emang boleh seseru ini yuk intip keseruan hari santri di pesantren yang bikin kangen - News | Good News From Indonesia 2026

Emang Boleh Seseru Ini? Yuk Intip Keseruan Hari Santri di Pesantren yang Bikin Kangen!

Emang Boleh Seseru Ini? Yuk Intip Keseruan Hari Santri di Pesantren yang Bikin Kangen!
images info

Hari Santri di Pesantren | Foto: Instagram @ikbsmagelang


Menjelang akhir Oktober, suasana pesantren biasanya mulai berubah jadi lebih seru dibanding hari-hari biasa. Para santri sibuk latihan untuk lomba yang sudah lama mereka tunggu. Semua persiapan ditekuni demi memeriahkan Hari Santri tiap tanggal 22 Oktober. Tahun 2026 ini rasanya lebih spesial karena pas satu dekade sejak ditetapkan Presiden di Tahun 2015. Apa lagi yang bikin spesial?

Hari Santri, Lebarannya Para Santri

Bukannya alay, tapi bagi sebagian santri hari itu memang terasa sangat spesial. Mereka membuka acara dengan upacara bendera seperti pada umumnya. Bedanya, mereka tambah untuk menyanyikan mars Hari Santri dan membaca ikrar santri.

Kepala pondok pesantren juga pasti memeberikan sambutan terkait perayaan tahunan ini, menceritakan ulang asal-usul terjadinya, menjelaskan bahwa peringatan ini untuk mengenang dan menghormati jasa para ulama serta santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, lalu memberi nasihat kebaikan untuk para anak didiknya.

baca juga

Berbagai kompetisi digelar, mulai dari orasi, pidato 4 bahasa meliputi Inggris, Arab, Indonesia, dan Jawa (biasanya menyesuaikan daerahnya), serta pentas seni. Ada pula ajang unjuk kreativitas seperti lomba komik, poster, kaligrafi, kreasi kostum, sampai lomba masak. Kegiatannya beragam, tetapi sama-sama memberi ruang bagi santri untuk terus berkembang.

Pidato santri di pesantren | Foto: Instagram @ikbsmagelang
info gambar

Pidato santri di pesantren | Foto: Instagram @ikbsmagelang


Resolusi Jihad, Seruan Cinta Tanah Air

Keseruan itu berakar dari peristiwa 22 Oktober 1945. Melansir dari situs resmi Kementerian Agama (kemenag), K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, mengeluarkan Resolusi Jihad saat Belanda mencoba kembali menjajah lewat pasukan Sekutu, dan semangatnya memuncak dalam Pertempuran 10 November 1945, yang kini jadi Hari Pahlawan.

Resolusi berarti keputusan bersama hasil musyawarah ulama. Jihad di sini berarti berjuang sungguh-sungguh membela tanah air, sedangkan bentuknya adalah fatwa, yaitu pendapat hukum dari ulama.

baca juga

Fatwa itu memberi penegasan kalau mempertahankan kemerdekaan hukumnya fardu ain, yakni wajib bagi setiap muslim. Saat itu, jika jarak pertempuran masih dekat, maka wajib turun tangan langsung. Namun, jika jauh, maka boleh membantu saudaranya yang lebih dekat. Artinya, membela negeri menjadi tanggung jawab seluruh umat, tidak hanya tentara.

Hari Santri di Pesantren | Foto: Instagram @IKBSMAGELANG

Bahkan prinsip itu ditegaskan dalam lagu "Ya Lal Wathan" yang berbunyi hubbul wathan minal iman, artinya cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dengan begitu, membela negeri bernilai ibadah.

Logo Anyaman dan Tema Indonesia Emas

Hari Santri tahun ini, Kementerian Agama mengusung tema β€œSantri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Peluncurannya dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta pada Selasa, 22 September 2026.

Logonya berbentuk anyaman dinamis berwarna biru toska dan keemasan. Jalinannya mengambil filosofi sapu lidi, yang berdiri sendiri punya keterbatasan, tetapi kalau terhimpun dalam satu ikatan menjadi kuat.

Logo Hari Santri 2026 | Foto: Kementerian Agama
info gambar

Logo Hari Santri 2026 | Foto: Kementerian Agama


Dua lingkaran yang saling menyimpul melambangkan nilai agama dan kesadaran bernegara. Lingkaran paling atas menjadi simbol cita-cita Indonesia Emas 2045. Warna biru toska melambangkan keterbukaan dan semangat pembaruan, sedangkan keemasan melambangkan cita-cita dan pencapaian.

baca juga

Santri Digital, Melek Teknologi Tanpa Tinggalkan Tradisi

Untuk masa sekarang, jihad santri pastinya bukan mengharuskan melawan sekutu dengan senjata seperti dulu. Menukil dari catatan BAZNAS, saat ini santri perlu berjuang melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan teknologi lewat pendidikan, ekonomi, serta kerja sosial.

Medan juangnya juga pindah ke ruang digital, tempat santri melawan disinformasi. Kemenag mendorong lahirnya santri digital, yakni santri yang melek teknologi tanpa meninggalkan tradisi, aktif membuat konten positif, dan mendigitalkan kitab klasik. Prinsipnya memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.

Kegiatan menulis muhadatsah | Foto: Instagram @ikbsmagelang

Santri digital diharapkan menyebar nilai keislaman yang moderat (wasathiyah) dan membentengi umat dari narasi yang merusak.

Kemenag menyebut logika algoritma yang mengutamakan kecepatan, sensasi, dan viralitas berpotensi menggerus kedalaman spiritual dan adab. Karena itu, santri diminta tidak menolak teknologi, tetapi menggunakannya dengan bijak.

baca juga

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

US
FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.