legenda raja dan burung dendang buto cerita rakyat dari sumatera utara tentang penyesalan seorang ayah - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Raja dan Burung Dendang Buto, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara tentang Penyesalan Seorang Ayah

Legenda Raja dan Burung Dendang Buto, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara tentang Penyesalan Seorang Ayah
images info

Legenda Raja dan Burung Dendang Buto, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara | Magnific AI


Legenda raja dan burung dendang buto adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Legenda ini menceritakan tentang penyesalan seorang ayah yang berbuat semena-mena pada putrinya.

Namun sayang penyesalan itu datang terlambat. Akhirnya penyesalan tersebut hanya bisa meninggalkan rasa bersalah dan mendatangkan hal buruk lainnya.

Bagaimana kisah dari legenda raja dan burung dendang buto tersebut? Simak kisahnya dalam artikel berikut.

Legenda Raja dan Burung Dendang Buto, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara

Dikutip dari buku Bunga Rampai Cerita Rakyat Tapanuli Tengah, alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang raja bersama istrinya yang tengah mengandung. Raja ini memiliki hobi berlayar ke lautan luas.

Jika sedang pergi berlayar, sang raja bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan lamanya. Dia akan meninggalkan sang ratu bersama rakyatnya.

Pada suatu hari, sang raja kembali pergi berlayar. Dengan berat hati dirinya meninggalkan sang istri yang tengah mengandung.

Sebelum berangkat, sang raja menitipkan sebuah pesan pada istrinya. Dia berkata jika kelak anak mereka laki-laki, maka biarkan dia tumbuh dewasa.

Sebaliknya jika anak yang lahir adalah perempuan, maka bunuhlah dia. Nantinya sang istri mesti memasukkan darah anaknya itu ke dalam botol.

baca juga

Setelah meninggalkan pesan itu, sang raja memulai perjalanannya. Sang istri hanya bisa mendengarkan pesan dari suaminya tersebut.

Beberapa waktu berselang, sang istri kemudian melahirkan. Anaknya ternyata adalah seorang bayi perempuan yang cantik.

Sang istri merasa sayang dengan anaknya itu. Namun dia teringat dengan pesan sang raja sebelumnya.

Setelah berpikir keras, sang istri akhirnya menemukan sebuah ide. Dia pun mengumpulkan semua rakyatnya.

Dirinya berkata jika semua orang mesti merahasiakan anak perempuannya ini dari sang raja. Dia pun memotong seekor kucing dan memasukkan darahnya ke botol untuk mengelabui sang raja.

Ternyata kejadian ini disaksikan oleh seekor burung dendang buto. Burung ini bisa berbicara selayaknya manusia.

Selepas kejadian ini, sang istri menyembunyikan Pancodik, nama anak perempuannya tersebut. Setelah itu, dia beraktivitas seperti biasa.

Bertahun-tahun kemudian, akhirnya sang raja kembali dari perjalanannya. Dia pun disambut oleh sang istri di istana kerajaan.

Saat tiba di sana, sang raja menanyakan di mana anak mereka. Sang istri kemudian menjawab jika dia melahirkan seorang anak perempuan.

Sang istri kemudian mengeluarkan botol yang berisi darah dan memberikannya pada suaminya. Saat hendak membuka botol itu, muncul burung dendang buto dan memberitahukan sebuah rahasia pada sang raja.

Burung tersebut berkata jika darah yang ada di dalam botol bukanlah dari anaknya. Alangkah marahnya sang raja karena sudah berani dibohongi oleh istrinya.

Dengan emosi yang memuncak, sang raja meminta istrinya untuk menemui anak perempuannya. Dengan pasrah, sang istri akhirnya mengantarkan suaminya ke tempat persembunyian Pancodik.

baca juga

Di sana Pancodik tengah asik menjahit pakaian. Dia membuat berbagai macam pakaian yang nantinya hendak diberikan pada sang ayah.

Namun harapan Pancodik buyar. Begitu dia bertemu sang ayah, dirinya langsung ditikam begitu saja.

Pancodik pun meninggal dunia dan menemui ajalnya. Sang ratu hanya bisa menangisi kepergian anaknya.

Setelah menghabisi putrinya, sang raja kemudian memeriksa tempat persembunyian itu. Sang raja merasa terkejut karena selama ini putrinya mempersiapkan berbagai macam pakaian untuknya.

Dengan perasaan sedih, sang raja sadar dan menyesali perbuatannya. Akhirnya dia menikam dirinya sendiri dan menghembuskan nafas terakhir di sebelah putrinya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.