Stasiun Malang Kotalama adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Fasilitas perkeretaapian ini sudah beroperasi sejak era kolonial Hindia Belanda dan masih difungsikan hingga saat ini.
Terletk di ketinggian +429 meter, stasiun ini memegang peranan penting untuk menghubungkan jaringan transportasi dan mendukung angkutan kawasan Jawa Timur. Stasiun Malang Kotalama dioperasikan oleh Daerah Operasi VIII Surabaya dan KAI Commuter.
Sejarah Stasiun Malang Kotalama
Mengutip dari E-Museum milik Universitas Negeri Malang (UM), sejarah Stasiun Malang Kotalama bermula saat perusahaan Staatsspoorwegen (SS) meresmikan halte pada 5 Januari 1896. Perusahaan ini membuka halte berbarengan dengan peluncuran jalur kereta api Malang-Kepanjen sepanjang 19 kilometer.
Pemerintah kolonial membangun jalur tersebut untuk memperluas jaringan perkeretaapian dari Malang menuju Blitar dan Surabaya. Pada masa itu, kereta api bukan cuma mengangkut penumpang, tapi juga membawa berbagai hasil perkebunan dari daerah pedalaman.
Kereta api lumrah dipakai untuk mengangkut komoditas seperti kopi, tebu, tembakau, beras, dan kelapa menuju Pelabuhan Surabaya. Dari pelabuhan ini, kapal-kapal dagang membawa hasil bumi berharga ini untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa.
Seiring meningkatnya volume angkutan, Staatsspoorwegen mengembangkan fasilitas halte menjadi stasiun yang lebih luas. Pada tahun 1911, pengelola membangun bangunan tambahan karena halte lama tidak lagi mampu menampung lonjakan penumpang.
Melasir unggahan DAOP 8 di @sepur.8 di akun Instagram, stasiun ini memiliki ciri khas dinding dengan lapisan batu alam di bagian bawah. Selain itu, ada jendela besar dengan ornamen garis.
Selayaknya stasiun-stasiun milik SS lainnya, pintunya memiliki bentuk lengkung yang sangat khas. Bangunannya bisa dibilang kecil dan sederhana, tapi terdapat nilai bersejarah di dalamnya.
Stasiun Malang Kotalama memiliki tujuh jalur kereta api. Stasiun ini juga menjadi salah satu titik penting perjalanan kereta api di kawasan Malang.
Uniknya, stasiun ini juga memiliki percabangan rel yang terhubung langsung dengan Depo Pertamina Malang. Jalur ini dipakai untuk mendukung perjalanan kereta api angkutan BBM Pertamina. Artinya, bukan hanya melayani penumpang, Stasiun Malang Kotalama turut menjadi pendukung distribusi logistik.
Dari Halte Sederhana Jadi Cagar Budaya
Pemerintah Kota Malang resmi menetapkan Stasiun Malang Kotalama sebagai cagar budaya pada tahun 2018. Penetapan ini berdasarkan Nomor SK 185.45/360/35.73.112/2018. Selain itu, nama resmi bangunan ini sesuai SK tersebut adalah Bangunan Stasiun Kota Lama.
Kawan GNFI, Stasiun Malang Kotalama hanya berjarak sekitar 2,5 hingga 2,7 km saja dengan Stasiun Malang. Sebagai informasi, Stasiun Malang umumnya dikenal dengan nama Stasiun Malang Kotabaru. Sama halnya dengan Kotalama, Stasiun Malang juga sudah resmi ditetapkan sebagai cagar budaya di tahun 2018 lalu.
Sebagai salah satu simpul penting transportasi kereta api di Kota Malang, rata-rata ada sekitar 500-an penumpang yang naik-turun di stasiun ini, baik untuk kereta lokal maupun antarkota. Mayoritasnya adalah penumpang KA lokal.
Stasiun Malang Kotalama melayani beberapa kereta api, seperti Commuter Line Penataran, Commuter Line Dhoho, Tawang Alun, Gajayana, Brawijaya, Malabar, dan lain sebagainya.


