Sepuluh tahun lalu, Marlina Chlara Sesa pernah pulang dengan tangan kosong dari seleksi pramugari. Ia dinyatakan tidak lolos karena belum memenuhi sejumlah persyaratan.
Kini, nama perempuan asal Suku Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya itu tercatat dalam sejarah penerbangan Indonesia. Ia resmi menjadi perempuan asli Papua pertama yang mengantongi lisensi Airbus A320 Type Rating dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.
Gagal Jadi Pramugari Malah Lanjut Sekolah Pilot
Perjalanan Marlina untuk mendapatkan lisensi itu jelas tidak mudah, apalagi ia pernah mengalami penolakan.
Setelah menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama di Papua, ia melanjutkan SMA di Yogyakarta. Lulus sekolah, ia sempat mencoba peruntungan sebagai pramugari, namun gagal. Ketimbang menyerah, ia malah coba menantang dirinya sendiri untuk membidik target yang jauh lebih tinggi, yakni menjadi pilot.
Pada 2015, Marlina berangkat ke Filipina untuk menempuh pendidikan penerbang di Asian Institute of Aviation. Di sana ia mengumpulkan tiga lisensi dasar sekaligus, yakni Private Pilot License (PPL), Commercial Pilot License (CPL), dan Instrument Rating (IR), sebagaimana dilaporkan Metrotvnews.com.
Setelah itu, ia masih harus mengejar satu tahap lagi. Berkat hibah dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, Marlina mengikuti pelatihan Multi-Engine Rating (MER) sekaligus menambah jam terbangnya, modal penting sebelum bisa melamar sebagai pilot maskapai komersial.
Empat Bulan di Tangerang
Belum selesai, Marlina kembali melanjutkan perjalanannya dan berjuang pada Januari hingga April 2026. Dengan dukungan dana dari Otonomi Khusus Papua Barat Daya, ia menjalani pelatihan simulator intensif di Global Training Aviation, Tangerang, untuk mengejar sertifikasi Type Rating Airbus A320.
Type Rating adalah kualifikasi tambahan yang wajib dimiliki seorang pilot sebelum diizinkan secara hukum menerbangkan jenis pesawat tertentu.
Kenapa perlu izin terpisah untuk tiap jenis pesawat? Karena setiap tipe pesawat, misalnya Airbus A320 dibanding Boeing 737, punya ukuran, tata letak kokpit, dan sistem teknis yang berbeda. Tanpa penguasaan sistem spesifik itu, seorang pilot berpengalaman sekalipun tidak bisa serta-merta duduk di kursi kemudi pesawat baru.
Setelah melalui pelatihan yang ketat, Marlina akhirnya mengantongi sertifikasi tersebut. Airbus A320 sendiri bukan pesawat sembarangan. Ia termasuk salah satu jenis pesawat berbadan sempit (narrow-body) yang paling banyak dioperasikan maskapai di Indonesia maupun dunia, menjadikan lisensi ini sebagai modal karier yang sangat strategis.
Dengan lisensi Type Rating Airbus A320 di tangan, Marlina kini selangkah lebih dekat untuk terbang bersama maskapai komersial. Ke depan, ia berharap dapat bergabung dengan salah satu maskapai penerbangan nasional dan mengembangkan kariernya sebagai pilot pesawat komersial.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


