Jakarta Running Festival (JRF) kembali hadir pada 2026 ini. Hadirnya JRF merupakan yang kelima kalinya mengingat event akbar bagi pelari ini telah digelar pertama kalinya sejak 2024 lalu.
Selama empat hari penyelenggaraan yakni 22-25 Oktober 2026, JRF dibuka untuk publik. Acara utama yakni lari untuk banyak kategori diadakan di agenda ini mulai dari Junior Dash hingga Half Marathon dan Full Marathon yang biasanya digelar pada akhir pekan.
“Lebarannya para pelari”, itulah JRF di mata para pencinta olahraga lari. Selain bisa meramaikan kegiatan perlombaan, para pelari bisa juga berbelanja atau sekadar cuci mata dengan produk-produk lari dalam dan luar negeri di bazar yang diadakan di kawasan Istora Senayan, Jakarta selama empat hari penyelenggaraan.
World Athletic Label
JRF menggandeng banyak mitra untuk mensukseskan acara lari pada akhir pekan nanti di antaranya Bank Central Asia (BCA) dan minuman isotonik, Hydroplus. Alhasil dua kategori jarak jauh di JRF tahun ini diberi tajuk dari dua sponsor utama tersebut yakni myBCA Half Marathon dan HYDROPLUS Marathon.
Di dua kategori tersebut dalam edisi kali ini menjadi spesial bagi pelari karena JRF telah mendapat World Athletic Label. Untuk Half Marathon sendiri Gold Label yang tersemat membuat label emas dari kategori ini menjadi yang pertama dalam acara lari 21k di Indonesia.
“Pastinya pencapaian Gold Label ini bukan hanya untuk Jakarta Running Festival, tapi ini pencapaian untuk seluruh pelari,” ucap Donny Tjahyadikarta selaku Race Director JRF 2026 dalam konferensi pers di Istora Senayan, Kamis (22/10/2026).

Adanya label Gold Label bukan sekadar untuk gaya-gayaan. Itu artinya penyelenggara telah siap mengedepankan kualitas penyelenggaraan dari mulai mengundang elite runner, jalur yang aman dan nyaman, sampai hiburan untuk memanjakan pelari yang datang ke Jakarta dari berbagai penjuru.
“Jadi dari sisi medic, kemudian antidopping, kemudian timing, rute yang steril, keamanan pelari, water station. Juga dan pastinya kita juga mengundang atlet yang berkualitas untuk berlari di Half Marathon ini. Jadi artinya seluruh pelarih maupun dari elite maupun pemula mereka akan bisa merasakan standar yang sama dengan race dunia. Kalau buat kita sendiri Gold Label ini menjadikan kita mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa tahun depan race-nya ini akan lebih baik lagi. Kita harus jaga. Ini adalah sebuah bukti bahwa Kota Jakarta bisa menjadi sport tourism dunia,” ungkapnya.
Penambahan Water Station
Cuaca kemarau yang berkepanjangan menimpa kota-kota di Indonesia tidak terkecuali Jakarta. Tingginya suhu panas tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelari-pelari yang tampil terutama di kategori Half Marathon dan Full Marathon JRF 2026 nanti.
Namun, para peserta tidak perlu takut akannya tantangan tersebut mengingat JRF telah mengantisipasinya jauh-jauh hari. Penambahan frekuensi pos hidrasi telah diumumkan melalui surel masing-masing peserta.
Misalnya di Half Marathon di mana jarak pos hidrasi tiap 2,5 km pada awal rute dipangkas menjadi 2 km mulai km 12,5 sampai garis finis. Sementara untuk Full Marathon pos hidrasi menjadi 2 km mulai km 20 hingga finis.
Dalam menyediakan pos hidrasi ini JRF berkolaborasi dengan Le Minerale. Yuna Eka Kristina selaku Head of Public Lead Le Minerale mengaku pihaknya siap hadir membantu pelari untuk bisa finishstrong di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang ini.
“Titik water station kami juga bertambah menjadi sekitar 32. Tentunya di perjalanan ini kita juga akan berusaha terus memenuhi kebutuhan supaya teman-teman pelari nanti bisa finish strong di JRF yang akan diadakan Sabtu dan Minggu ini,” ujar Yuna.
Bantuan Medis untuk Pelari
Berlari jarak jauh di kondisi cuaca panas membutuhkan kondisi yang bugar. Para pelari jelas sudah mempersiapkan diri dan mengetahui konsekuensinya berlari di dalam kondisi tersebut. Akan tetapi, terkadang di hari H hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi sehingga para pelari tidak sanggup menuntaskan misinya untuk finis dan terhenti di tengah pelariannya.
Dalam hal ini JRF siap membantu pelari bila mengalami situasi seperti itu. Tenaga medis dari Rumah Sakit Siloam siap hadir bergerak cepat menangani pelari yang membutuhkan uluran tangan, dari mulai menjelang perlombaan sampai sesudahnya.
“Kami sediakan 11 ambulans hanya dari Siloam Hospital saja. Kami ada lebih dari 10 dokter dan perawat. Kami ready. Mulai dari tenda medis utama sampai dengan di area lain,” ucap Dokter Wahyuni dari RS Siloam.
Dr Wahyuni menegaskan pula rekan setimnya siap memberi penanganan cepat di lapangan. Sejumlah alat canggih telah dipersiapkan sehingga hal-hal buruk bisa langsung diatasi dan menghindarkan hal-hal buruk yang bisa menimpa pelari.
“Kita punya ECG, punya AED, ventilator kalau amit-amit runner sampai ada apa-apa. Bahkan untuk equipment kalau misalnya sampai ada heat stroke kita tuh gak manage-nya di rumah sakit, kita akan manage mulai dari race, tepi jalan. Misalnya perlu dirujuk, kita akan rujuk karena rumah sakit kita kebetulan dekat jadi harusnya aman,” ucapnya lagi.
Blok Serasi
Sebelum dan sesudah lari, pelari bisa berbelanja selama gelaran JRF. Terdapat banyak booth dari berbagai produk di mana di antaranya terdapat area booth dari produk lokal yang diberi nama Blok Serasi.
Sejumlah apparel dan komunitas lari menggelar lapaknya di area yang terbagi di tiga tempat ini. Dari mulai sepatu hingga kaos lari dengan desain menarik dijajakan dan menjadi suatu penegasan betapa tingginya hype olahraga kardio ini di Indonesia.

“Tema tahun ini adalah namanya Blok Serasi di mana kita memberikan tantangan untuk para brand itu berkolaborasi. Baik itu brand, komunitas, seniman. Jadi nanti teman-teman bisa lihat tidak hanya kolaborasi dengan brand sports aja, tapi nuansanya bener-bener luas di industri kreatif,” ucap Adystra Bimo selaku salah satu founder LokalHOOD.
Tersedia 49 booth di Blok Serasi ini. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, jumlahnya menjadi bertambah karena ada minat yang besar dari brand-brand daerah untuk meramaikan JRF tahun ini.


“Tahun lalu itu ada sekitar 36. Tahun ini kita bisa menyambut 49 brand ke LokalHOOD di Jakarta. Jadi tidak hanya dari Jakarta aja, tapi bener-bener dari seluruh Indonesia ada yang dari Manado, Makassar, Bandung, Yogya. Jadi kita bener-bener menyambut kreativitasnya brand LokalHOOD,” kata Bimo lagi.


