.674 biji.
Dari penanaman itu, sebanyak 270 tanaman telah tumbuh hingga memiliki lima daun, sementara sebagian lainnya masih dalam proses perkecambahan. Dengan demikian, total biji bunga telang yang telah ditanam Syifa mencapai 6.862 biji.
Perjalanan budidayanya juga menghadapi tantangan. Daun-daun muda bunga telang miliknya kerap habis dimakan burung merpati liar yang banyak berkembang biak di lingkungan tempat tinggalnya. Meski begitu, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar Syifa dalam merawat tanaman.
Bunga Telang dan Manfaatnya
Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman yang dikenal dengan warna biru keunguan. Selain digunakan sebagai tanaman hias, bunga telang juga kerap diolah menjadi teh herbal dan berbagai produk makanan.
Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai bahan minuman herbal. Bunga ini juga dapat digunakan untuk membuat puding dan kue bolu, seperti yang dikembangkan Syifa melalui proyek budidayanya.
Bunga telang mengandung antioksidan, termasuk flavonoid, yang berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Meski demikian, sejumlah manfaat kesehatannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.
Melalui budidaya tanaman ini, Syifa menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Selain membantu menghijaukan kampung, proyek ini juga membuka kesempatan untuk mengenal pemanfaatan tanaman dalam kehidupan sehari-hari.


