angkot boleh mulai termakan zaman tapi masih tangguh di medan aksi demonstrasi - News | Good News From Indonesia 2026

Angkot Boleh Mulai Termakan Zaman, tapi Masih Tangguh di Medan Aksi Demonstrasi

Angkot Boleh Mulai Termakan Zaman, tapi Masih Tangguh di Medan Aksi Demonstrasi
images info

Angkot Boleh Mulai Termakan Zaman, tapi Masih Tangguh di Medan Aksi Demonstrasi | Wikimedia Commons/Sulthan Naufal


Angkot menjadi salah satu moda transportasi yang eksis di tengah masyarakat Indonesia sejak lama. Bahkan moda transportasi umum ini bisa dijumpai di beberapa daerah di Indonesia.

Seiring berkembangnya waktu, banyak inovasi moda transportasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat saat ini. Perlahan, keberadaan moda transportasi ini eksistensi angkot mulai terpinggirkan.

Jika dulu angkutan yang identik dengan warna serta nomor rutenya ini berlimpah di jalan raya, kini hanya segelintir saja yang tetap beroperasi sesuai rutenya. Tidak jarang, beberapa angkot justru sudah tidak beroperasi lagi dan hanya terparkir begitu saja.

Walau keberadaan angkot mulai tergerus zaman, bukan berarti moda transportasi ini tidak bisa diandalkan. Buktinya pada aksi demonstrasi "Indonesia Sadar" yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026 lalu, angkot memegang peran sentral.

baca juga

Dengan mesin tuanya, puluhan angkot berhasil menerobos barikade polisi untuk mengantarkan para mahasiswa datang langsung ke Bundaran Hotel Indonesia yang menjadi pusat aksi. Dibalik keberadaan yang mulai terpinggirkan, angkot hadir justru saat dibutuhkan.

Kejayaan Angkot di Masa Lalu

Bicara soal masa lalu, jangan bayangkan periode yang kita bahas sudah berlalu puluhan hingga ratusan tahun silam. Kejayaan angkot masih terasa jika kita kembali memutar waktu 10 hingga 20 tahun lalu saja.

Sebelum pilihan moda angkutan berkembang pesat seperti saat sekarang, seperti transportasi online berbasis motor maupun mobil, angkot menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Harga yang relatif murah serta rute angkutan yang beragam menjadi segelintir alasan mengapa angkot banyak dipilih oleh masyarakat sebagai moda transportasi andalan.

Jika dilihat dari sejarahnya, keberadaan angkot sendiri sudah ada sejak masa Pendudukan Jepang, tepatnya pada 1943. Pada waktu itu, pihak Jepang membentuk dua institusi angkutan berbayar, yakni Jawa Unyu Zigyosha (Kendaraan truk dan gerobak) dan Zidosha Sokyoku (Kendaraan mesin bermotor dan bus).

baca juga

Dari dua institusi inilah nantinya yang menjadi cikal bakal kemunculan angkutan kota atau angkot di Indonesia. Moda transportasi ini kemudian berkembang ke berbagai daerah di Indonesia.

Lain tempat, lain pula penyebutan moda transportasi ini. Beberapa daerah mengenal angkot dengan penyebutan berbeda, seperti bemo atau lyn di Surabaya, taksi di Bengkulu dan Samarinda, serta pete-pete di Makassar.

Tidak hanya sebagai alat transportasi, angkot juga menjadi wadah kreasi para pemiliknya. Di Padang misalnya, angkot-angkot yang beroperasi dulunya menghias diri dengan berbagai macam stiker di setiap sisi mobil yang digunakan.

Tidak cukup di tampilan saja, angkot yang ada di Padang juga menambahkan berbagai macam fasilitas tambahan lainnya, seperti sound system hingga layar televisi di dalamnya. Bahkan keberadaan angkot juga sempat menjadi tren, khususnya di kalangan para pelajar yang memilih untuk menggunakan angkot-angkot "keren" saja.

baca juga

Boleh Terpinggirkan, tapi Bisa Diandalkan saat Dibutuhkan

Walau dulu sempat berjaga dan jadi pilihan, keberadaan angkot mulai terpinggirkan di tengah masyarakat. Banyaknya pilihan moda transportasi yang ada saat sekarang membuat masyarakat memiliki banyak alternatif yang bisa mereka gunakan sesuai dengan kebutuhan.

Namun bukan berarti angkot tidak bisa menunjukkan eksistensinya lagi di tengah masyarakat. Pada saat aksi demonstrasi "Indonesia Sadar", puluhan angkot berhasil menunjukkan tajinya.

Dikutip GNFI dari laman Kompas, 12 bus dan 40 angkot menjadi moda transportasi yang digunakan oleh para mahasiswa untuk berangkat dari Kampus FISIP UI menuju Bundaran Hotel Indonesia. Keberangkatan ribuan peserta aksi ini tidak mudah, sebab barikade polisi sudah terbentuk di akses jalan menuju lokasi aksi demonstrasi.

baca juga

Hanya saja, puluhan angkot yang mengantarkan para mahasiswa ini berhasil menemukan celah dan menerobos barikade polisi untuk masuk ke area Bundaran HI. Disitat GNFI dari laman Wartakotalive, saat pengamanan polisi berfokus di Jalan Sudirman, puluhan angkot ini berhasil menerobos masuk melalui area Mall Sarinah yang berada di seberang gedung Bawaslu RI dan mengantarkan langsung para peserta aksi ke Bundaran HI pada pukul 15.00 WIB.

Walau sudah melewati masa jayanya, angkot membuktikan jika moda transportasi ini tetap bisa diandalkan saat mereka dibutuhkan.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.