Tim Antawirya dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro menjadi salah satu dari 4 wakil Indonesia yang akan berlaga di Shell Eco-marathon Global Championship 2027 di Qatar. Mereka melenggang ke ajang internasional ini dengan karyanya, rakitan mobil hemat energi.
Sebagai informasi, Kawan GNFI, Shell Eco-marathon (SEM) bukanlah kompetisi baru di dunia otomotif kampus. Ajang yang digelar oleh company kenamaan, Shell, kelas dunia ini menantang tim-tim mahasiswa untuk merancang kendaraan yang mampu menempuh jarak sejauh mungkin dengan energi seminim mungkin. Kali ini, kompetisi bergengsi tersebut akan diadakan di Sirkuit Internasional Lusail, Doha.
Tiket Antawirya ke Global Championship 2027 didapat dari hasil di SEM Qatar 2026, tempat tim tersebut membawa pulang juara 4 kategori Prototype Internal Combustion Engine (ICE) dan juara 2 kategori Prototype Battery Electric (EV).
Di dalam negeri, jejak Antawirya juga tidak kalah moncer. Pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025, tim ini pulang membawa dua gelar juara pertama sekaligus, di kategori Prototype Electric Vehicle dan Prototype Internal Combustion Engine.
Tahun ini, KMHE akan berpindah tuan rumah ke Universitas Jember, dan Antawirya kembali bersiap bersaing.
Berdiri sejak 2013, Antawirya adalah tim riset di bawah naungan Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Sejak awal, mereka fokus menggarap kendaraan hemat energi.

Nama Antawirya sendiri diambil dari salah satu julukan Pangeran Diponegoro, pilihan yang tidak sekadar simbolis. Semangat keberanian, pengabdian, dan perjuangan yang melekat pada nama tersebut dijadikan pijakan tim dalam merancang teknologi kendaraan masa depan yang efisien dan berkelanjutan.
Saat ini, Antawirya sedang mengembangkan dua prototype kendaraan: Rondhan Internal Combustion Engine (ICE) dan Rondhan Electric Vehicle (EV). Angka yang dicatat keduanya di SEM Qatar 2026 cukup mengejutkan.
Rondhan ICE membukukan efisiensi 1.090,18 km per liter bahan bakar, yang mana setara menempuh jarak Jakarta ke Surabaya dan itupun masih bersisa.
Sementara Rondhan EV mencatat 745,29 km per kWh, cukup untuk melaju dari Jakarta hingga Yogyakarta hanya dengan sekali pengisian daya.
Berikut catatan prestasi tim Antawirya dalam beberapa tahun terakhir:
SEM Asia Pacific & Middle East 2024:
3rd Place Urban Internal Combustion Engine
4th Place Prototype Battery Electric
2nd Runner Up Carbon Footprint Reduction
Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2024:
1st Place Urban Gasoline
2nd Place Prototype Battery Electric
SEM Asia Pacific & Middle East 2025:
1st Place Prototype Battery Electric
2nd Place Urban ICE
2nd Runner UP Technical Innovation
Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025:
1st Place Prototype Gasoline ICE
1st Place Prototype Electric Vehicle
SEM Qatar 2026:
2nd Place Prototype ICE
4th Place Prototype EV
Global Championship 2027 Qualifier
Capaian Antawirya yang lolos ke Global Championship 2027 dan menyabet dua gelar juara di KMHE 2025 menjadi bukti nyata bahwa riset mahasiswa Indonesia terus berkembang dan layak menjadi perhatian dunia. Bagaimana menurutmu, Kawan GNFI?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


