projek kolaborasi toko buku le ballon rouge dengan aiesec in ntpu dan relawan internasional untuk membantu komunitas lokal - News | Good News From Indonesia 2026

Projek Kolaborasi Toko Buku Le Ballon Rouge dengan AIESEC in NTPU dan Relawan Internasional untuk Membantu Komunitas Lokal

Projek Kolaborasi Toko Buku Le Ballon Rouge dengan AIESEC in NTPU dan Relawan Internasional untuk Membantu Komunitas Lokal
images info

Momen Steven Menjalankan Global Volunteer di Taiwan (Sumber: Dokumentasi Pribadi Steven)


Membuka jendela dunia bagi anak-anak di daerah terpencil tidak selalu membutuhkan langkah yang besar.

Kesadaran inilah yang dirasakan oleh Steven Alexander, mahasiswa S-1 Bisnis Digital UNS, bersama tujuhย Exchange Participants (EP) lainnya saat mengikuti proyek Global Volunteerย di Taiwan yang diusung oleh AIESEC in NTPU bersama AIESEC in UNS dengan temaย "Make Reading a Journey" di Taiwan.

Berlangsung selama 51 hari dari 13 Juli hingga 2 September 2026, proyek ini merupakan kolaborasi antara toko buku independen Le Ballon Rouge di Hengchun, Kabupaten Pingtung.

Mengusung target Sustainable Development Goals (SDGs) 8 untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi lokal serta SDG 4 untuk meningkatkan kualitas pendidikan, proyek ini mengajak paraย Exchange Participants (EP) dari berbagai negara seperti Indonesia, Korea Selatan, Hungaria, Portugal, dan Austria untuk menjelajahi keindahan Hengchun.

baca juga

Para relawan mendokumentasikan berbagai objek wisata dan sejarah lokal untuk diubah menjadi konten promosi yang bermakna bagi warga setempat. Namun, perjalanan ini tidak berhenti pada promosi pariwisata semata.

Setelah menyelami kebudayaan lokal, para relawan melanjutkan misi mereka ke sekolah-sekolah dasar untuk berbagi cerita, pengetahuan umum, dan pengalaman lintas budaya dengan anak-anak setempat.

Hengchun yang terbilang cukup terpencil membuat interaksi ini menjadi sarana yang efektif untuk membuka wawasan anak-anak mengenai dunia luar.

Pendiri proyek, Niki, turut membagikan buku-buku cerita anak untuk menumbuhkan minat baca sejak dini, selaras dengan esensi utama dari nama proyek ini.

baca juga

Pelaksanaan proyek dibagi ke dalam beberapa tahapan tematik yang terstruktur. Dua minggu pertama didedikasikan sebagai masa pengenalan lingkungan Hengchun.

Memasuki minggu ketiga hingga ketujuh, kegiatan diisi dengan tema spesifik secara berurutan, mulai dari lokakarya pariwisata, pangan dan pertanian, kelautan, ekologi terestrial, hingga pertukaran budaya.

Dalam setiap pekannya, hari Senin hingga Rabu dimanfaatkan untuk persiapan materi dan sesi berbagi yang rutin diselenggarakan setiap hari Jumat, sementara hari Kamis diisi dengan kunjungan langsung ke destinasi wisata edukatif sepertiย National Museum of Marine Biology and Aquarium.

Storytime oleh Ibu Niki di Sekolah Dasar Kenting (Sumber: Dokumentasi Pribadi Steven)

baca juga

Bagi Steven, yang sebelumnya tidak memiliki ketertarikan khusus pada dunia pendidikan, sesi berbagi dengan anak-anak sekolah lokal justru menjadi momen paling berkesan.

Salah satu kunjungan yang paling membekas adalah kegiatan bertema kelautan di Sekolah Dasar Kenting pada minggu kelima. Anak-anak menyambut para relawan dengan antusias tinggi, aktif mendengarkan dongeng dari Niki, serta mengikuti permainan melafalkan kosakata bahasa Inggris seputar laut.

Melalui permainan interaktif tersebut, mereka dapat menukarkan poin dengan hadiah-hadiah kecil seperti lego dan buku tulis.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan lancar berkat komunikasi bahasa Inggris yang dijembatani dengan sangat baik oleh paraย EP buddy dari AIESEC in NTPU.

baca juga

Sebagai bentuk apresiasi terhadap keberlanjutan program, Hotel The Place Taipeiselaku sponsor turut serta mendampingi kegiatan bertema pangan serta pertukaran budaya.

Proyek ini resmi ditutup pada 2 September 2026 melalui presentasi akhir diย Hotel The Place Taipei. Assistant General Manager The Place Taipei, Rony, memaparkan perkembangan proyek yang konsisten berjalan sejak 2024, diikuti oleh pemaparan laporan kegiatan dari masing-masing relawan selama berinteraksi dengan komunitas lokal.

Sesi Sharing dengan Tema Laut di Sekolah Dasar Kenting (Sumber: Dokumentasi Pribadi Steven)

Meskipun diwarnai oleh kendala bahasa, kontribusi yang diberikan para relawan meninggalkan jejak positif bagi anak-anak, mulai dari akses buku gratis, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, hingga tumbuhnya rasa ingin tahu terhadap dunia luar.

baca juga

Merefleksikan pengalamannya, Steven mengungkapkan bahwa kesempatan berinteraksi dan berbagi pengetahuan dengan anak-anak lokal memberikan sudut pandang baru yang amat berharga.

"Melalui proyek ini, saya menyadari bahwa kontribusi tidak harus selalu berupa perubahan yang besar. Kesempatan untuk berbagi cerita, pengetahuan, dan pengalaman dengan anak-anak lokal sudah menjadi hal yang berarti. Saya juga belajar bahwa pertukaran budaya bukan hanya tentang mengenalkan negara asal kita, tetapi juga tentang saling belajar dan memahami perspektif yang berbeda," ujar Steven.

Presentasi di Hotel The Place Taipei pada Hari Terakhir Proyek (Sumber: Dokumentasi Pribadi Steven)

Kesuksesan proyek ini tentu tidak terlepas dari dedikasi berbagai pihak. Steven menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Niki selaku pimpinan proyek yang penuh kesabaran dan inspirasi, serta kepada seluruh EP buddy AIESEC in NTPU yang telah mencurahkan tenaga dan perhatian demi kelancaran kegiatan dari awal hingga akhir.

baca juga

ย 

ย 

ย 

Penulis: Steven Alexander B. A.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.