topang ekonomi pesisir ntt pohon kelapa jadi urat nadi penghasilan ribuan petani - News | Good News From Indonesia 2026

Topang Ekonomi Pesisir NTT, Pohon Kelapa Jadi Urat Nadi Penghasilan Ribuan Petani

Topang Ekonomi Pesisir NTT, Pohon Kelapa Jadi Urat Nadi Penghasilan Ribuan Petani
images info

Foto oleh Alonso Navarro di Unsplash


Tanaman kelapa (Cocos nucifera) memegang peran vital sebagai komoditas strategis yang menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Dijuluki sebagai pohon kehidupan, seluruh bagian tanaman ini memberikan manfaat bernilai guna tinggi. Masyarakat pesisir mengolah daging buah kelapa menjadi santan, kopra, hingga minyak goreng, sementara tempurung dan sabutnya dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan maupun energi alternatif.

Keberadaan kebun kelapa tersebar luas di berbagai wilayah pesisir pulau, mulai dari Kabupaten Kupang, Flores Timur, Sikka, hingga Ende. Bagi ribuan keluarga di pelosok pulau, panen kelapa bukan hanya rutinitas bercocok tanam, tetap juga tumpuan utama penghasilan harian guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Keunggulan perkebunan daerah ini dipengaruhi oleh ketersediaan varietas lokal berkualitas tinggi. Salah satu varietas lokal unggulan yang paling dikenal adalah kelapa Adonara dari Pulau Adonara, Flores Timur.

Jenis kelapa ini memiliki tingkat produktivitas buah yang tinggi serta ukuran daging buah yang tebal, sehingga menjadi incaran para pengepul bahan baku industri olahan pangan.

 

Dominasi Kelapa Dibanding Komoditas Lain

Gelar kelapa sebagai komoditas tumpuan ekonomi rakyat terbukti kuat secara angka melalui publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data BPS NTT tahun 2025, produksi perkebunan rakyat untuk tanaman kelapa mencatatkan angka mencapai 62,6 ribu ton.

Capaian angka produksi ini menempatkan kelapa sebagai komoditas perkebunan rakyat terbesar nomor satu di NTT.

Jumlah produksi kelapa sukses melampaui hasil panen komoditas unggulan lainnya pada periode yang sama, seperti jambu mete yang mencatatkan angka 52,8 ribu ton, kopi sebesar 30,6 ribu ton, serta kakao di angka 21,2 ribu ton.

Secara historis, Pulau Flores konsisten menjadi sentra penyumbang produksi kelapa terbesar di wilayah Nusa Tenggara Timur. Rekam data BPS mencatat Pulau Flores rutin menyumbang lebih dari separuh total produksi kelapa provinsi.

Pada tahun 2021 misalnya, dari total produksi provinsi sebesar 69.174 ton, Pulau Flores menyumbangkan hasil panen sebanyak 41.478 ton. Wilayah Pulau Timor menyusul di posisi kedua dengan raihan 19.074 ton, diikuti Pulau Sumba sebesar 7.174 ton, dan Pulau Alor sebanyak 1.448 ton.

 

Produktivitas dan Perlindungan Komoditas

Meskipun memegang porsi produksi paling masif, keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat di NTT masih dihadapkan pada tantangan serangan hama dan perubahan iklim.

Angka produksi kelapa di provinsi ini sempat mengalami fluktuasi, di mana catatan data mencatat produksi sebesar 69.116,87 ton pada tahun 2022, lalu bergerak ke angka 64.933,00 ton pada 2023, dan berada di tingkat 64.155,00 ton pada tahun 2024.

Ancaman terbesar bagi produktivitas pohon kelapa lokal dipicu oleh serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Serangan kumbang ini merusak pucuk daun muda sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu dan mematikan pohon muda. Laporan dinas terkait mencatat wilayah Sikka, Ende, dan Kupang menjadi area dengan tingkat serangan hama cukup tinggi.

Untuk melindungi aset ekonomi rakyat ini, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT mengembangkan agens hayati Baculovirus oryctes. Penggunaan virus alami ini bertujuan untuk mengendalikan populasi kumbang tanduk secara ramah lingkungan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.