tim mining mission gagas program belajar mengelola uang sejak dini melalui permainan kubis - News | Good News From Indonesia 2026

Tim MINING MISSION Gagas Program Belajar Mengelola Uang Sejak Dini melalui Permainan KUBIS

Tim MINING MISSION Gagas Program Belajar Mengelola Uang Sejak Dini melalui Permainan KUBIS
images info

Permainan KUBIS (Kelola uang Bijaksana)


Pertambangan kerap diidentikan dengan kekayaan: industri yang aktif beroperasi, lapangan pekerjaan yang terbuka lebar, dan uang yang berputar lebih cepat dibanding daerah lain. Namun, di balik kemudahan akses terhadap uang tersebut, muncul pertanyaan yang jarang diajukan: sudahkah anak-anak di sekitar wilayah tambang tahu cara mengelolanya dengan bijaksana?

Pertanyaan itulah yang melandasi Tim MINING MISSION untuk membekali anak-anak sekitar pertambangan dengan keterampilan cerdas finansial. Kemudahan akses mereka terhadap pekrjaan yang memungkinkan anak-anak mendapatkan uang lebih cepat membuat urgensi pengelolaan uang menjadi semakin tinggi, sebab uang yang datang lebih awal tidak serta-merta datsng bersama kebiasaan mengelolanya dengan baik.

Permainan KUBIS (Kelola uang Bijaksana)

Namun, pembkalan ini tidak sekadar diberikan lewat metode ceramah. Untuk mengajarkan literasi finansial, Tim MINING MISSION membungkusnya dalam Misi 2: Ekspresi, tepatnya pada pertemuan bertajuk Ekspresi Finansial. Melalui pertemuan ini, harapannya anak-anak menjadi lebih percaya diri dalam membuat kputusan keuangan yang bijaksana sejak usia dini. Pelatihan keterampilan ini dikemas dalam permainan bernama KUBIS, singkatan dari Kelola Uang dengan Bijaksana.

baca juga

Permainan ini melibatkan uang mainan yang dirancang khusus oleh Tim MINING MISSION, lengkap dengan daftar belanja dan rangkaian cerita yang menyertainya. Selama permainan berlangsung, kelas dibagi menjadi tiga kelompok besar yang masing-masing mendapat jatah uang serta daftar harga belanjaan di setiap kios. Beberapa panitia dan volunteer bertugas menjaga kios dan berperan menjual barang-barang secara fiktif sesuai harga yang telah ditentukan.

Setelah permainan dimulai, master game akan membacakan prediksi kejadian yang mungkin terjadi pada minggu tersebut, misalnya kenaikan harga bahan pokok atau kebutuhan mendadak, lalu membiarkan setiap kelompok berdiskusi dan memilih opsi-opsi yang akan mereka ambil menggunakan uang yang dimiliki.

Diskusi inilah yang menjadi inti pembelajaran: anak-anak dilatih mempertimbangkan mana kebutuhan yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda, sebelum akhirnya memutuskan bersama sebagai satu kelompok. Kemudian di akhir setiap babak, kelompok yang membeli kebutuhan dasar akan mendapat poin tambahan, sementara yang tidak membelinya akan mendapat poin pengurang. 

Anak-anak juga dikenalkan dengan konsep lowongan pekerjaan untuk memperoleh uang tambahan, dengan catatan waktu tersebut tidak bisa dipakai untuk berbelanja, serta konsep menabung yang turut mendapat poin tambahan sesuai kelipatan jumlah yang ditabung. Melalui kombinasi elemen ini, anak-anak secara tidak langsung belajar bahwa mengelola uang bukan sekadar soal berapa banyak yang dimiliki, melainkan bagaimana memprioritaskan penggunaannya di tengah keterbatasan dan ketidakpastian.

baca juga

Selama permainan berlangsung, anak-anak tampak sangat antusias dan saling membantu agar kondisi keuangan kelompok mereka tetap terjaga. Beberapa kelompok bahkan terlihat berdebat kecil sebelum akhirnya sepakat memilih opsi belanja tertentu, sebuah dinamika yang justru menjadi bagian dari proses belajar itu sendiri. M.A, salah satu siswa yang mengikuti kegiatan ini, mengungkapkan kesannya, "Main game ini seru, gak terasa kita udah main selama empat babak. Awalnya mungkin agak pusing, tapi lama-kelamaan aku tahu strategi mengelola uangnya dan jadi tahu uangnya harusnya diapain dulu."

Melalui permainan KUBIS, Tim MINING MISSION berharap anak-anak Rumpin tidak hanya terbiasa mendapatkan uang lebih cepat, tetapi juga tumbuh dengan kebiasaan mengelola uang secara bijaksana sejak dini. Kebiasaan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi pilihan-pilihan hidup ke depan, termasuk saat harus mengambil keputusan besar seputar keuangan di usia yang lebih matang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.