Calon siswa SMA Taruna Nusantara sekarang perlu melihat sekolah ini dengan kacamata berbeda.
Sekolah yang telah berdiri sejak 1990 ini tidak lagi identik dengan Lembah Tidar, Magelang. SMA Taruna Nusantara sudah berkembang menjadi enam kampus, dan sejak tahun ajaran 2025/2026 pemerintah kembali menerapkan pendidikan gratis penuh bagi seluruh siswanya.
Sebelumnya, SMA Taruna Nusantara sempat menghentikan kebijakan pendidikan gratis pada 2001 karena persoalan keuangan setelah krisis ekonomi dan perubahan politik 1997.
Kini, lebih dari tiga dekade setelah sekolah itu berdiri, pemerintah kembali membawa konsep pendidikan gratis tersebut di berbagai kampus, mulai dari Magelang, Cimahi, Malang, Pagar Alam, Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga Minahasa di Sulawesi Utara.
Berawal dari Gagasan LB Moerdani pada 1985
Kawan, pendirian SMA Taruna Nusantara tidak terlepas dari peran pada TNI.
Pada 20 Mei 1985, Menteri Pertahanan dan Keamanan saat itu, Jenderal TNI L.B. Moerdani, mencetuskan gagasan mendirikan sekolah yang dapat mendidik pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Gagasan tersebut dicetuskan ketika berada di Pendopo Agung Taman Siswa Yogyakarta.
TNI kemudian bekerja sama dengan Perguruan Taman Siswa. Kerja sama tersebut melahirkan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) yang kemudian mengawasi penyelenggaraan SMA Taruna Nusantara.
Lima tahun berselang, yakni 1990, sekolah tersebut akhirnya berdiri.
SMA Taruna Nusantara diresmikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Try Sutrisno pada tahun tersebut. Kampus pertama berada di Magelang, Jawa Tengah, di atas lahan milik Akademi Militer. Luas awalnya 18,5 hektare.
Kompleks itu sudah mencakup fasilitas akademik, asrama siswa, serta perumahan pamong dan guru.
Enam Tahun Pertama, Belum Ada Siswi
Pada enam tahun pertama, sekolah ini hanya menerima siswa laki-laki. Jumlah siswa pada masa awal itu sekitar 245 orang.
Kebijakan tersebut mengalami perubahan pada 1996. SMA Taruna Nusantara kemudian menerima angkatan putri pertamanya yang berjumlah 70 siswa.
Dengan adanya siswa perempuan, area sekolah kemudian diperluas dari 18,5 hektare menjadi 23 hektare.
Dulu Gratis, Lalu Berhenti Memberi Beasiswa
Pada awal berdiri, LPTTN menawarkan beasiswa penuh kepada pelajar yang diterima.
Sekolah ingin menjaring pelajar terbaik dari berbagai lapisan sosial, bukan hanya mereka yang mampu membayar pendidikan. Akan tetapi, kebijakan tersebut mengalami perubahan pada awal 2000-an.
Krisis ekonomi yang terjadi pada 1997 ikut memengaruhi kondisi keuangan LPTTN. Pada 2001, kebijakan beasiswa penuh dihentikan. Setelah itu, siswa yang mengalami kendala finansial masih dapat memperoleh beasiswa dari individu, perusahaan, maupun pemerintah daerah.
Kebijakan pembiayaan SMA Taruna Nusantara kemudian berkembang.

Presiden Prabowo Subianto resmikan SMA Taruna Nusantara Cimahi pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Dalam pedoman penerimaan siswa 2025, misalnya, terdapat jalur beasiswa, jalur iuran sekolah, dan kontribusi khusus.
Pada jalur iuran sekolah, calon siswa dikenai uang pangkal Rp50 juta, uang komite Rp1 juta, serta iuran sekolah Rp5 juta per bulan. Sementara jalur kontribusi khusus memiliki tambahan Rp125 juta.
SMA Taruna Nusantara Kembali Gratis 100 Persen
Mulai tahun ajaran 2025/2026, pemerintah menerapkan sistem pendidikan 100 persen gratis atau full beasiswa bagi siswa SMA Taruna Nusantara.
Dengan fasilitas tersebut, tentu tidak mudah bisa tembus ke sekolah ini.
Untuk penerimaan 2027/2028, misalnya, calon siswa pada jalur utama harus memiliki nilai rata-rata minimal 85 untuk Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.
Nilai masing-masing mata pelajaran tersebut juga minimal 80 pada setiap semester 1 sampai 4.
Seleksinya juga lebih komprehensif. Calon siswa yang memenuhi syarat mengikuti seleksi akademik secara daring. Mereka yang lolos kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan dan wawancara.
Pada tahap akhir, penilaian mencakup aspek akademik, jasmani, dan psikologi.
Ada pula beberapa capaian yang dapat menjadi nilai tambahan, misalnya, hasil tes IQ minimal 110 dari anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) yang dilakukan maksimal enam bulan sebelum pendaftaran. Sertifikat TOEFL dengan skor minimal 420 juga dapat menjadi nilai tambah. Meskipun, keduanya bukan persyaratan wajib.
Jadi, Apakah SMA Taruna Nusantara Sekolah Militer?
Jawabannya adalah bukan. Istilah “semi-militer” memang sering melekat pada SMA Taruna Nusantara. Namun LPTTN menjelaskan bahwa kurikulum sekolah tersebut bukan kurikulum militer.
SMA TN menggunakan kurikulum pendidikan nasional. Yang membedakannya adalah sistem pendidikan, kehidupan sehari-hari, pembinaan, serta pola pendidikan yang khas.
Lulusan SMA Taruna Nusantara pun tidak diwajibkan masuk TNI atau memilih pendidikan militer.
LPTTN menyebut sebagian besar lulusan melanjutkan pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi nonmiliter. Meski begitu, menurut laman resmi Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara, proporsi lulusan yang memilih jalur militer disebut lebih besar dibandingkan SMA pada umumnya.
Kini SMA Taruna Nusantara Punya Enam Kampus
Saat ini, SMA Nusantara telah mempunyai enam kampus. Enam kampus tersebut adalah:
· Magelang, Jawa Tengah
· Cimahi, Jawa Barat
· Malang, Jawa Timur
· Pagar Alam, Sumatera Selatan
· Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur
· Minahasa/Langowan, Sulawesi Utara.
Pada November 2023, Kementerian Pertahanan melakukan groundbreaking pembangunan SMA Taruna Nusantara di Cimahi dan Malang. Keduanya dirancang sebagai bagian dari konsep SMA Taruna Nusantara Terintegrasi.
Pada 2026, lima kampus baru tersebut disebut pemerintah telah beroperasi dan melengkapi kampus Magelang.
Nah, baru saja Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi pada 30 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi dari Kemhan, kampus ini dibangun di atas lahan seluas 30,2 hektare. Terdapat 30 ruang kelas beserta fasilitas pendukung lainnya. Jumlah peserta didiknya mencapai 677 siswa.
Saat meninjau kampus tersebut, Presiden melihat Ruang AeroNautica serta sejumlah hasil riset siswa, seperti alat pembasmi nyamuk berbasis getaran ultrasonik berdaya hybrid dan smart irrigation system atau sistem irigasi pintar.
Kehadiran kampus baru ini bukan sekadar menambah ruang belajar. Di dalamnya, pendidikan diarahkan untuk membentuk generasi muda yang punya kemampuan akademik, karakter kuat, dan rasa memiliki terhadap bangsanya.


