Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovatif (KKNT-I) IPB University menghadirkan inovasi Garden Tower bagi masyarakat Desa Tambaksari, Kabupaten Karawang. Inovasi media tanam vertikal ini disosialisasikan sebagai solusi efektif untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang terbatas agar tetap produktif, Sabtu (01/08)
Masyarakat Desa Tambaksari tergolong aktif dalam menjaga kemandirian pangan dengan menanam tanaman produksi sendiri. Namun, luas pekarangan rumah beragam mulai dari yang kecil sampai yang besar.
Inovasi Garden Tower merupakan media tanam bertingkat berbentuk menara yang dirancang untuk menampung tanaman konsumsi, seperti sayuran dan buah-buahan, di sekeliling dinding serta bagian atasnya. Ukurannya yang kecil dapat membantu kemandirian pangan masyarakat yang memiliki pekarangan sempit.
"Instalasi Garden Tower awalnya diperkenalkan langsung di Departemen Arsitektur Lanskap IPB University. Namun, masyarakat juga didorong untuk membuatnya sendiri di rumah karena bahan-bahannya mudah didapat dan jauh lebih hemat biaya," ucap Penanggung Jawab Program Kerja Garden Tower.
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Garden Tower terbilang sederhana, yaitu terpal berukuran tinggi satu meter dengan diameter 38 sentimeter, tali rapia, pipa elastis sebagai pembentuk bagian dasar, serta pipa paralon berlubang yang berfungsi sebagai saluran aliran air di bagian tengah.
Proses pembuatannya dimulai dengan memotong bagian bawah terpal dan menggunting terpal lain hingga berbentuk lingkaran. Kedua bagian terpal tersebut kemudian dijahit bersama pipa elastis yang telah dibentuk melingkar menggunakan tali rapia.
Setelah struktur dasar siap, pipa paralon berlubang ditempatkan tepat di tengah menara. Langkah berikutnya adalah memasukkan media tanam berupa campuran sekam terdekomposisi, tanah, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Sebagai penutup, bagian samping terpal dilubangi untuk tempat menanam bibit.
Dalam pembuatan Garden Tower, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Penanggung jawab program kerja Garden Tower menjelaskan bahwa penggunaan bahan bekas juga dapat menjadi alternatif yang lebih mudah ditemukan.
“Alternatif bahan pembuatan Garden Tower dapat menggunakan galon yang ditumpuk, pipa paralon, maupun drum plastik bekas,” ujar penanggung jawab program kerja Garden Tower.
Sementara itu, pemilihan jenis tanaman pada Garden Tower juga perlu disesuaikan dengan posisi tanam.
“Tanaman bagian atas bisa ditanami sayuran atau buah yang cukup besar dan berkayu seperti tomat, cabai, okra, terong. sedangkan bagian samping bisa ditanami sayuran daun seperti bayam, sawi, dan pakcoy. Selain sayuran daun, stroberi juga cocok untuk ditanam pada bagian samping Garden Tower," tambahnya lagi.

Foto kegiatan menanam pada Garden Tower (Sumber: Dokumentasi pribadi)
Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, mahasiswa turut membagikan selebaran (leaflet) yang berisi penjelasan singkat mengenai Garden Tower, mulai dari pengertian dan manfaatnya, bahan-bahan yang diperlukan, tahapan pembuatannya, hingga teknik penanaman dan perawatan tanaman yang tepat.
Pembagian selebaran tersebut bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat. Dengan demikian, materi yang disampaikan selama sosialisasi dapat dipahami dan dipraktikkan kembali secara mandiri di rumah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik menanam bibit okra dan sawi bersama masyarakat. Pada sesi ini, mahasiswa memberikan contoh secara langsung mengenai tahapan penanaman, mulai dari menyiapkan media tanam, membuat lubang tanam, memasukkan bibit, hingga menutup kembali bagian akar dengan media tanam secara hati-hati.
Masyarakat diberikan kesempatan untuk ikut melakukan praktik sehingga tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam menerapkan teknik penanaman pada Garden Tower.
Melalui kegiatan praktik tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa pemanfaatan Garden Tower dapat menjadi salah satu alternatif untuk melakukan kegiatan bercocok tanam pada lahan yang terbatas.
Selain praktik penanaman, mahasiswa juga melakukan demonstrasi mengenai cara pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah eceng gondok yang sebelumnya suda dibuat.
Demonstrasi dilakukan dengan menjelaskan cara penggunaan dan pengenceran POC sebelum diaplikasikan pada tanaman, serta menunjukkan teknik pemberian yang tepat agar nutrisi dapat dimanfaatkan tanaman secara optimal.
Bibit tanaman hortikultura diberikan secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Tambaksari diharapkan mampu membuat dan menerapkan Garden Tower secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing.
Selain itu, inovasi ini diharapkan mampu membantu mencukupi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran harian untuk belanja sayur dan buah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


