Keinanty Setya Melanie, mahasiswa program studi S-1 Bisnis Digital angkatan 2023ย Universitas Sebelas Maret (UNS), berpartisipasi dalam program pertukaran internasionalย Global Volunteer melalui proyek โGlobal Classroom.โ
Program ini diselenggarakan oleh AIESEC in Universitas Sebelas Maret (UNS) yang bekerja sama dengan entitas mitra internasional, AIESEC inย National Economics University (NEU), Vietnam. Berlangsung selama lima minggu, mulai dari 22 Juli hingga 27 Agustus 2026 di Hanoi, keberangkatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata pemuda dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Selama lima minggu berada di Hanoi, Keinanty bertugas sebagai relawan pengajar bahasa Inggris di Enghouse, sebuah lembaga kursus bahasa yang menerapkan metode belajar imersif. Melalui pendekatan ini, para siswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga tinggal di lingkungan yang sama bersama para pengajar internasional agar penggunaan bahasa Inggris terjadi secara alami setiap hari.
Di Enghouse, Keinanty berkolaborasi dengan sesama relawan pengajar dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Indonesia, Mesir, California (Amerika Serikat), Afrika Selatan, Rusia, Prancis, hingga Tunisia. Peserta didik yang ditanganinya sangat bervariasi, mulai dari kelompok anak-anak berusia 8 hingga 15 tahun hingga kelompok dewasa berusia 19 hingga 60 tahun.

Dalam proses belajar-mengajar, Keinanty mengampu kelas tingkat basic dan pre-intermediate. Alur pembelajaran disusun secara terstruktur yang terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu pemaparan materi berbasis modul, sesi sharing time, dan free talk.
Pada sesiย sharing time, pengajar dan siswa berdiskusi mengenai topik-topik umum seputar negara asal masing-masing, seperti budaya, rempah-rempah, geografi, serta sumber daya alam dan manusia. Setiap materi dirancang dengan kerangka kerja khusus untuk memudahkan penguasaan kosakata baru, yang kemudian langsung dipraktikkan oleh siswa dalam sesi percakapan bebas (free talk) agar relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Pengalaman Keinanty makin mendalam karena ia tinggal sekamar dengan warga lokal yang juga merupakan siswanya, yaitu seorang mentor pengajar bahasa Vietnam berusia 30 tahun. Hal ini membuat pertukaran budaya dan latihan berbahasa terus berlanjut dalam interaksi sehari-hari di luar jam kelas. Keanekaragaman latar belakang siswa dewasa juga memberikan perspektif baru bagi Keinanty.
Ia sempat mengajar seorang ibu lanjut usia yang telah memiliki cucu dan sering bepergian ke luar negeri karena anaknya seorang pilot, namun tetap memiliki semangat tinggi untuk memperdalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat siswa berusia 19 tahun yang bersiap melanjutkan studi ke Taiwan, serta warga asal Tiongkok yang tinggal di Vietnam. Perjumpaan ini membuktikan bahwa semangat untuk belajar tidak dibatasi oleh faktor usia, latar belakang, maupun kewarganegaraan.

Selain kegiatan akademis di kelas, Enghouse menyelenggarakan berbagai aktivitas pendukung untuk mempererat keakraban, seperti food tour dan acara memasak bersama untuk memperkenalkan kuliner khas Vietnam.
Pada malam hari, para relawan berinteraksi dengan siswa anak-anak melalui permainan papan (board games) dan permainan tradisional Vietnam. Rangkaian program summer school untuk anak-anak tersebut kemudian ditutup di akhir bulan Juli melalui acara kelulusan sederhana (graduation) yang dihadiri langsung oleh para orang tua murid sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para siswa.

Di luar ruang lingkup Enghouse, Keinanty sebagai perwakilan AIESEC in UNS turut mempererat hubungan kelembagaan internasional melalui sesi berbagi bersama AIESEC in NEU guna membuka peluang kerja sama kepemimpinan di masa mendatang. Ia juga menghadiri kegiatan kebudayaan โGlobal Villageโ yang diselenggarakan oleh AIESEC in NEU, di mana ia berjejaring dengan para Exchange Participants (EP) dari berbagai negara serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti UNS, UNSOED, UPNVJ, UNPAD, PU, ITS, dan UB.
Selain itu, Keinanty mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Hanoi, serta mempelajari konteks sejarah lokal dengan mengeksplorasi kawasan Hoร n Kiแบฟm dan Museum Penjara Hแปa Lรฒ.
Meskipun memiliki latar belakang pendidikan di bidang Bisnis Digital, Keinanty membuktikan bahwa kontribusi terhadap dunia pendidikan dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa terbatas disiplin ilmu. Pengalaman ini mengasah keterampilan komunikasi lintas budaya, manajemen kelas lintas generasi, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional.
Melalui keterlibatan aktif pemuda Surakarta di tingkat global, AIESEC in UNS terus membuka jalan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.


