8 motif batik betawi jakarta yang cantik dan kaya makna filosofi - News | Good News From Indonesia 2026
2/11

Mengenal 13 Motif Batik Betawi dan Kisah di Balik Setiap Coraknya

Mengenal 13 Motif Batik Betawi dan Kisah di Balik Setiap Coraknya
images info

Mengenal 13 Motif Batik Betawi dan Kisah di Balik Setiap Coraknya © sanggralokaindonesia/Flickr


Sebagai salah satu sentra batik, motif batik Betawi terkenal unik karena corak yang cantik dan ramai. Meski jumlahnya tak sebanyak dulu, batik khas Jakarta masih senantiasa dilestarikan masyarakat hingga kini.

Bagi Kawan yang ingin berburu motif batik Betawi, kawasan batik di Jakarta berkembang di berbagai daerah seperti Tanah Abang, Kebayoran, Karet Tengsin, Bendungan Hilir, Palmerah, Kebayoran Lama, Tebet, dan Mampang Prapatan.

Selain itu, terdapat komunitas atau kampung budaya Betawi yang memiliki ciri khas tersendiri terkait corak, teknik membatik, maupun jenis pewarnaan kain yang dipakai untuk proses pembuatan batik di komunitas tersebut.

Dikenal memiliki motif yang khas dan penuh warna, mari menggali lebih dalam mengenai 13 motif batik Betawi yang kaya akan filosofi di sini!

baca juga

Ciri Khas Motif Batik Betawi

Sebelum menjelajah Jakarta dan berburu koleksi kainnya, mari kenali sejumlah ciri khas motif batik Betawi:

  1. Motif batik Betawi sarat dengan kearifan budaya lokal seperti Melayu, Minang, dan Jawa Tengah pesisir, sekaligus terpengaruh oleh kebudayaan luar, yakni Tionghoa, Belanda, Jepang, dan Timur Tengah.
  2. Batik Betawi didominasi warna-warna cerah dan berani seperti merah, jingga, kuning, biru dan hijau. Warna ini diadopsi dari batik pesisir seperti batik Cirebon, Pekalongan, Banyuwangi, dan Madura.
  3. Karya batik Betawi umumnya mengambil tema kehidupan sehari-hari, kesenian, budaya, senjata, bangunan, adat, hingga norma yang dipegang masyarakat Betawi sejak zaman dahulu.
baca juga

13 Motif Batik Jakarta yang Cantik beserta Artinya

Batik dari Jakarta banyak mengangkat kebudayaan asli Betawi dalam setiap motifnya. Berikut 13 motif batik Betawi yang indah khas percampuran budaya, beserta makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

1. Motif Tumpal Pucuk Rebung

Gambar Motif Batik Betawi Pucuk Rebung, Ini Sejarah dan Maknanya! | Wikimedia Commons @Daderot
info gambar

Gambar Motif Batik Betawi Pucuk Rebung, Ini Sejarah dan Maknanya! | Wikimedia Commons @Daderot


Tumpal menurut KBBI memiliki arti motif batik dengan lukisan tiga setrip yang berjajar (pada sarung dan sebagainya). Motif tumpal pada batik Betawi banyak dijumpai karena pengaruh batik Lasem. Motif tumpal nyaris selalu ada dalam batik Jakarta.

Motif batik ini ini semakin populer karena kerap dipakai oleh None-None Jakarta dan menjadi busana yang digalakkan untuk dikenakan di Jakarta sejak zaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin di tahun 1970-an. Selain itu, perlu diketahui bahwa pemakaian batik di Betawi ini secara konvensi menempatkan tumpal di bagian depan.

Motif tumpal sendiri dalam batik motif Jakarta dianggap sebagai representasi gunung yang suci dan melambangkan kebesaran dan kesuburan (Srihardi, Pratama & Muntazori, 2021). Segitiga menunjukkan makna hubungan antara Yang Mahakuasa, manusia, dan alam. Bentuk geometris segitiga disusun berjajar vertikal di kiri dan kanan atau terkadang berhadapan.

Sementara itu, bentuk segitiga pada batik Betawi juga kerap disebut motif pucuk rebung. Motif ini juga diadaptasi oleh masyarakat Betawi dari Minangkabau. Masyarakat Betawi memaknai motif pucuk rebung pada batik sebagai lambang keseimbangan hidup dan kesakralan.

2. Motif Ondel-Ondel dan Tanjidor

motif batik betawi ondel-ondel khas Jakarta | Laman Batiksantoso.com
info gambar

motif batik betawi ondel-ondel khas Jakarta | Laman Batiksantoso.com


Motif batik Betawi masa modern yang paling populer adalah motif ondel-ondel dan tanjidor. Dua kesenian asli suku Betawi ini dituangkan ke dalam motif batik dengan penggunaan warna yang cerah seperti kuning, biru, hijau, merah, dan jingga.

Ondel-ondel dipercaya sebagai penolak bala dan pengusir makhluk halus bagi suku Betawi zaman dahulu. Sementara tanjidor yang merupakan kesenian Betawi yang melambangkan kerja sama dan kekompakan.

Penelitian Muchlison & Purnama (2025) juga mengungkap hal serupa. Ia menyebut motif batik ondel-ondel menyimbolkan pelindung kampung dan nilai spiritual. Sementara itu, motif tanjidor merupakan representasi hasil akulturasi musik Barat dengan tradisi lokal Jakarta.

3. Motif Salakanagara

Motif Salakanagara merupakan salah satu motif batik Betawi klasik yang terinspirasi dari Gunung Salak di Bogor.

Dilansir dari laman Museum Nusantara, Gunung Salak dipercaya memiliki kekuatan yang dapat menjaga kawasan Batavia. Sementara untuk konsep motifnya terinspirasi dari Kerajaan Pertama Batavia yang didirikan oleh Aki Tirem pada tahun 130 Masehi.

4. Motif Nusa Kelapa

Perpustakaan Digital Budaya Indonesia berbagi bahwa penamaan motif Nusa Kelapa memiliki sejarah unik yang didapatkan dari Peta Ceila yang dibuat pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi, tepatnya pada tahun 1482–1521.

Dari peta inilah pada akhirnya diketahui nama asli Jakarta yaitu Nusa Kelapa, yang kemudian berubah menjadi Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga kini menjadi Jakarta.

Dari segi motif, batik Nusa Kelapa menggambarkan keadaan Jakarta tempo dulu yang masih sangat asri dengan hamparan sawah serta pepohonan yang rimbun.

5. Motif Monumen Nasional atau Monas

13 Motif Batik Betawi, Salah Satunya Motif Monumen Nasional yang Terinspirasi dari Monas | Laman Seracibatikbetawi.wordpress.com
info gambar

13 Motif Batik Betawi, Salah Satunya Motif Monumen Nasional yang Terinspirasi dari Monas | Laman Seracibatikbetawi.wordpress.com


Motif batik Betawi juga kerap menggambarkan bangunan yang ada di Jakarta. Baik berupa bangunan rumah, gedung-gedung pencakar langit, tugu yang menjadi simbol ibu kota (Monas, Pancoran), hingga masjid.

Motif batik Monumen Nasional (Monas) misalnya, dinilai Srihardi, Pratama & Muntazori (2021) menunjukkan kesungguhan para pengrajin batik karena membawa nilai sejarah panjang dan identitas ibu kota Jakarta yang mayoritas diisi oleh suku Betawi.

Warna oranye yang dipakai pada corak batik Monas juga disebut melambangkan petualangan, optimisme, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi.

6. Motif Rasamala

Motif Rasamala menggambarkan keindahan kota Jakarta tempo dulu bernama Sunda Kelapa. Saat Belanda pertama kali datang, Sunda Kelapa dulunya berupa hutan lebat dan banyak ditumbuhi pohon setinggi 40-70 meter yang harum aromanya.

Pohon tersebut adalah rasamala (Altingia excelsa) yang kokoh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda Kelapa. Kayu pohon rasamala dimanfaatkan untuk membangun rumah, jembatan, perahu, serta campuran pengharum. Sementara daunnya yang masih muda dikonsumsi sebagai lalapan.

Tak heran banyaknya pohon menjadi inspirasi untuk menciptakan motif Batik Betawi tempo dulu. Sebagaimana motif-motif batik Betawi yang klasik lainnya, motif batik Betawi rasamala kian jarang ditemukan di pasaran.

7. Motif Bunga Floral

Pengaruh budaya Tionghoa dan Jepang turut memperkaya karya batik di Jakarta. Motif bunga peony atau bunga khas negeri Tirai Bambu dengan warna-warni cantik menggambarkan kehormatan, kekayaan, dan kemakmuran.

Bunga ini menjadi simbol penting dan menjadi bagian yang melebur dengan budaya Betawi dalam batik encim Betawi. Selain peony, bunga sakura khas Jepang juga kerap ditemui dalam motif-motif batik peranakan di kawasan Jakarta.

Sementara itu, motif bunga lokal umumnya memakai corak khas Jakarta, yakni: bunga melati gambir, bunga sirih kuning, nona makan sirih, kembang goyang, tapak dara, bungur, kembang teleng, hingga flamboyan.

8. Motif Sungai Ciliwung

Motif Batik Betawi Sungai Ciliwung, Doa Agar Rezeki Mengalir Lancar | Kebudayaan Kemdikbud
info gambar

Motif Batik Betawi Sungai Ciliwung, Doa Agar Rezeki Mengalir Lancar | Kebudayaan Kemdikbud


Arti batik Jakarta bermotif Sungai Ciliwung menunjukkan makna gagasan kehidupan warga Betawi yang hidup dan beraktivitas sehari-hari di sekitar Sungai Ciliwung.

Tak hanya itu, pada masa lampau, Sungai Ciliwung adalah bagian dari kehidupan. Harapan masyarakat setempat tergambar dalam karya batik, yakni keinginan akan rezeki yang lancar seperti lancarnya air Sungai Ciliwung.

Selain doa agar rezeki mengalir seperti aliran sungai, Perpustakaan Digital Budaya Indonesia juga menambahkan bahwa motif batik Ciliwung membawa makna filosofis agar si pemakai busana mempunyai daya tarik yang kuat.

9. Motif Batik Tari Khas Jakarta

Gambar Batik Betawi Motif Penari Yappong | Ruang-budaya.blogspot.com
info gambar

Gambar Batik Betawi Motif Penari Yappong | Ruang-budaya.blogspot.com


Gambar tari-tarian Betawi adalah motif batik yang masih mudah didapatkan di sentra batik Jakarta. Tari topeng, tari payung Betawi, dan tari Yapong sendiri merupakan kebudayaan khas Jakarta sebagai kegiatan hiburan untuk acara-acara hajatan, misalnya khitanan, festival, atau acara budaya.

Sebut saja motif batik tari topeng. Dikutip dari Srihardi, Pratama & Muntazori (2021), batik bermotif gerakan tari topeng ini menggambarkan ciri khas kebudayaan masyarakat Betawi. Berbeda dengan motif batik Betawi lain yang terkesan meriah, batik tari topeng menggunakan warna hijau yang melambangkan kesejukan dan alam.

10. Motif si Pitung

Batik Betawi Si Pitung, Terinspirasi dari Kisah Pahlawan Betawi | seracibatik.wordpress.com
info gambar

Batik Betawi Si Pitung, Terinspirasi dari Kisah Pahlawan Betawi | seracibatik.wordpress.com


Bicara tentang budaya Betawi, tak lengkap rasanya tanpa menyebut Si Pitung. Si Pitung merupakan tokoh Betawi yang hidup di masa penjajahan Belanda yang jago silat.

Ia dianggap sebagai pahlawan bagi masyarakat Betawi dengan aksinya merampas harta orang-orang kaya untuk dibagikan kepada masyarakat miskin. Sikap heroik dan gerak-geriknya semasa melawan kolonial pun tergambar jelas dalam batik khas Betawi bertema si Pitung.

11. Motif Pengantin Betawi

Seperti namanya, Srihardi, Pratama & Muntazori (2021) menjelaskan bahwa desain motif batik pengantin Betawi menonjolkan corak pakaian adat khas pengantin Jakarta dengan tambahan hiasan pohon kelapa. Warnanya terdiri dari merah, ungu, dan hijau untuk gambar pohon kelapa.

Keserasian corak, komposisi, dan warna dalam motif batik Betawi ini menggambarkan nilai kesatuan. Selain itu, penelitian tersebut juga menyebut bahwa penggunaan warna merah dan ungu dalam corak batik tersebut memberi kesan berani, kuat, dan berwawasan kuat.

12. Motif Burung Hong

Srihardi, Pratama & Muntazori (2021) mengungkapkan bahwa orang-orang suku Betawi terlahir dari hasil perkawinan antara beragam etnis dan kebangsaan di masa lalu.

Dari sini, tak mengherankan jika hasil kebudayaan mereka juga berakulturasi satu sama lain. Seperti yang disinggung Muchlison & Purnama (2025), motif burung hong menjadi salah satu corak batik yang membawa makna historis dan simbolik berupa keragaman budaya Betawi dan cerminan akulturasi budaya lokal, Tionghoa, Arab, hingga Belanda.

Motif burung hong atau phoenix sendiri menyimbolkan harapan baik dan pengaruh budaya Tionghoa pada masyarakat Betawi.

13. Motif Tumbuhan Tapak Liman

Tumbuhan tapak liman mempunyai nama latin Elephantophus scraber LI merupakan tanaman obat yang kerap digunakan untuk mengobati beragam penyakit, misalnya radang hingga luka tergigit ular.

Srihardi, Pratama & Muntazori (2021) menerangkan bahwa motif batik tapak liman menggunakan corak tunggal tanaman tersebut dalam gambarnya bermaksud agar sederhana dan menonjolkan tanaman khas Betawi.

Motif batik Betawi satu ini juga didominasi warna oranye yang memberikan kesan bersemangat, efek kuat, dan hangat serta melambangkan petualangan, sikap optimisme, percaya diri hingga perwujudan kemampuan dalam bersosialisasi.

baca juga

Itulah sekilas 13 motif motif batik Jakarta. Meskipun demikian, masih ada puluhan motif batik khas Betawi yang berkembang di sentra pengrajin Jakarta atau di kampung-kampung budaya Betawi lainnya.

Informasi dalam artikel ini telah diperbaharui pada 27 Juli 2026 pukul 14.06 WIB.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Raras Wenny lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Raras Wenny.

RW
AD
FS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.