Sekolah Vokasi IPB University mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mendeteksi Bagan Warna Daun (BWD) dan memberikan rekomendasi pemupukan padi presisi. Inovasi ini diuji bersama pakar agronomi, penyuluh pertanian, dan perwakilan petani di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Pengembangan teknologi tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Terpusat dan Terpadu Sekolah Vokasi IPB University Tahun 2026 Batch 1. Program ini mengusung tema โPengembangan Ekosistem Smart Agro-Tourism Mulyaharja melalui Virtual Tour, Augmented Reality, dan Artificial Intelligence untuk Deteksi Bagan Warna Daun (BWD) serta Rekomendasi Pemupukan Padi Presisiโ.
Keempatnya dirancang untuk menghubungkan pemanfaatan teknologi informasi dengan pengelolaan pertanian dan pengembangan wisata edukatif di Mulyaharja.
AI Bantu Identifikasi Kondisi Tanaman Padi
Bagan Warna Daun merupakan alat bantu untuk menentukan kebutuhan pemupukan nitrogen pada tanaman padi. Tingkat kehijauan daun menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk memperkirakan kecukupan nitrogen, dengan tetap mempertimbangkan kondisi tanaman dan rekomendasi teknis agronomi.
Dalam pengembangan sistem ini, tim memanfaatkan teknologi pengolahan citra dan AI untuk mengidentifikasi warna daun melalui aplikasi digital. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya menjadi masukan bagi sistem rekomendasi pemupukan padi presisi.
Pada tahap pengujian awal, tim menggunakan sejumlah sampel daun padi yang mewakili rentang nilai BWD. Sampel tersebut digunakan untuk mengevaluasi kemampuan sistem dalam mengenali variasi tingkat kehijauan daun.

Tim Sekolah Vokasi IPB University saat uji teknologi AI untuk deteksi bagan warna daun dan pemupukan padi Presisi di Mulyaharja Bogor (Sumber Foto: Dok. Medhanita Dewi Renanti)
Pengujian ini tidak hanya berfokus pada fungsi teknis aplikasi, tetapi juga pada ketepatan interpretasi hasil dan kesesuaiannya dengan kondisi pertanian.
Hasil identifikasi melalui aplikasi nantinya perlu dipadukan dengan kondisi lahan, karakteristik tanaman, serta pertimbangan teknis agronomi sebelum digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pemupukan.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi AI dikembangkan sebagai alat bantu bagi petani untuk memperoleh informasi awal mengenai kondisi tanaman dan mendukung pengelolaan pemupukan yang lebih terarah.
Libatkan Akademisi, Pakar Agronomi, Penyuluh, dan Petani
Pengujian dan validasi awal melibatkan sejumlah pihak dengan latar belakang keahlian berbeda untuk menghimpun masukan mengenai kesesuaian teknologi dengan kebutuhan pengguna dan prinsip agronomi.
Tim Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TPL) Sekolah Vokasi IPB University terdiri atas Dr. Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom., selaku Ketua Program Studi; Aditya Wicaksono, S.Komp., M.Kom., selaku Sekretaris Program Studi; serta Muhammad Nasir, S.T., M.Kom., selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat.
Kegiatan ini juga melibatkan Arif Tirtana, S.P., M.Si., sebagai pakar agronomi dan pemupukan presisi; Agus Faisal, S.I.Kom., selaku Penyuluh Pertanian Kelurahan Mulyaharja, Bogor; serta Mansur sebagai perwakilan petani.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mempertimbangkan praktik pertanian di lapangan.
Masukan dari pakar agronomi, penyuluh, dan petani diperlukan untuk mengevaluasi hasil identifikasi serta menyempurnakan sistem rekomendasi pemupukan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Muhammad Nasir, S.T., M.Kom, mengatakan pengembangan teknologi tersebut diarahkan agar menghasilkan manfaat nyata bagi petani, sekaligus membuka peluang penerapan teknologi yang lebih terotomatisasi.
โKami berharap inovasi Smart Agro-Tourism ini tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani, mulai dari mempermudah pekerjaan hingga meningkatkan efisiensi pemupukan dan perekonomian masyarakat Mulyaharja. Ke depan, kami akan mengembangkan integrasi Internet of Things (IoT) dan drone untuk mengotomatisasi pengambilan citra daun, sehingga rekomendasi pemupukan presisi dapat semakin efektif dan mendukung pertanian berkelanjutan,โ ujar Muhammad Nasir kepada penulis.
Integrasikan Pertanian Cerdas dan Wisata Edukatif
Selain mendukung pengelolaan pertanian, program ini diarahkan untuk mengembangkan potensi Kelurahan Mulyaharja sebagai kawasan Smart Agro-Tourism, yang menghubungkan aktivitas pertanian dengan edukasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Melalui fitur Virtual Tour, masyarakat diharapkan dapat mengenal potensi kawasan pertanian Mulyaharja secara digital. Sementara itu, teknologi AR dikembangkan untuk memperkaya pengalaman edukasi melalui penyajian informasi digital yang terintegrasi dengan lingkungan atau objek yang dikunjungi.
Di sisi lain, penerapan AI untuk deteksi BWD dan rekomendasi pemupukan padi presisi diarahkan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan tanaman.
Integrasi keempat komponen tersebut diharapkan dapat memperluas fungsi kawasan pertanian, tidak hanya sebagai tempat produksi pangan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan inovasi bagi masyarakat.
Asisten Program Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Sekolah Vokasi IPB University, Zolla Perdana Putra Harahap, mengatakan pengembangan tersebut ditujukan untuk menghadirkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat potensi wisata edukatif setempat.
โMelalui Smart Agro-Tourism, kami ingin menghadirkan teknologi digital yang bermanfaat bagi petani, khususnya untuk membantu identifikasi kondisi tanaman dan rekomendasi pemupukan padi presisi, sekaligus mengembangkan potensi Mulyaharja sebagai kawasan wisata edukatif berbasis pertanian,โ ujar Zolla.
Pengembangan Teknologi Berlanjut
Pengujian pada Oktober 2026 merupakan tahap awal untuk mengevaluasi fungsi sistem dan menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan.
Pengembangan selanjutnya memerlukan penyempurnaan aplikasi, pengujian pada kondisi lapangan yang beragam, serta evaluasi kesesuaian hasil identifikasi dengan penilaian teknis agronomi.
Tim juga merencanakan pengembangan lanjutan melalui integrasi IoT dan pemanfaatan drone untuk mengambil citra daun secara otomatis dari udara. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pengambilan gambar menggunakan kamera ponsel dan mendukung proses identifikasi yang lebih terotomatisasi.
Tahapan tersebut diperlukan untuk menilai kemampuan dan kesiapan teknologi sebelum dimanfaatkan lebih luas dalam praktik pertanian. Hasil pengujian dan evaluasi akan menjadi bagian dari proses penyempurnaan sistem agar penerapannya tetap sesuai dengan kondisi tanaman dan kebutuhan pengguna.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Terpusat dan Terpadu Tahun 2026 Batch 1, Sekolah Vokasi IPB University berupaya menghubungkan pengembangan teknologi informasi dengan kebutuhan masyarakat.
Pengembangan ekosistemย Smart Agro-Tourism Mulyaharja diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, petani, dan pemangku kepentingan setempat dalam mendukung pertanian presisi serta pengembangan wisata edukatif berbasis potensi lokal.


