Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah memperoleh berbagai informasi, termasuk lokasi usaha. Google Maps menjadi salah satu layanan pemetaan digital yang banyak kami andalkan untuk mencari alamat dan petunjuk arah menuju suatu tempat.
Namun, ketika kami mulai berkeliling Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, kami menyadari satu hal: banyak usaha di desa ini belum terdaftar di Google Maps. Ini yang menyebabkan keberadaannya masih sulit ditemukan oleh masyarakat. Dari situ, kami melihat bahwa pemanfaatan layanan pemetaan digital oleh pelaku usaha desa masih perlu ditingkatkan.
Padahal, di Desa Bojong sendiri, terdapat cukup banyak usaha yang sebenarnya sudah berjalan dan dikenal warga sekitar, mulai dari warung kebutuhan sehari-hari, toko pertanian, hingga usaha kecil lainnya yang menopang perekonomian warga.
Sayangnya, karena belum tercantum di layanan pemetaan digital, usaha-usaha tersebut hanya dikenal secara terbatas oleh warga sekitar dan sulit dijangkau oleh masyarakat dari luar desa, misalnya pembeli atau mitra usaha yang ingin berkunjung, tetapi tidak familiar dengan kondisi jalan di Desa Bojong.
Berawal dari temuan itu, kami mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University Tahun 2026 di Desa Bojong melaksanakan program kerja pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps, sebagai upaya membantu pelaku usaha memiliki identitas lokasi pada layanan pemetaan digital.
Lewat program ini, kami berharap masyarakat semakin mudah menemukan lokasi usaha yang ada di Desa Bojong. Bagi kami, keberadaan informasi usaha pada Google Maps juga penting untuk mendukung penyediaan informasi yang lebih lengkap mengenai alamat dan jam operasional usaha—sekaligus menjadi salah satu langkah kecil kami dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital di tingkat desa.
Selama 9 hari, dari 23—31 Juli 2026, kami mengunjungi langsung setiap pelaku usaha di Desa Bojong satu per satu. Tim menjelaskan tujuan kegiatan dan meminta persetujuan pemilik usaha sebelum melakukan pendaftaran. Data yang dikumpulkan meliputi nama usaha, kategori usaha, alamat lengkap, jam operasional, hingga dokumentasi tempat usaha.
Proses pengambilan data ini tidak selalu berjalan mulus. Beberapa pemilik usaha awalnya merasa asing dengan istilah "pendaftaran ke Google Maps" dan bertanya-tanya apakah kegiatan ini berbayar atau memiliki maksud tertentu.
Di sinilah kami berupaya menjelaskan secara sederhana bahwa program ini murni bersifat sukarela dan tidak dipungut biaya, semata-mata untuk membantu usaha mereka lebih mudah ditemukan secara daring.
Setelah mendapat penjelasan, hampir seluruh pelaku usaha yang kami temui menyambut baik dan bersedia usahanya didaftarkan.
Salah satu usaha yang turut kami daftarkan adalah Poska IKA Jaya, sebuah usaha yang bergerak di bidang penjualan pupuk pertanian. Usaha ini cukup penting bagi warga Desa Bojong yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, karena menjadi salah satu tempat andalan warga untuk memenuhi kebutuhan pupuk.
Sebelumnya, lokasi usaha ini hanya diketahui dari mulut ke mulut, sehingga warga dari luar desa atau pendatang baru cukup kesulitan menemukannya. Setelah didaftarkan ke Google Maps, kini lokasi usaha pupuk tersebut dapat dicari dan ditemukan hanya dengan beberapa ketukan di layar ponsel.
Selain usaha pupuk, kami juga mendaftarkan lokasi praktik Bidan Elis ke Google Maps. Bagi kami, pendaftaran ini menjadi salah satu hal yang cukup penting untuk diprioritaskan, mengingat akses layanan kesehatan di Desa Bojong masih terbilang jauh dan belum ada satu pun fasilitas kesehatan yang sebelumnya tercantum di Google Maps.
Padahal, praktik bidan menjadi tempat rujukan utama warga untuk berbagai kebutuhan kesehatan sehari-hari, mulai dari pemeriksaan kehamilan hingga konsultasi kesehatan lainnya.
Bidan Elis sendiri menyambut baik pendaftaran lokasi praktiknya ke Google Maps. Ia mengaku berterima kasih dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Dengan tercantumnya lokasi praktik pada Google Maps, warga maupun orang dari luar desa yang ingin berkonsultasi atau memeriksakan kesehatannya kini dapat lebih mudah menemukan lokasi prakteknya hanya melalui ponsel.
Seluruh data yang telah kami kumpulkan kemudian kami gunakan untuk mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps, sehingga informasinya dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat luas.
Kami turut memastikan bahwa titik koordinat, nama usaha, hingga kategori usaha yang dicantumkan sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan, agar informasi yang tersaji nantinya benar-benar akurat dan tidak membingungkan pengguna Google Maps.
Bagi kami, program tersebut memberikan manfaat dua arah baik untuk pelaku usaha maupun masyarakat. Pelaku usaha kini memiliki informasi lokasi yang tercantum pada layanan pemetaan digital, sehingga usahanya lebih mudah ditemukan. Sementara itu, masyarakat dapat mengetahui lokasi usaha, alamat, dan jam operasional melalui Google Maps tanpa harus bertanya-tanya kepada warga sekitar.
Ketersediaan informasi sederhana seperti ini, kami yakini, dapat membantu meningkatkan kemudahan akses terhadap usaha-usaha yang ada di Desa Bojong, sekaligus turut mendukung geliat ekonomi warga secara perlahan.
Hingga akhir pelaksanaan, kami berhasil mendaftarkan sejumlah usaha di Desa Bojong ke Google Maps, dan kini usaha-usaha tersebut sudah memiliki informasi lokasi yang dapat diakses oleh masyarakat.
Kami cukup senang mendengar tanggapan positif dari para pelaku usaha, yang merasa terbantu karena kini informasi lokasi usahanya tersedia secara lebih lengkap.
Beberapa dari mereka bahkan berharap semakin banyak pembeli dari luar desa yang dapat menemukan tempat usahanya berkat kemudahan ini.
Kegiatan tersebut juga menjadi momen bagi kami untuk berbagi pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya memanfaatkan layanan pemetaan digital di era sekarang.
Kami berupaya menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi sederhana seperti Google Maps sebenarnya dapat menjadi salah satu cara murah dan efektif untuk memperluas jangkauan usaha, tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.
Harapan kami ke depan, semakin banyak usaha di Desa Bojong yang memiliki informasi lokasi lengkap, sehingga lebih mudah ditemukan dan diakses oleh masyarakat luas.
Kami percaya, langkah kecil seperti pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps ini dapat menjadi salah satu pijakan awal bagi Desa Bojong untuk terus bertumbuh selaras dengan perkembangan teknologi digital, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi para pelaku usaha di desa untuk dikenal secara lebih luas.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


