sate karak - News | Good News From Indonesia 2026

Sate Karak: Harmoni Jeroan Sapi dan Ketan Hitam Legendaris dari Sudut Surabaya 1960-an

Sate Karak: Harmoni Jeroan Sapi dan Ketan Hitam Legendaris dari Sudut Surabaya 1960-an
images info

Sate karak. Gambar: Ilustrasi AI


Menjelajahi sudut Kota Pahlawan saat senja mulai turun, menyisakan ruang bagi petualangan rasa yang tidak biasa. Di tengah riuhnya gemerlap modernitas kota, langkah kaki membawa penulis menuju kawasan Surabaya Utara, tepatnya ke labirin historis bernuansa magis di wilayah religi Sunan Ampel. Bukan untuk berburu rawon atau bebek goreng yang sudah telanjur tenar, melainkan untuk melacak sebuah entitas kuliner purba bernama Sate Karak yang kini merayap di ambang kelangkaan.

Mendengar kata "karak", sebagian besar orang Jawa mungkin akan langsung membayangkan sisa nasi kemarin yang dikeringkan lalu digoreng menjadi kerupuk. Namun, hidangan legendaris dari dekade 1960-an ini mengusung definisi yang sama sekali berbeda dan jauh dari urusan limbah karbohidrat. Kuliner khas Surabaya ini merupakan harmoni tak biasa antara sate jeroan sapi gurih, ketan hitam kenyal, serundeng kelapa, serta taburan bubuk kedelai pedas.

Perburuan penulis berlabuh di mulut Jalan Ampel Lonceng No. 60, tempat berdirinya sebuah lapak legendaris tiga generasi bertajuk Sate Karak Khas Ampel Ibu Elis. Bau asap arang kelapa yang membakar lemak hewani langsung menyergap indra penciuman, berpadu dengan wangi pandan samar-samar yang menguar dari kukusan ketan. Lapak ini rupanya telah memopulerkan sate karak sejak era 1960-an kala masih dijajakan secara keliling menggunakan wadah pikul oleh nenek dari Ibu Elis.

Saat pesanan mendarat di atas meja kayu, mata penulis dimanjakan oleh visual kontras yang sangat estetik. Karbohidrat utamanya bukanlah nasi putih hangat, melainkan gundukan ketan hitam pekat bertekstur pulen yang ditaburi parutan kelapa sangrai alias serundeng gurih berwana cokelat keemasan. Tak ketinggalan, sapuan tipis bubuk koya kedelai pedas ikut menggenapi racikan unik yang menggugah selera ini.

baca juga

Di piring terpisah, berjejer tusukan sate berukuran tebal dan besar yang terbuat dari potongan jeroan sapi, terutama bagian usus dan babat. Jeroan tersebut telah dimasak lama dengan bumbu rempah merah tersembunyi hingga teksturnya menjadi sangat empuk saat digigit. Aromanya pun begitu pekat dan bebas dari bau amis hewani berkat proses perebusan tradisional yang sangat presisi.

Cara terbaik untuk menikmati hidangan baheula ini adalah dengan menyuapkan kombinasi ketan hitam, serundeng, dan potongan sate secara bersamaan. Ketika kunyahan pertama dimulai, usus sapi yang kenyal-lembut langsung menyemburkan sari bumbu kacang manis-gurih yang meresap sempurna. Rasa gurih hewani tersebut diredam secara genius oleh kelembutan ketan hitam yang memiliki semburat manis alami.

Kawan GNFI, kehadiran serundeng kelapa juga memberikan tekstur renyah di sela-sela kunyahan, sementara bubuk kedelai memberikan tendangan rasa hangat di ujung tenggorokan. Tidak ada dominasi rasa yang berlebihan di sini karena semua elemen bumbu gurih, manis, pedas, dan asin saling menggenapi secara harmonis. Keunikan paduan jeroan dan ketan hitam ini bahkan menjadikannya sebagai salah satu karya gastronomi paling langka sekaligus penting dalam peta kuliner tradisional Surabaya.

Menghabiskan seporsi sate karak di tengah riuh rendahnya kawasan Ampel terasa seperti menembus lorong waktu ke masa lalu. Selagi bara api di Jalan Ampel Lonceng masih menyala mengepulkan asapnya, cita rasa magis sate jeroan pendamping ketan hitam ini akan terus hidup menjaga memori kolektif Kota Surabaya. Sebuah petualangan rasa malam hari yang tidak sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga memperkaya batin akan khazanah kuliner Nusantara yang tak ternilai harganya.

baca juga

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.