dari bambu selamatkan petani kknt ipb university kenalkan plant growth promoting rhizobacteria pgpr - News | Good News From Indonesia 2026

Dari Bambu Selamatkan Petani, KKNT IPB University Kenalkan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR)

Dari Bambu Selamatkan Petani, KKNT IPB University Kenalkan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR)
images info

Penyuluhan dan Demonstrasi Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR)


Tumbuh tinggi, tapi kosong isinya. Begitulah nasib sebagian besar padi di Desa Cempaka setiap kali sundep datang menyerang. Inilah fakta yang dihadapi para petani Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, yang menggantungkan hidup pada hasil sawah.

"Penghasilan paling besar masyarakat Desa Cempaka berasal dari pertanian, terlebih padi dan hortikultura," ujar Amroni, Kepala Desa Cempaka.

Namun, nyatanya pertanian tidak selalu berjalan mulus. Para petani di Desa Cempaka kerap dihadapkan dengan persoalan hama dan penyakit seperti sundep atau beluk. Kondisi ini membuat petani kehilangan sebagian penghasilannya akibat menurunnya produktivitas hasil panen.

Para petani juga dihadapkan dengan kenyataan harus merogoh kocek lebih untuk membeli pestisida dan obat-obatan guna mencegah hama penyakit yang dialami. Hal ini membuat petani terus-menerus menghadapi kerugian berulang akibat produktivitas yang tidak maksimal.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKNT IPB University menginisiasi penyuluhan dan demonstrasi pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai solusi potensial dalam menghadapi hama penyakit di Desa Cempaka.

baca juga

Desa Cempaka dikenal memiliki potensi pohon bambu yang melimpah, tetapi masyarakat setempat belum mengetahui cara memanfaatkan potensi tersebut. Melimpahnya bambu di Desa Cempaka, jika dimanfaatkan secara optimal, dapat menyelamatkan pertanian setempat.

PGPR yang merupakan mikroba baik yang dinilai mampu memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, sehingga mendorong produktivitas secara alami. Melimpahnya bahan baku PGPR, yaitu akar bambu, menjadi solusi yang menjanjikan bagi pertanian Desa Cempaka.

Penyuluhan dan Demonstrasi Pembuatan PGPR

Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan PGPR dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 di Saung Tuk Mudal, dengan peserta yang terdiri atas para petani Desa Cempaka. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKNT IPB University berperan langsung sebagai pemateri sekaligus pelaksana demo, mengenalkan kepada masyarakat inovasi penguatan tanaman berbasis bahan alami. Hal ini sejalan dengan tujuan KKNT IPB University dalam mendukung program ketahanan pangan. 

Dengan bermodalkan akar bambu segar, terasi, gula, air cucian beras, serta air kelapa muda, para petani sudah bisa membuat PGPR sendiri. Proses pembuatannya pun tidak rumit dan dapat dilakukan oleh para petani.

Prosesnya dimulai dengan mencari akar bambu segar. Setelah itu, terasi, gula, air cucian beras, serta air kelapa muda direbus hingga mendidih, lalu ditunggu sampai hangat. Setelah hangat, akar bambu dimasukkan dan didiamkan selama satu jam. Pastikan air rebusan tetap steril selama proses pembuatan berlangsung.

Air rebusan tersebut kemudian disaring dan difermentasi dalam wadah tertutup selama satu hingga dua minggu. Periksa PGPR secara berkala setiap dua atau tiga hari sekali untuk memastikan fermentasi berjalan sempurna.

baca juga

Tanda PGPR berhasil dapat dilihat dari aromanya yang manis seperti tape, warnanya cokelat kekuningan, dan tingkat keasamannya yang tidak terlalu tinggi.

Setelah jadi, PGPR dapat langsung dimanfaatkan dengan cara merendam benih dalam larutan PGPR sebelum ditanam, atau mengocorkannya langsung ke tanah di sekitar akar tanaman. Cara ini terbukti mampu menguatkan tanaman dari hama dan penyakit karena adanya peningkatan aktivitas mikroba.

Selama kegiatan berlangsung, para petani sangat antusias. Para petani aktif berdiskusi secara bertanya mengenai permasalahan pertanian yang mereka hadapi, serta bagaimana cara penanganannya.

Diskusi dua arah ini membuat kegiatan tidak hanya berjalan sebagai penyuluhan satu arah, tetapi juga menjadi ruang berbagi solusi antara mahasiswa dan petani.

Manfaat Jangka Panjang

Dengan adanya PGPR, tanaman pertanian dapat menjadi lebih kuat terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen. Peningkatan hasil panen ini juga diharapkan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan para petani Desa Cempaka.

Selain itu, karena bahan yang digunakan sudah tersedia dan bahkan melimpah, petani tidak perlu mengeluarkan biaya lebih, sehingga biaya produksi yang dikeluarkan pun menjadi lebih rendah. Dengan demikian, keuntungan yang diterima petani akan meningkat.

Penggunaan bahan organik juga tidak memiliki dampak negatif bagi lingkungan maupun kualitas lahan. Sebaliknya, penggunaan PGPR dapat meningkatkan aktivitas mikroba tanah secara berkelanjutan, sehingga tanah menjadi lebih gembur, subur, dan kaya nutrisi secara alami dari waktu ke waktu.

baca juga

Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian petani, karena PGPR dibuat sendiri dari bahan lokal. Hal ini diharapkan menjadi batu loncatan menuju kemandirian dan ketahanan pangan desa yang berdampak jangka panjang.

Melalui inovasi sederhana berbasis kearifan lokal ini, mahasiswa KKN-T IPB University berharap masyarakat Desa Cempaka dapat terus memanfaatkan potensi alam di sekitar mereka secara berkelanjutan.

Sundep dan hama penyakit lain yang selama ini menjadi momok petani kini perlahan dapat diatasi, bukan dengan bahan kimia yang mahal, melainkan dengan apa yang sudah tumbuh subur di sekeliling desa mereka sendiri.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.