satu satunya di semarang sekolah ini pegang lisensi penghargaan internasional yang diakui dunia - News | Good News From Indonesia 2026

Satu-satunya di Semarang: Sekolah Ini Pegang Lisensi Penghargaan Internasional yang Diakui Dunia

Satu-satunya di Semarang: Sekolah Ini Pegang Lisensi Penghargaan Internasional yang Diakui Dunia
images info

Semarang Multinational School


Semarang Multinational School (SMS) disebut menjadi satu-satunya sekolah di Semarang yang memiliki lisensi resmi untuk menyelenggarakan The Duke of Edinburgh's International Award.

“Semarang Multinational School is the only school in Semarang licensed to offer The Duke of Edinburgh Award,” tulis Semarang Multinational School di laman resminya.

The Duke of Edinburgh's International Award adalah program pengembangan diri bagi anak muda berusia 14–24 tahun yang mendorong peserta mengembangkan keterampilan, kepemimpinan, ketangguhan, dan kepedulian sosial melalui serangkaian tantangan di luar pendidikan formal.

Program ini didirikan pada 1956 oleh Prince Philip, Duke of Edinburgh bersama pendidik Jerman Kurt Hahn dan Lord Hunt. Seiring berkembangnya program ke berbagai negara, namanya berubah menjadi The Duke of Edinburgh's International Award.

Saat ini, program tersebut telah diikuti oleh jutaan anak muda di lebih dari 120 negara dan wilayah, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, The Duke of Edinburgh's International Award disebut sebagai salah satu program pengembangan pemuda terbesar di dunia.

baca juga

Bagaimana Mekanisme The Duke of Edinburgh's International Award?

Program The Duke of Edinburgh's International Award memiliki tiga jenjang penghargaan, yaitu Bronze, Silver, dan Gold. Setiap jenjang memiliki persyaratan yang berbeda, baik dari segi durasi pelaksanaan maupun tingkat tantangan yang harus diselesaikan.

Umumnya, peserta memulai dari tingkat Bronze sebelum melanjutkan ke Silver dan Gold. Akan tetapi, dalam kondisi tertentu dan sesuai batas usia yang ditetapkan, peserta dapat langsung mengikuti jenjang Silver atau Gold tanpa harus menyelesaikan level sebelumnya.

Nah, di Semarang Multinational School, sebagaimana dinukil dari laman resmi sekolah, dalam pelaksanaannya, setiap tingkatan menuntut siswa merancang program, menentukan target, lalu mencatat kemajuannya sendiri.

Para siswa tidak bersaing dengan siapa pun kecuali dirinya sendiri. Sebab, tujuan utamanya adalah membangun rasa percaya diri, daya tahan mental, sekaligus kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.

baca juga

Kurikulum Berlapis dari Usia Dini sampai Jenjang Menengah

Selain program dan penghargaan tersebut, kurikulum yang dianut oleh SMS juga lebih kompleks. Semarang Multinational School tidak memakai satu kurikulum saja, melainkan memadukan beberapa sistem sekaligus sesuai jenjang usia.

Untuk anak usia dini, sekolah ini menerapkan International Early Years Curriculum (IEYC) dari Fieldwork Education, yang dirancang untuk anak usia 2 hingga 5 tahun lebih. Kurikulum ini dibagi dalam dua fase, A dan B, tanpa batas usia yang kaku, karena perkembangan anak usia dini memang tidak berjalan linear.

Memasuki jenjang dasar, siswa mengikuti International Primary Curriculum (IPC) yang memadukan riset ilmu otak dengan praktik kelas. Jenjang ini juga menggunakan Cambridge Primary Curriculum yang berfokus pada mata pelajaran inti meliputi Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains. Kedua kurikulum ini dipadukan agar siswa mendapat pendekatan tematik lintas mata pelajaran sekaligus standar akademik internasional yang terukur.

Ketika masuk jenjang menengah, siswa kelas 9 dan 10 mengikuti Cambridge IGCSE (International General Certificate of Secondary Education), yakni sertifikasi setara ujian akhir menengah yang diakui secara internasional.

Siswa SMS wajib menempuh tujuh mata pelajaran IGCSE, termasuk dua paper Bahasa Inggris, satu bahasa asing pilihan, Global Perspectives, Matematika, Sains, dan satu mata pelajaran humaniora. Kelulusan ini membuka jalan menuju Cambridge International Certificate of Education (ICE), sertifikasi yang menurut sekolah cukup populer digunakan untuk keperluan studi di Amerika Serikat.

baca juga

Sekolah yang Bertahan 42 Tahun sebagai Yayasan Nirlaba

Kawan, dengan berbagai keunggulan sistem pembelajarannya, SMS rupanya telah berusia 44 tahun.

Semarang Multinational School berdiri sejak 1982. Hingga kini, sekolah yang berlokasi di Jalan Jangli No. 37, Jatingaleh, Candisari, Kota Semarang itu masih berstatus yayasan nirlaba. Status ini memungkinkan seluruh biaya yang dibayarkan orang tua murid dialihkan langsung untuk program pendidikan siswa, bukan untuk kepentingan lain.

Pengelolaannya pun tidak konvensional. SMS dijalankan bersama oleh yayasan, dewan sekolah, dan kepala sekolah. Dewan sekolah sendiri beranggotakan tujuh orang yang dipilih oleh para orang tua murid yang menjadi anggota yayasan, dengan masa jabatan dua tahun.

Ada satu syarat khusus yang wajib dipenuhi saat pembentukan dewan sekolah. Setidaknya, satu dari tujuh anggota dewan yang dipilih wajib berkewarganegaraan Indonesia.

Tenaga pengajar di SMS berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan berbagai sistem pendidikan lain, termasuk guru-guru lulusan universitas dari Indonesia. Seluruh staf pengajar mendapat pelatihan berkelanjutan terkait kurikulum internasional yang dipakai sekolah.

Untuk mengukur hasil belajar, SMS menggunakan International Schools' Assessment (ISA), semacam alat ukur khusus bagi sekolah internasional berbahasa pengantar Inggris di kelas 3 sampai 10. Tes ini dirancang khusus, mengingat lebih dari separuh peserta ujian di sekolah internasional biasanya bukan penutur asli Bahasa Inggris.

Nantinya, hasil bisa dibandingkan dengan skor PISA (Programme for International Student Assessment), yakni standar penilaian internasional yang biasa dipakai membandingkan mutu pendidikan antarnegara.

Nah, bagi orang tua yang tengah mencari sekolah internasional di Semarang, Semarang Multinational School mungkin bisa jadi opsi. Kombinasi status nirlaba, tata kelola berbasis orang tua, kurikulum berlapis IEYC-IPC-Cambridge, hingga lisensi tunggal Duke of Edinburgh Award, menjadikan SMS punya posisi yang cukup khas dibanding sekolah internasional lain pada umumnya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.