bedah aiesec values menghidupkan semangat activating leadership sebagai identitas anggota aiesec in semarang - News | Good News From Indonesia 2026

Bedah AIESEC Values: Hidupkan Semangat ‘Activating Leadership’ sebagai Identitas Anggota AIESEC in Semarang

Bedah AIESEC Values: Hidupkan Semangat ‘Activating Leadership’ sebagai Identitas Anggota AIESEC in Semarang
images info

AIESEC in Semarang dalam acara Local Committee Meeting Quarter 1.


Seringkali generasi muda dihadapkan dengan pertanyaan “bagaimana cara memimpin yang paling ideal?” dari pada memikirkan lebih dalam tentang “mengapa seseorang harus menjadi pemimpin?”.

Idealisme dalam kepemimpinan selalu dibahas dan dikaji dengan metode atau framework yang paling cocok untuk diterapkan oleh manusia.

Padahal menurut teori contingency leadership, bahwa sebenarnya tidak satu ada gaya kepemimpinan terbaik melainkan sejatinya harus bergantung pada situasi kerja, kondisi lingkungan, dan kemampuan anggota tim.

Dengan demikian, kepemimpinan yang ideal adalah sosok pemimpin yang mampu adaptif tetapi tetap selaras dengan tujuan kelompok atau organisasi.

Bersama AIESEC in Semarang, generasi muda tidak hanya didorong untuk memiliki sifat kepemimpinan tetapi juga memahami bagaimana kepemimpinan dapat bermakna untuk menjadi bagian dari kehidupan.

baca juga

Mengenal AIESEC Values (SELADA): Activating Leadership

Pentingnya memahami enam nilai dasar dalam AIESEC dalam membentuk kepemimpinan.
info gambar

Pentingnya memahami enam nilai dasar dalam AIESEC dalam membentuk kepemimpinan.


AIESEC Values atau SELADA, singkatan dari enam nilai dasar yang membentuk budaya di dalam AIESEC yakni Striving for Excellence, Enjoying Participation, Living Diversity, Activating Leadership, Demonstrating Integrity, dan Acting Sustainably.

Kali ini Kawan akan diajak untuk mengenal nilai Activating Leadership di mana yang menjadi salah satu nilai membentuk identitas anggota AIESEC in Semarang.

Melalui nilai ini, AIESEC percaya bahwa gaya kepemimpinan yang cukup relevan untuk diterapkan dimanapun adalah dengan memberikan contoh nyata (Lead by Example).

Hal ini dimaknai bahwa seorang pemimpin harus memberikan contoh atau pencerdasan terlebih dahulu terhadap yang perlu dilakukan orang lain sebelum memberi arahan dan tanggung jawab.

Melalui perilaku ini, Kawan bisa belajar dengan Friska Anastasya, seorang team leader dari Outreach and Stakeholder Relations of AIESEC in Semarang.

Friska secara konsisten setiap bulan memberikan edukasi dan praktik langsung kepada team member-nya untuk menjadi bekal. Dengan demikian, seluruh team member dapat melakukan pekerjaan dengan baik.

Outreach and Stakeholder Relations telah melaksanakan Press Release Edu untuk memahami cara membuat artikel yang sesuai dengan guideline dan standar AIESEC.
info gambar

Outreach and Stakeholder Relations telah melaksanakan Press Release Edu untuk memahami cara membuat artikel yang sesuai dengan guideline dan standar AIESEC.


Leadership Begins by Inspiring Others

“The best leaders create more leaders. Leadership isn’t measured by how many people follow you. It’s measured by how many people you inspire to lead” - Pragota (AIESEC in Semarang).

Ketika seseorang dinilai berhasil menjadi pemimpin AIESEC ingin agar kepemimpinan tidak hanya berhenti pada satu orang saja tetapi mampu menginspirasi agar orang lain mampu melakukan hal yang sama.

Meskipun setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda tetapi AIESEC selalu menekankan bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin.

Kesempatan tersebut dapat didapatkan bila Kawan memiliki keyakinan untuk terus belajar untuk memperkaya kemampuan dan kapasitas diri yang mendukung sebagai pemimpin.

baca juga

Belajar menjadi Seorang ‘Ressilience’

Kepemimpinan tidak selalu berbicara mengenai seberapa penting dan besar jabatan yang dimiliki. Siapapun dapat menumbuhkan kepemimpinan dengan berbagai cara atau dampak yang diberikan ke orang lain.

Salah satu hal yang mendukung adalah sifat resilience, kemampuan seseorang untuk bangkit, bertahan, dan beradaptasi ketika dalam situasi yang sulit.

Sifat ini digambarkan dengan ketangguhan dalam menghadapi rintangan dan tantangan yang dianggap sebagai bentuk pembelajaran berharga melainkan sebagai bentuk hambatan.

Local Committee President of AIESEC in Semarang, Valentina Puspa.
info gambar

Local Committee President of AIESEC in Semarang, Valentina Puspa.


“I realized that growth doesn't come from having everything figured out, but from choosing to keep going despite the uncertainty, it all came down to how I managed those challenges,” ujar Valentina Puspa dalam postingan edisi Leaderify.

Mengambil Aksi Nyata bersama Generasi Muda Semarang

AIESEC in Semarang menyadari bahwa pemimpin dapat datang dari langkah kecil yang bermakna. Terkadang kebanyakan orang hingga lupa bagaimana memimpin diri sendiri daripada orang lain, seperti mudah menunda-nunda pekerjaan ataupun melupakan tanggung jawab diri sendiri.

AIESEC in Semarang sepenuhnya mendukung dan terus menginspirasi muda generasi muda Semarang untuk mengambil langkah dalam kepemimpinan baik bagi diri sendiri dan untuk orang lain.

Melalui salah satu program unggulannya, AIESEC Future Leaders hadir untuk memberikan pemahaman kepemimpinan sekaligus skill set yang mendukung untuk final project berbasis SDGs.

Pada 24 Juni 2026, AIESEC Future Leaders Summer Peak 2026 telah sukses digelar bersama 168 generasi muda Semarang. Program ini menawarkan pengalaman belajar dan sekaligus praktik kepemimpinan untuk mempersiapkan generasi muda dalam berorganisasi atau dalam dunia profesional lainnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.