mahasiswa universitas sebelas maret wujudkan sdgs 14 melalui kolaborasi konservasi penyu di sri lanka - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Wujudkan SDGs 14 melalui Kolaborasi Konservasi Penyu di Sri Lanka

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Wujudkan SDGs 14 melalui Kolaborasi Konservasi Penyu di Sri Lanka
images info

Pengalaman Ali Ridho menjadi relawan lingkungan di Sri Langka (Sumber:Dokumentasi Pribadi Ali Ridho)


Ali Ridho, mahasiswa program studi Hubungan Internasional dari Universitas Sebelas Maret, berpartisipasi dalam program Global Volunteer.

Ia mendukung Proyek Aquatica sebagai bentuk kolaborasi internasional untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14, yaitu ekosistem lautan (Life Below Water).

Program ini merupakan salah satu program exchange dari AIESEC in Universitas Sebelas Maret.

Merekaย berkolaborasi dengan mitra relasi internasional, AIESEC in Sri Lanka Institute of Information Technology (SLIIT), dalam merancang dan melaksanakan Proyek Aquatica selama empat minggu (mulai 2 Juli 2026) bersama Induruwa Sea Turtle Conservation.

baca juga

Pengalaman Ali Ridho menjadi relawan lingkungan di Sri Langka (Sumber:Dokumentasi Pribadi Ali Ridho)
info gambar

Pengalaman Ali Ridho menjadi relawan lingkungan di Sri Langka (Sumber: Dokumentasi Pribadi Ali Ridho)


Melalui program ini, Ali berperan aktif sebagai volunteer pelestarian lingkungan yang berfokus pada perlindungan keanekaragaman hayati laut di Induruwa Sea Turtle Conservation, Sri Lanka, terutama penyu laut.

Dalam rutinitas harian proyek, Ali terlibat langsung dalam perawatan medis dasar dan pemeliharaan bagi penyu yang sedang tidak sehat atau mengalami cedera sebelum dilepaskan kembali ke habitat aslinya.

Selain itu, Ali juga bertugas membimbing para turis mancanegara yang berkunjung ke pusat konservasi untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga siklus hidup penyu serta ancaman keroposnya ekosistem bahari.

Setibanya di Sri Lanka, para volunteer mengikuti kegiatan Incoming Preparation Seminar yang diselenggarakan oleh panitia pelaksana dari AIESEC in SLIIT. Di sini, peserta dibimbing agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.

baca juga

Selama tahap awal pelaksanaan proyek, Ali menghadapi tantangan adaptasi budaya dan bahasa di lingkungan lokal Sri Lanka.

Untuk mengatasi kendala bahasa tersebut, Ali berinisiatif mempelajari kosakata dasar bahasa lokal setempat guna memudahkan komunikasi sehari-hari dengan masyarakat dan para pengelola tempat konservasi.

Di sisi lain, lingkungan proyek internasional ini mendorong Ali untuk lebih berani dan percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris bersama rekan-rekan sejawat dari berbagai negara.

Pengalaman interaksi lintas budaya ini secara langsung mengasah keterampilan diplomasi dan pemahaman interkultural Ali sebagai mahasiswa Hubungan Internasional.

baca juga

Salah satu pilar utama dalam Proyek Aquatica adalah aksi nyata kebersihan pesisir (coastal cleanup).

Ali bersama jajaranย volunteer AIESEC berkolaborasi dengan pemerintah lokal serta komunitas pesisir Induruwa untuk menggelar aksi pembersihan sampah di sepanjang garis pantai.

Sampah plastik dan limbah anorganik yang membahayakan keselamatan penyu dikumpulkan secara sistematis.

Rangkaian aktivitas ini tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik area pantai. Namun, juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lokal dan wisatawan akan dampak negatif pencemaran sampah plastik terhadap keberlanjutan ekosistem laut.

baca juga

Dari sisi pengembangan diri, partisipasi dalam Proyek Aquatica memberikan wawasan praktis yang sangat berarti bagi Ali. Keterlibatan langsung dalam konservasi satwa laut dan aksi lingkungan memberinya pemahaman komprehensif mengenai penerapan isu-isu internasional di tingkat tapak

ย Selain mempertajam kemampuan komunikasi bahasa asing dan kepemimpinan adaptif, pengalaman ini memperluas perspektif Ali mengenai pentingnya solidaritas global dalam menjawab krisis ekologi bahari.

Interaksi rutin dengan rekan sejawat mancanegara turut membentuk mentalitas kepemimpinan global yang solutif dan inklusif.

Merefleksikan pengalamannya selama mengikuti Proyek Aquatica, Ali Ridho mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam program ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan laut. Namun, juga menjadi proses pembelajaran yang berharga bagi pengembangan dirinya.

baca juga

โ€œMelalui Proyek Aquatica di Sri Lanka, saya mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam konservasi penyu dan aksi pembersihan pantai, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem laut. Pengalaman ini juga mengajarkan saya untuk beradaptasi dengan budaya baru, meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi, dan memahami bahwa kolaborasi lintas negara dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan,โ€ ujar Ali.

Partisipasi mahasiswa Universitas Sebelas Maret dalam program Global Volunteer Proyek Aquatica ini menegaskan komitmen generasi muda Indonesia dalam berkontribusi nyata pada pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan dunia.

Melalui kolaborasi lintas negara di Induruwa Sea Turtle Conservation, Ali Ridho tidak hanya membawa dampak positif bagi kelestarian penyu dan lingkungan pesisir di Sri Lanka, tetapi juga membawa pulang pengalaman berharga yang memperkuat kapasitas akademis dan personalnya.

Ke depan, pengalaman ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak mahasiswa Universitas Sebelas Maret untuk berani mengambil kesempatan dalam program pertukaran internasional, memperluas wawasan global, serta turut menciptakan dampak positif melalui kontribusi nyata di masyarakat.

baca juga

ย 

ย 

Penulis: Ali Ridho

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.