api biru gunung papandayan fenomena vulkanik yang menarik perhatian - News | Good News From Indonesia 2026

Api Biru Gunung Papandayan, Fenomena Vulkanik yang Menarik Perhatian

Api Biru Gunung Papandayan, Fenomena Vulkanik yang Menarik Perhatian
images info

Api Biru Gunung Papandayan, Fenomena Vulkanik yang Menarik Perhatian | Foto : (bbksda_jabar | Instagram)


Fenomena blue fire atau api biru di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah video yang dibagikan para pendaki memperlihatkan nyala api berwarna biru elektrik dari rekahan kawah. Fenomena ini mengingatkan masyarakat pada api biru di Kawah Ijen yang telah lebih dahulu dikenal luas.

Di balik pemandangannya yang menarik, api biru di Gunung Papandayan merupakan fenomena alam yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik. Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, SSi, MSi, menjelaskan bahwa kemunculan api biru berasal dari pembakaran gas belerang yang keluar melalui rekahan vulkanik.

Mengapa Api Biru Bisa Muncul di Gunung Papandayan?

Api biru di Gunung Papandayan terbentuk ketika gas vulkanik yang keluar dari rekahan kawah mengalami pembakaran. Menurut Sonni, magma di bawah Gunung Papandayan melepaskan gas hidrogen sulfida (H₂S) dan sulfur dioksida (SO₂) dengan suhu sekitar 200–600 derajat Celsius melalui rekahan fumarol atau solfatara.

Gas H₂S yang keluar kemudian bereaksi dengan oksigen di udara. Proses pembakaran tersebut menghasilkan sulfur dioksida, uap air, panas, dan nyala api berwarna biru elektrik. Suhu api yang terbentuk dapat mencapai sekitar 600 derajat Celsius.

Fenomena api biru ini lebih mudah diamati pada malam hari karena cahayanya relatif redup dibandingkan sinar matahari. Di Gunung Papandayan, nyala api dapat terlihat di area fumarol aktif, termasuk Blok Mas dan kawasan Golden Sunrise. Waktu pengamatan yang disebutkan berada sekitar pukul 02.00–05.00 WIB, ketika kondisi lingkungan benar-benar gelap.

baca juga

Jejak Kemunculan Api Biru di Gunung Papandayan

Meski baru ramai diperbincangkan di media sosial, api biru di Gunung Papandayan bukanlah fenomena baru. Sonni menjelaskan bahwa keberadaannya telah diketahui sejak sekitar 2002, setelah erupsi pada November tahun tersebut membuka sejumlah rekahan dan jalur fumarol baru.

Rekahan tersebut berada di kawasan Kawah Mas, Kawah Baru, dan Nangklak. Setelah erupsi, gas vulkanik yang sebelumnya menyebar dapat keluar melalui celah-celah yang lebih sempit. Ketika bercampur dengan udara, gas tersebut dapat terbakar dan menghasilkan api biru.

Dalam periode 2022–2026, aktivitas vulkanik Gunung Papandayan juga menunjukkan perubahan. Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat peningkatan fluks gas SO₂ yang disertai kenaikan aktivitas gempa vulkanik dangkal.

Perubahan tersebut berkaitan dengan peningkatan suhu fumarol dari sekitar 150 derajat Celsius menjadi 300–400 derajat Celsius. Menurut Sonni, pada suhu tersebut, gas H₂S dapat terbakar secara spontan tanpa perlu disulut. Kondisi ini membuat kemunculan api biru lebih sering terlihat.

Apakah Api Biru Gunung Papandayan Berbahaya Jika Didekati?

Meskipun menarik untuk diamati, api biru di Gunung Papandayan memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Sonni mengingatkan masyarakat dan pendaki agar tidak mendekati titik kemunculan api, terutama di sekitar lubang fumarol.

Gas vulkanik yang keluar dari rekahan, termasuk SO₂, dapat membahayakan sistem pernapasan. Masker kain biasa juga tidak cukup untuk melindungi seseorang dari paparan gas vulkanik tersebut.

Selain risiko paparan gas, kondisi tanah di sekitar fumarol perlu diwaspadai karena strukturnya dapat rapuh. Oleh karena itu, pendaki sebaiknya tidak menginjak atau mendekati area di sekitar lubang keluarnya gas.

Pengamatan api biru pada malam hari juga perlu mengutamakan keselamatan. Keinginan untuk melihat fenomena ini secara langsung tidak boleh membuat pendaki mengabaikan bahaya yang ada di kawasan vulkanik Gunung Papandayan.

baca juga

Gunung Papandayan dan Berbagai Pesona yang Ditawarkan

Gunung Papandayan di Kabupaten Garut memiliki fenomena alam yang menarik perhatian, salah satunya api biru yang muncul dari rekahan vulkanik. Keberadaan fenomena ini menambah daya tarik kawasan tersebut, terutama setelah rekaman para pendaki menyebar di media sosial.

Namun, api biru bukan sekadar pemandangan yang menarik untuk diabadikan. Fenomena ini berkaitan dengan gas vulkanik bersuhu tinggi yang dapat membahayakan manusia jika didekati.

Karena itu, siapa pun yang ingin mengamati api biru Gunung Papandayan perlu memahami karakteristik fenomena tersebut dan memperhatikan keselamatan. Menjaga jarak dari titik fumarol menjadi hal penting agar pengamatan tidak menimbulkan risiko bagi pendaki.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Andy Apriyono lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Andy Apriyono.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.