Kawan GNFI, berbagai persoalan di desa membutuhkan solusi yang tidak hanya dirancang, tetapi juga dapat diterapkan dan dilanjutkan oleh masyarakat. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian mahasiswa KKNT Inovasi IPB University Kelompok Karawang 02 melalui pelaksanaan Lokakarya II di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.
Lokakarya II menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan, capaian, output, sekaligus mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan bersama masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses untuk melihat sejauh mana inovasi yang diperkenalkan mahasiswa dapat memberikan manfaat dan berpotensi dilanjutkan setelah rangkaian KKNT berakhir.
Berbagai program yang sebelumnya diperkenalkan melalui Lokakarya I telah memasuki tahap implementasi. Program tersebut mencakup bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, pertanian, pemberdayaan ekonomi, hingga digitalisasi desa. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, warga, pelaku UMKM, petani, hingga siswa sekolah dasar.
Dari Sampah Organik hingga Pengendalian Hama
Di bidang lingkungan, mahasiswa menghadirkan ECO-TOWER, sebuah inovasi pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan dua galon bertingkat. Inovasi tersebut dirancang untuk menghasilkan kompos padat dan pupuk organik cair (POC) dalam satu wadah.
Eceng gondok dan sampah organik dimanfaatkan sebagai bahan kompos sehingga dapat membantu mengurangi limbah organik yang ada di lingkungan. Berdasarkan evaluasi, Eco Tower telah dibuat dan digunakan oleh warga. Proses dekomposisi juga berjalan hingga menghasilkan kompos padat dan pupuk organik cair.
Masih di bidang lingkungan, terdapat program PASAK (Plang Sampah Sungai Desa Kertamukti). Program ini diwujudkan melalui pembuatan papan informasi mengenai dampak sampah terhadap sungai. Plang ditempatkan di kawasan Tugu Tani yang menjadi salah satu lokasi ramai di Desa Kertamukti.
Melalui pesan yang sederhana, PASAK mengajak masyarakat memahami dampak membuang sampah sembarangan, termasuk waktu yang diperlukan berbagai jenis sampah untuk terurai. Keberadaan plang tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai.
Sementara itu, di sektor pertanian, mahasiswa melaksanakan TEPAT (Teknologi Emposan untuk Pengendalian Hama Tikus). Program ini dilakukan melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan serta penggunaan emposan sederhana pada lubang tikus.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan emposan sebagai salah satu alternatif pengendalian hama tikus pada tanaman padi.
Mahasiswa juga menghasilkan emposan yang didistribusikan kepada petani untuk diuji pada musim tanam, dilengkapi leaflet dan video tutorial.
Namun, pemantauan rutin di lahan sawah masih belum dapat dilakukan karena Desa Kertamukti belum memasuki fase tanam padi. Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan dalam evaluasi agar penerapan program dapat dipantau pada tahap berikutnya.
Edukasi Kesehatan dan Pendidikan untuk Generasi Muda
Pada bidang kesehatan, program JENTIK (Jelajah Edukasi Nyamuk dan Inisiasi Kesehatan) berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sosialisasi dan demonstrasi yang dilakukan melibatkan 33 warga Desa Kertamukti. Selain memperoleh edukasi mengenai pencegahan DBD, masyarakat diperkenalkan dengan pembuatan spray antinyamuk berbahan alami yang dapat dibuat dalam skala rumah tangga.
Program tersebut menghasilkan botol spray antinyamuk, flipbook edukasi, serta video tutorial sebagai media pendukung. Ke depan, pengembangan komposisi dan ketahanan spray menjadi salah satu aspek yang masih perlu diperhatikan.
Di bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan program KEJAR (Kertamukti Mengajar) untuk siswa kelas 3 SDN Kertamukti 1 selama dua hari.
Penyuluhan diisi dengan edukasi mengenai perundungan atau bullying, refleksi pengalaman siswa, permainan interaktif, serta sosialisasi dan praktik mencuci tangan.
Para siswa juga diajak membuat karya cap jempol sebagai simbol kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk mengenali perilaku perundungan, membangun sikap saling menghargai, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Mendorong UMKM dan Digitalisasi Desa
Kawan GNFI, pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam rangkaian KKNT di Desa Kertamukti. Melalui program KERTAMUKTI BERDAYA, mahasiswa melakukan eksplorasi dan promosi UMKM desa melalui media digital.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–25 Juli 2026 tersebut meliputi pendataan, observasi, wawancara, dokumentasi, hingga pembuatan dan publikasi konten promosi. Sebanyak tujuh UMKM berhasil didata dan didokumentasikan. Masing-masing memperoleh materi promosi berupa foto, video, dan profil usaha yang dipublikasikan melalui media sosial @Ulin.diKertamukti.
Selain pemberdayaan ekonomi, digitalisasi desa juga menjadi perhatian melalui program DIGIKERTA (Digitalisasi Kertamukti). Program yang berlangsung pada 13 Juli–11 Agustus 2026 tersebut menghasilkan website Desa Kertamukti berbasis Google Sites sebagai sarana penyebaran informasi desa.
Tidak hanya membuat website, mahasiswa juga memberikan pembinaan kepada perangkat desa mengenai penggunaannya. Dengan demikian, perangkat desa diharapkan dapat mengelola dan memanfaatkan website sebagai media informasi secara berkelanjutan.
Evaluasi untuk Keberlanjutan Program
Pelaksanaan Lokakarya II menunjukkan bahwa berbagai program telah mencapai target yang direncanakan, tetapi masih terdapat sejumlah hal yang perlu ditingkatkan. Beberapa di antaranya adalah pemantauan keberlanjutan Eco Tower, pengembangan spray antinyamuk JENTIK, peningkatan koordinasi dalam kegiatan UMKM, serta pengawasan plang PASAK agar tetap terjaga.
Pada program DIGIKERTA, koordinasi dengan perangkat desa juga perlu terus diperkuat untuk memastikan website dapat dikelola setelah rangkaian KKNT selesai. Sementara itu, program TEPAT membutuhkan pemantauan lebih lanjut ketika musim tanam padi telah berlangsung.
Lokakarya II menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh tercapainya output selama kegiatan berlangsung. Keberlanjutan dan kemampuan masyarakat untuk menerapkan inovasi tersebut menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Melalui evaluasi bersama, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University Kelompok Karawang 02 berupaya memastikan berbagai program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kertamukti.
Kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci agar inovasi yang telah diperkenalkan tidak berhenti ketika masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Pada akhirnya, rangkaian KKNT di Desa Kertamukti tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar bersama masyarakat.
Kawan GNFI, berbagai langkah sederhana yang dilakukan melalui program lingkungan, kesehatan, pendidikan, pertanian, ekonomi, dan digitalisasi diharapkan dapat menjadi bagian dari proses menuju Desa Kertamukti yang semakin mandiri dan berdaya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


