Pernahkah Kawan berpikir bahwa orang yang diterima magang di perusahaan-perusahaan ternama hanya berasal dari universitas unggulan negara saja? Salah satu faktor mengapa asumsi tersebut muncul adalah karena seringnya terpapar konten pengumuman kelulusan yang penerimanya hanya berasal dari kampus โitu-itu sajaโ.
Akibat kekhawatiran tersebut, banyak calon pendaftar yang sudah menyerah terlebih dahulu sebelum bertempur. Mereka berpikir bahwa sudah tidak ada lagi harapan untuk mendaftar di perusahaan tertentu karena melihat track record dan latar belakang akademik dari para peserta magang sebelumnya.
Apabila Kawan GNFI sampai sekarang masih memiliki pola pikir seperti itu, sudah saatnya untuk membuang jauh-jauh. Diterima atau ditolaknya seseorang ketika mendaftar magang itu berdasarkan kompetensinya.
Membenahi diri untuk menjadi lebih baik merupakan kunci utama di balik kesuksesan seseorang, dibandingkan dengan terus menyalahkan dan menganggap diri sendiri tidak layak mengemban posisi tersebut.
Selain memperbaiki hal di atas, Kawan GNFI juga bisa mencari lebih banyak peluang magang di tempat lain. Intensitas penggunaan media sosial yang kian meninggi, justru dapat mempermudah kalian mendapatkan informasi.
Banyak sekali kesempatan yang bisa ditemui hanya bermodalkan gawai. Salah satunya adalah mengikuti programย outgoing Global Talent (oGTa) yang diselenggarakan oleh AIESEC in UNS.
Ketika Kawan sudah terlanjur patah semangat karena selalu gagal dalam mendaftar magang di dalam negeri, sekarang sudah waktunya untuk kalian membuka mata lebih lebar dengan magang di luar negeri.
Pemuda di Surakarta wajib mengetahui bahwa program ini hadir sebagai jawaban atas segala keluhan yang dialami.
Saat ini, outgoing Global Talent (oGTa) makin dikenal masyarakat setelah menjalin kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Surakarta melalui kegiatan Open Booth di Solo Career Expo(Job Fair). Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 24-25 Juni 2026 berhasil membawakan hasil yang signifikan.
Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk memperluas akses informasi karier internasional bagi para pemuda di Surakarta. Berkat adanya pembukaan booth tersebut, banyak dari peserta yang hadir tertarik dan melek akan peluang magang di industri global.
Mereka dapat mengeksplorasi kesempatan yang ditawarkan oleh AIESEC in UNS sepuas-puasnya.
Selain itu, program ini juga berusaha mengenalkan kepada para mahasiswa baru di Universitas Sugeng Hartono (USH) pada masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
AIESEC in UNS sadar bahwa informasi dan edukasi terkait hal tersebut seharusnya ditanamkan sedari awal mereka masuk kuliah. Tujuannya supaya para mahasiswa baru bisa mempersiapkan masa depannya dengan matang, sebab program ini tidak pernah berhenti untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Surakarta
"Pintunya tidak tertutup. Kita saja yang belum mengetuknya," ujar Ally selaku salah satu pengurus dari outgoing Global Talent (oGTa).
Pernyataan Ally menjadi representasi bahwa sebenarnya kebanyakan pemuda mengurungkan niat untuk mendaftar sebelum akhirnya benar-benar mencoba. Padahal selama ini peluang tersebut telah ada, hanya saja mereka belum banyak yang mengetahuinya.
Ketika mereka sudah mengetahui, langsung banyak yang berbondong-bondong mendaftar ke dalam program ini. Itulah yang diinginkan oleh AIESEC in UNS guna mendukung tenaga kerja di Surakarta.
Organisasi ini berusaha membuka lapangan magang yang sangat luas agar semua pemuda berhak menggapai impiannya.


