Klub baru Elkan Baggott pernah muncul di film layar lebar. Adakah Kawan yang pernah menontonnya?
Film yang dimaksud adalah Green Street Hooligans. Dalam film tersebut, setidaknya ada dua klub Liga Inggris yang mendapat panggung utama untuk tampil, yakni Millwall dan West Ham United.
Elkan Baggott yang merupakan bek Timnas Indonesia baru saja bergabung dengan Millwall menjelang dimulainya musim 2026-2027. Pemain berusia 23 tahun itu jadi rekrutan kelima Millwall untuk menyambut musim baru.
Adapun Green Street Hooligans yang dimaksud adalah film bertema suporter sepak bola yang dirilis tahun 2005. Dalam film tersebut banyak tersaji kisah persaingan antara kelompok pendukung Millwall dengan West Ham United.
Suporter Millwall digambarkan sebagai musuh bebuyutan utama dari Green Street Elite (GSE), yang merupakan kelompok suporter West Ham United. Cerita bermula saat seorang mahasiswa Harvard University, Matt Buckner, dikeluarkan dari kampus setelah ditemukan narkoba di kamarnya. Narkoba tersebut sebetulnya adalah milik rekan sekamarnya, Jeremy van Holden.
Dikeluarkan secara tidak adil, Matt kemudian pergi ke London untuk mengunjungi kakak perempuannya. Di sana, Matt bertemu dengan adik ipar kakaknya, Pete Dunham, yang mengenalkannya ke dunia bawah tanah suporter fanatik West Ham United yang dikenal sebagai GSE.
Matt yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang sepak bola, perlahan terseret ke dalam lingkaran pergaulan kelompok suporter. Bahkan, ia terlibat tawuran antarsuporter dan kekerasan jalanan. Nah, Millwall adalah klub yang suporternya menjadi musuh bagi Matt dan rekan-rekannya.
Rivalitas antara Millwall dengan West Ham United sebetulnya tak cuma ada di film. Di dunia nyata pun demikian adanya. Duel antara kedua tim dikenal dengan sebutan Dockers Derby yang kerap berlangsung panas.
Panasnya persaingan Millwall dengan West Ham United bahkan sudah berlangsung selama seratus tahun. Semua bermula pada tahun 1926 saat ada aksi mogok kerja massal para buruh di London. Saat itu, buruh yang mendukung Millwall tetap bekerja dan tidak ingin ikut mogok, sementara buruh pendukung West Ham bersikeras mogok kerja. Dari sana, pendukung Millwall kemudian dibenci oleh pendukung West Ham United karena dianggap pengkhianat kaum buruh.
Pada musim 2026-2027 ini, Elkan dipastikan bakal merasakan panasnya laga Millwall melawan West Ham United. Ini dikarenakan klubnya bermain satu divisi dengan West Ham United yang terdegradasi dari Premier League pada musim sebelumnya.
Kedatangan Elkan pun disambut gembira oleh manajemen Millwall. Direktur Sepak Bola Millwall, Steve Gallen, bahkan mengaku pihaknya memang sudah memantau sang pemain.
"Dia adalah pemain yang sudah kami pantau beberapa waktu ini, dan kami juga sangat mengikuti perkembangannya, baik itu di Ipswich Town serta saat masa peminjamannya di klub lain di mana dia mendapat pengalaman berharga melawan pemain yang lebih senior dan kuat," ujar Gallen.
Bukan tanpa alasan pula Millwall memilih Elkan untuk didatangkan. Menurut Gallen, pemain berusia 23 tahun yang telah mengoleksi 27 penampilan bersama Timnas Indonesia itu punya kecocokan dengan kebutuhan timnya di lini pertahanan.
"Elkan datang untuk memperkuat opsi pertahanan di area yang sudah jadi kekuatan besar kami pada musim terakhir dan kami yakin dia akan bikin skuad jadi lebih kompetitif dan berkualitas," lanjutnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


