Sampah plastik sering kali dipandang sebagai barang yang sudah tidak memiliki manfaat. Namun, di tangan anak-anak SDN Semenkidul, tutup botol bekas justru menjadi karya kreatif yang memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan Workshop EcoCraft, mahasiswa KKN 43 UPN “Veteran” Jawa Timur mengajak siswa mengenal pengelolaan sampah sekaligus mengasah kreativitas dengan membuat gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kelas Inspirasi Semenkidul. Program Kelas Inspirasi sendiri merupakan aktivitas mengajar yang dilaksanakan selama 4 pertemuan dengan materi yang saling berkesinambungan.
Sebelumnya, siswa telah mendapatkan materi “Kenali Sampahmu” untuk mengenal jenis-jenis sampah dan pentingnya menjaga lingkungan. Sebagai bentuk praktik dari materi tersebut, siswa kemudian diajak memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar mereka melalui Workshop EcoCraft.
Belajar dari Sampah yang Ada di Sekitar
Pelaksanaan Kelas Inspirasi berawal dari hasil survei dan koordinasi mahasiswa KKN 43 dengan pihak Desa Semenkidul. Dari proses tersebut, terdapat peluang bagi mahasiswa untuk turut mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah dasar melalui program guru tamu.
Di sisi lain, edukasi mengenai kepedulian terhadap lingkungan perlu diperkenalkan sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pengetahuan mengenai lingkungan dalam bentuk teori. Namun, juga membutuhkan pengalaman langsung agar dapat memahami bagaimana perilaku sederhana dapat memberikan dampak terhadap lingkungan.

Penyampaian Materi | PDD KKN 43 UPNVJT
Dari sini, Kelas Inspirasi Semenkidul dirancang dengan pendekatan pembelajaran yang memadukan edukasi, kreativitas, dan praktik langsung. Salah satunya diwujudkan melalui Workshop EcoCraft.
EcoCraft sendiri merupakan kegiatan mengolah barang bekas menjadi kerajinan yang memiliki nilai guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomis.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN 43 mengajak siswa memanfaatkan tutup botol plastik bekas sebagai bahan utama pembuatan gantungan kunci.
Pemilihan tutup botol bukan tanpa alasan. Benda tersebut mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan sering kali langsung dibuang setelah botol digunakan.
Dengan menjadikannya sebagai media pembelajaran, siswa dapat melihat secara langsung bahwa barang yang dianggap tidak berguna ternyata masih dapat dimanfaatkan kembali.
Dari Tutup Botol jadi Gantungan Kunci

Proses Pembuatan Gantungan Kunci |PDD KKN 43 UPNVJT
Sebelum workshop dimulai, siswa diberikan tugas sederhana untuk membawa tutup botol bekas yang mereka temukan dari lingkungan sekitar. Mereka kemudian mengumpulkan tutup botol dengan berbagai warna untuk digunakan sebagai bahan EcoCraft.
Aktivitas tersebut secara tidak langsung membuat proses pembelajaran dimulai bahkan sebelum siswa memasuki ruang kelas. Mereka belajar mencari, mengumpulkan, dan memperhatikan barang-barang yang sebelumnya mungkin dianggap sebagai sampah biasa.
Tutup botol yang telah terkumpul kemudian dibersihkan dan dipilah berdasarkan kondisi serta warna sebelum digunakan dalam proses pembuatan kerajinan.
Tahap sederhana ini menjadi bagian penting dalam mengenalkan kepada siswa bahwa pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan membuang atau mengumpulkan, tetapi juga mencakup proses pemilahan dan pemanfaatan kembali.
Melalui pendekatan tersebut, konsep reduce, reuse, dan recycle dapat dikenalkan kepada anak melalui pengalaman yang lebih konkret dan mudah dipahami.
Memasuki tahap praktik, mahasiswa KKN 43 UPNVJT memberikan arahan secara bertahap, mulai dari menyiapkan bahan, proses pelelehan dan pencetakan, hingga tahap perakitan menjadi gantungan kunci.
Pada tahapan yang membutuhkan alat dan proses khusus, mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman.
Setelah bahan siap dicetak, siswa diberikan kesempatan untuk menentukan bentuk dan tampilan gantungan kunci sesuai dengan kreativitas masing-masing. Perbedaan warna dan bentuk tutup botol yang dikumpulkan justru memberikan ruang bagi siswa untuk menghasilkan karya yang beragam.
Workshop EcoCraft yang dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Juli ini diikuti oleh siswa kelas 4—6 SDN Semenkidul dengan total sekitar 30 siswa. Melalui WorkshopEcoCraft, mahasiswa KKN 43 UPNVJT berharap siswa SDN Semenkidul dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.
Dengan langkah sederhana seperti memanfaatkan kembali barang bekas, siswa diajak untuk melihat bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi juga dapat menjadi sebuah karya yang bernilai guna.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


