Padatnya lalu lintas di Jakarta bukanlah hal yang tabu. Itu sudah seperti menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari para warga.
Berdasarkan TomTom Traffic Index 2025, tingkat kemacetannya rata-rata mencapai 59,8 persen, dengan waktu yang terbuang akibat kemacetan pada jam sibuk mencapai 125 jam dalam setahun. Sungguh angka yang fantastis.
Namun, ditengah hiruk-pikuk tersebut, siapa sangka ada pemandangan yang bisa membuat mata sejenak beralih. Bukan lewat gedung pencakar langit, melainkan melalui pohon tabebuya yang bunganya bermekaran di sepanjang Jalan Cikini, Jakarta Pusat.
Deretan pohon yang dihiasi bunga tabebuya berwarna merah muda dan putih sekaligus berpadu dengan hijaunya dedaunan, membuat ruas jalan ini menghadirkan pemandangan yang sekilas mengingkatkan pada suasana musim semi di Jepang.
Jadi, untuk menikmati pemandangan bak negeri Sakura, Kawan tak perlu jauh-jauh terbang ke Jepang.
Berdasarkan informasi dari Berita Jakarta, pohon tabebuya di kawasan tersebut ditanam oleh Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat pada 2019. Dan idealnya, dalam setahun akan berbunga 1 sampai 2 kali di puncak musim kemarau atau menjelang musim hujan.
Pada tahun ini, bunga tabebuya mulai bermekaran dibulan Juli hingga Agustus, kemudian mencapai puncaknya pada September hingga November.
Keberadaanya Membuat Warga Antusias
Keindahan bunga tabebuya rupanya memberi kesan tersendiri bagi warga yang melintas. Sebab saat melihat bunga-bunga tersebut, dapat membuat suasana menjadi lebih tenang dan berharap bisa ditanam lebih banyak.
Selain itu, bunga tabebuya juga menjadi penyegar di tengah padatnya lalu lintas Cikini. Keberadaan bunga tersebut membuat perhatian orang yang melintas sejenak beralih dari ramainya jalanan.
โSetuju diperbanyak sih. Karena kan maksudnya, ya panas juga kan. Terus kalau orang-orang kota kan kerja gitu pada penat, sibuk gitu. Jadi kayak kalau ngelihat pohon, bunga-bunga tuh jadi lebih adem aja rasanya gitu. Ya walaupun tetap sibuk ya, tapi setidaknya mengurangi lah,โ ujar Kholif, seperti mengutip dari detikNews.
Saat bunga tabebuya bermekaran, sebagian daun dan bunganya juga mulai berguguran. Pemandangan tersebut jadi menambah daya tarik Jalan Cikini dan mengundang perhatian orang-orang.
Tak sedikit warga yang sengaja berhenti untuk mengabadikan pemandangan tersebut. Karena mekarnya bunga tabebuya ini sangat cocok untuk diabadikan dan dibagikan ke media sosial.
Ada yang berswafoto, meminta bantuan orang lain untuk mengambil gambar, hingga memotret lanskap jalanan deretan pohon tabebuya. Sejumlah pengendara juga turut mengabadikan momen itu dengan mengambil foto atau merekam video saat melintas.
Fungsi Pohon Tabebuya
Meski dikenal sebagai tanaman hias karena bunganya yang menyerupai sakura, tabebuya ternyata memiliki manfaat lain baik dari bunga maupun batangnya. Hal ini disampaikan oleh Pakar Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Untung Santoso.
Menurutnya, kandungan naphthoquinone yang ada pada bunga tabebuya berpotensi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi bakteri, jamur, serta virus penyebab flu.
Selain itu, batang tabebuya yang bertekstur relatif lunak mudah diolah menjadi berbagai produk, seperti furnitur, pegangan perabot, dan kerajinan kayu. Di beberapa negara, karakteristik ini membuat tabebuya menjadi salah satu pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan produk berbahan kayu ringan.
Meski demikian, batang tabebuya tetap perlu diperiksa lebih teliti sebelum digunakan. Sebab bagian batang pohon ini rentan berlubang akibat serangan serangga atau rayap.
Manfaat tersebut tentunya membuat tabebuya memiliki nilai lebih dari sekadar tanaman yang dapat mempercantik sekaligus menghijaukan perkotaan. Selain di Jakarta, pohon ini juga sudah mulai menghiasi sejumlah kota besar lainnya di Indonesia, seperti Surabaya dan Bandung.


