aquatica project aiesec in ugm sukses melakukan konservasi tukik di konservasi penyu pantai pelangi - News | Good News From Indonesia 2026

Aquatica Project AIESEC in UGM Sukses Melakukan Konservasi Tukik di Konservasi Penyu Pantai Pelangi

Aquatica Project AIESEC in UGM Sukses Melakukan Konservasi Tukik di Konservasi Penyu Pantai Pelangi
images info

Konservasi Tukik oleh Volunteers Aquatica di Pantai Pelangi


AIESEC in UGM melalui sukses merealisasikan Aquatica Project, sebuah inisiatif konservasi kelautan yang berbasis pada SDG 14: Life Beyond Water. Salah satu kegiatannya telah terealisasi pada 23 Juli 2026 yaitu pelepasan tukik (anak penyu) di Konservasi Penyu Pantai Pelangi, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen generasi muda lintas negara dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut Indonesia, sekaligus mempertemukan semangat kolaborasi global dengan aksi konkret di tingkat lokal.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 70 peserta yang terdiri dari 14 Exchange Participant dari delapan negara, yaitu Taiwan, Hong Kong, Singapura, India, Turki, Tiongkok, dan Vietnam, 13 Local Volunteer, tim AIESEC in UGM, serta perwakilan UKM Renang Universitas Gadjah Mada. Keberagaman latar belakang peserta ini mencerminkan semangat Aquatica Project sebagai wadah pertukaran budaya sekaligus edukasi lingkungan yang inklusif dan lintas batas.

Aquatica Project merupakan salah satu proyek unggulan AIESEC in UGM di bawah divisi Incoming Global Volunteer (iGV) yang berfokus pada upaya konservasi kelautan melalui berbagai kegiatan yang mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan laut. Proyek ini mempertemukan Exchange Participant dari berbagai negara dengan Local Volunteer untuk berkolaborasi secara langsung dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.

baca juga

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi singkat mengenai penyu laut yang dibawakan oleh Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta (YAKY). Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada siklus hidup penyu, mulai dari proses bertelur, masa pengeraman, hingga perjalanan panjang tukik menuju laut lepas.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi penyu di alam liar, seperti perburuan liar, kerusakan habitat peneluran, pencemaran laut, serta ancaman perubahan iklim yang memengaruhi suhu pasir tempat telur penyu dierami. Sesi edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya menjaga kelestarian satwa laut, khususnya penyu, yang populasinya di berbagai belahan dunia terus mengalami tekanan akibat aktivitas manusia.

Setelah sesi edukasi berakhir, para peserta melanjutkan ke kegiatan puncak, yaitu pelepasan tukik ke laut yang dilakukan secara terpandu sesuai dengan panduan konservasi yang berlaku. Proses pelepasan dilakukan dengan hati-hati oleh peserta di bawah arahan pihak konservasi, untuk memastikan tukik dapat menempuh perjalanan awal mereka menuju laut lepas dengan aman dan minim gangguan.

Momen ini memberikan pengalaman langsung bagi peserta mengenai pentingnya menjaga siklus alami satwa laut tanpa intervensi berlebihan, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap individu, termasuk generasi muda dari berbagai negara, dapat mengambil peran aktif dalam upaya konservasi laut.

Rangkaian kegiatan Aquatica Project ditutup dengan aksi bersih-bersih garis pantai (coastline clean-up) yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan kawasan pantai dari sampah plastik guna menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi biota laut, termasuk penyu yang menjadikan pantai sebagai tempat bertelur.

Sampah plastik yang mencemari garis pantai dan lautan diketahui menjadi salah satu ancaman serius bagi kelangsungan hidup penyu, baik melalui pencemaran sarang telur maupun risiko tertelan atau terjerat oleh satwa laut. Melalui aksi bersih pantai ini, peserta tidak hanya berkontribusi secara fisik, tetapi juga membawa pulang kesadaran nyata mengenai dampak sampah terhadap ekosistem laut.

baca juga

Keberhasilan Aquatica Project tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang turut berkontribusi, baik dalam bentuk fasilitas, edukasi, maupun kolaborasi program. Pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini di antaranya GIK, PLN, Cleo, Sirkel de Koffie, Kaktus Coffee Place, Konservasi Pantai Pelangi, Mangrove Pantai Baros, UKM Renang, Sehat-sehatin, Earth Hour, Office of International Affairs, Konservasi Penyu Pantai Pelangi Yogyakarta, Dinas Pariwisata DIY, dan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Dukungan lintas sektor ini menunjukkan bahwa upaya konservasi laut membutuhkan kolaborasi yang luas, baik dari sektor swasta, pemerintah, akademisi, maupun komunitas lokal.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AZ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.