mengajak pelanggan secara langsung untuk berani melapor jika menjadi korban pelecehan seksual - News | Good News From Indonesia 2026

Mengajak Pelanggan Secara Langsung untuk Berani Melapor Jika Menjadi Korban Pelecehan Seksual

Mengajak Pelanggan Secara Langsung untuk Berani Melapor Jika Menjadi Korban Pelecehan Seksual
images info

Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual di Ruang Tunggu Stasiun Sidoarjo | Foto: Dokumentasi Pribadi


Pertama dalam sejarah sepanjang saya bergabung di komunitas Railfans, kegiatan sosialisasi dilakukan di akhir pekan, khusunya di hari Minggu. Biasanya kegiatan sosialisasi lebih sering dilakukan di hari efektif kerja, yaitu kisaran hari Senin hingga Kamis. Jikalau akhir pekan, pilihannya hanya hari Jumat atau Sabtu.

Sekitar pukul delapan pagi, kereta lokal yang saya tumpangi dari Stasiun Surabaya Gubeng tiba di Stasiun Sidoarjo. Suasana stasiun terpantau lenggang. Sementara dari kejauhan, saya melihat beberapa rekan Railfans dari komunitas lain sudah menunggu di ruang tunggu stasiun. Beberapa wajah yang tidak asing membuat saya bergegas melangkahkan kaki untuk menghampiri mereka. Saya pun disambut oleh panitia kegiatan sosialisasi dari komunitas Railfans bernama Barisan Generasi Sepur (BGS).

Tanpa menunggu lama, saya diarahkan oleh panitia sosialisasi untuk melakukan registrasi guna mengkonfirmasi kehadiran. Setelah semua perwakilan rekan Railfans dari berbagai komunitas di Daop 8 Surabaya mengisi daftar hadir, kami segera membentuk barisan sesuai arahan untuk memulai apel. Kami hendak melakukan sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di lingkungan Stasiun Sidoarjo pada tanggal 18 Oktober 2026.

Tidak seperti kegiatan sosialisasi sebelumnya, yang mana kegiatan hanya berupa pemaparan materi, diskusi, dan hiburan. Sosialisasi pencegahan pelecehan seksual ini sengaja melibatkan pelanggan KAI secara langsung. Mulai dari membentangkan spanduk dan poster berupa ajakan serta himbauan, melakukan orasi yang berisi nasihat maupun ajakan agar berani melapor, hingga membagikan cinderamata kepada pelanggan.

baca juga

Kegiatan yang demikian terbilang sangat efektif, karena pelanggan bisa bertanya langsung kepada relawan seputar pertanyaan tentang pelecehan seksual. Sosialisasi juga tidak hanya sekadar membagikan cinderamata, tetapi juga mengajak pelanggan KAI untuk menandatangani petisi pada spanduk yang telah disediakan. Tidak ada batasan usia, gender, maupun pekerjaan.

Tiga Titik Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual

Tindak pelecehan seksual tidak mengenal gender, tempat, dan usia. Semua bisa menjadi korban tindak pelecehan seksual, namun sebagian besar korbannya adalah perempuan dan anak-anak. Sedangkan pelakunya, paling sering adalah pria usia dewasa. Agar sosialisasi berjalan efektif, Pak Erlangga selaku perwakilan Humas KAI Daop 8 Surabaya memberi arahan untuk melakukan sosialisasi di tiga titik penting Stasiun Sidoarjo. Mulai dari lobi tempat pelanggan melakukan pengecekan tiket, ruang tunggu yang dekat dengan peron, hingga dekat pintu keluar.

Kondisi Stasiun Sidoarjo memang terbilang kecil, jika dibandingkan dengan Stasiun Surabaya Gubeng atau Stasiun Surabaya Pasarturi. Namun Pak Erlangga dan relawan Railfans berhasil memaksimalkan sosialisasi dengan menjangkau tiga titik kampanye di ruang tunggu. Mulai dari posisi ruang tunggu yang berada tepat di depan pintu pemeriksaan tiket, lalu bergeser ke arah kanan dari pintu pemeriksaan tersebut, dan bergeser lagi ke kiri untuk menjangkau pelanggan yang juga berada di ruang khusus merokok pada sisi kiri stasiun.

Dukungan berupa tanda tangan banyak kami dapatkan di ruang tunggu dan dekat pintu keluar Stasiun Sidoarjo. Pada satu momen, kami dikejutkan dengan munculnya dua pegawai perempuan dari gerai Roti Boy stasiun yang minta izin untuk ikut tanda tangan. Sontak, aksi tersebut justru mengundang pegawai gerai lain dan petugas di stasiun untuk ikut berpartisipasi.

baca juga

Ajakan Berani untuk Melapor Kepada Petugas

Aksi pelecehan seksual semakin hari semakin banyak bentuknya, namun untuk memberikan perlindungan kepada korban, ketentuan tentang tindakan pelecehan seksual juga semakin detail. Bentuknya bisa berupa hanya sekadar siul-siul, tatapan atau pandangan yang penuh hasrat seksual, hingga melontarkan kata-kata yang tidak senonoh.

Jika pelanggan mengalami dan/atau melihat kejadian tersebut, KAI menghimbau agar pelanggan berani melapor kepada petugas. Hal ini dilakukan agar pelanggan mendapat kenyamanan dan keamanan selama berada di lingkungan kereta api, baik di stasiun maupun di dalam kereta.

Jika berada di stasiun, pelanggan bisa langsung melapor dengan mendatangi petugas yang sedang berdinas. Jika berada di kereta api, pelanggan juga bisa langsung kepada petugas yang sedang berdinas dan/atau menghubungi kondektur yang nomornya selalu terpasang di setiap sudut kereta. Jika memungkinkan, tidak masalah kalau harus meminta bantuan kepada sesama pelanggan. Intinya, jangan ragu dan malu untuk melapor. Justru dengan berani melapor akan memudahkan petugas untuk menangkap pelakunya, karena biasanya masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Jika pelaku terbukti melakukan tindak pelecehan seksual, maka petugas akan membawanya ke jalur hukum. Tidak hanya sampai di situ, KAI juga berkomitmen untuk memblokir data pelaku agar tidak bisa naik kereta api seumur hidup. Sedangkan pelanggan akan didampingi hingga kasus hukumnya selesai dan memberi dukungan, jika korban membutuhkan pendampingan untuk proses pemulihan trauma.

baca juga

Sosialisasi Diperpanjang Selama Seminggu

Kegiatan sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di lingkungan Stasiun Sidoarjo dihadiri oleh beberapa komunitas Railfans seperti Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Wilayah Jawa Timur, Sahabat Kereta (SK), Cinta Kereta Api Indonesia (CKAI), Java Train (JT), dan Si Puong.

Di akhir kegitan, Pak Erlangga mengapresiasi para relawan Railfans karena telah berpartisipasi dengan meluangkan waktu untuk hadir pada kegiatan sosialisasi. Beliau juga menyampaikan evaluasi terkait kegiatan tersebut.

Keesokan harinya, spanduk berisi himbauan tidak dilipat lalu disimpan rapi begitu saja. Spanduk tersebut dipasang di ruang tunggu Stasiun Sidoarjo per tanggal 19 Oktober 2026 selama seminggu sebagai bentuk keseriusan sosialisasi pencegahan pelecehan seksual yang diperpanjang hingga tujuh hari ke depan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

HR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.