gulai masuk 10 besar stew terbaik di dunia versi tasteatlas sajian istana sejak ratusan tahun silam - News | Good News From Indonesia 2026

Gulai Masuk 10 Besar Stew Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas, Sajian Istana sejak Ratusan Tahun Silam

Gulai Masuk 10 Besar Stew Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas, Sajian Istana sejak Ratusan Tahun Silam
images info

Ilustrasi gulai | CHUTTERSNAP/Unsplash


Kawan GNFI ada yang doyan makan gulai? Makanan khas Minangkabau ini masuk dalam daftar olahan rebusan (best stews) terbaik di dunia versi TasteAtlas edisi Oktober 2026.

Panduan kuliner global tersebut menempatkan gulai di jajaran papan atas hidangan berkuah paling sedap di dunia. Cita rasa gurih santan dan rempah menjadi alasan utama kelezatan hidangan ini.

Gulai menjadi satu dari 100 hidangan rebus terbaik versi TasteAtlas dari seluruh dunia. Makanan berkuah kuning kental ini bersanding dengan makanan-makanan terkenal lainnya seperti kare dari Jepang hingga seco de cabrito dari Peru.

Daftar 10 Stew Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas

TasteAtlas merilis daftar 100 hidangan rebusan (stews) terbaik dunia berdasarkan penilaian puluhan ribu pengguna terverifikasi. Dalam daftar tersebut, gulai berhasil menempati posisi ketujuh dengan skor 4,3.

Berikut daftar 10 olahan stew terbaik di dunia versi TasteAtlas beserta skornya:

  1. Seco de cabrito (Peru): 4,4
  2. Phanaeng Curry (Thailand): 4,4
  3. Hรผnkar beฤŸendi (Turki): 4,4
  4. Murgh makhani / Butter Chicken (India): 4,4
  5. Karฤ“ (Jepang): 4,4
  6. Shahi paneer (India): 4,3
  7. Gulai (Indonesia): 4,3
  8. Moqueca Baiana (Brasil): 4,3
  9. Wat (Etiopia): 4,3
  10. Khoresh (Iran): 4,3

Selain gulai, ada juga rendang yang masuk 100 besar. Rendang berada di peringkat ke-11 dengan skor 4,3.

baca juga

Sejarah dan Asal-Usul Gulai di Nusantara

Sejarah gulai konon berkaitan dengan perdagangan rempah maritim di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pedagang India Selatan memperkenalkan teknik kari dan bumbu rempah ke pelabuhan Nusantara.

Masyarakat lokal mengadaptasi pengaruh tersebut dengan bahan khas seperti santan, serai, lengkuas, dan kemiri. Akulturasi ini melahirkan hidangan berkuah kaya rempah nan sedap, yaitu gulai.

Perkembangan gulai tercatat dalam tradisi Melayu sejak abad ke-15 pada masa Kesultanan Malaka. Sastra Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah dan Hikayat Hang Tuah mencatat gulai sebagai sajian istana.

Di Sumatra Barat, masyarakat Minangkabau mengolahnya menjadi masakan kental kaya rempah. William Marsden dalam The History of Sumatra (1811) bahkan mencatat gulei sebagai masakan berkuah mirip kari.

Kawan GNFI, ciri khas gulai terletak pada kuah gurih dan aroma rempah yang kuat. Bumbunya menggunakan kunyit, ketumbar, cabai, lengkuas, jahe, bawang, serai, dan jintan.

Kunyit memberikan warna kuning mencolok yang menjadi ciri khas visual gulai. Namun, ada pula variasi berwarna merah hingga hijau tergantung kombinasi rempah.

Bahan utamanya beragam, mulai dari daging sapi, kambing, ayam, jeroan, ikan, sampai daun singkong. Setiap daerah memiliki keunikan gulai masing-masing sesuai tradisi lokal.

Di Sumatra Barat, kuah gulai cenderung kental dan pedas beraroma pekat. Sementara di Jawa, hidangan ini dikenal sebagai gule dengan kuah lebih encer.

Gulai lumrah disajikan sebagai hidangan utama saat makan sehari-hari. Makanan ini juga biasa ditemui saat acara-acara khusus atau perayaan tradisional. Saat hari Raya Idulfitri, biasanya ada keluarga yang wajib menghidangkan gulai sebagai makanan wajib untuk menyambut hari raya.

Kawan GNFI suka gulai? Gulai apa yang menjadi favorit Kawan?

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.