Buah-buahan menjadi salah satu komoditas pangan yang rentan mengalami kerusakan setelah dipanen. Proses pematangan yang terus berlangsung, perubahan kelembapan, hingga pertumbuhan mikroorganisme dapat membuat kualitas buah menurun sebelum sampai ke tangan konsumen. Kondisi tersebut menjadi tantangan, terutama dalam distribusi buah yang membutuhkan waktu cukup lama.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan ETIFRESH, sebuah stiker penyimpan buah yang dirancang untuk membantu mempertahankan kesegaran buah lebih lama.
Hadir dalam bentuk lembaran stiker, ETIFRESH dapat ditempatkan di dalam kardus, wadah, maupun kemasan penyimpanan buah sehingga penggunaannya praktis dan tidak memerlukan perubahan besar pada metode penyimpanan yang sudah dilakukan.
ETIFRESH memanfaatkan bahan berbasis zeolit alam dan sekam padi sebagai bagian dari inovasinya. Zeolit memiliki struktur berpori yang dapat membantu mengendalikan keberadaan gas etilen di dalam ruang penyimpanan. Gas etilen merupakan senyawa alami yang dihasilkan buah, khususnya buah klimakterik seperti pisang, mangga, dan alpukat, serta berperan dalam proses pematangan.
Dengan membantu mengendalikan akumulasi etilen di dalam ruang penyimpanan, ETIFRESH dirancang untuk memperlambat proses pematangan sehingga buah dapat mempertahankan kualitasnya lebih lama. Sementara itu, material berbasis sekam padi dimanfaatkan untuk membantu mengelola kelembapan di sekitar buah.
Pemanfaatan sekam padi juga menjadi salah satu nilai tambah dari produk ini. Sekam yang selama ini banyak dianggap sebagai limbah pertanian dapat diolah menjadi material yang memiliki nilai guna. Melalui ETIFRESH, potensi bahan lokal tersebut dikembangkan menjadi bagian dari inovasi yang dapat digunakan dalam penyimpanan komoditas hortikultura.
Selain memanfaatkan zeolit dan sekam padi, ETIFRESH dilengkapi dengan ekstrak daun sirih sebagai bagian dari formulasi stikernya. Kandungan senyawa alami dalam daun sirih dimanfaatkan untuk mendukung pengendalian mikroorganisme pada lingkungan penyimpanan buah.
Ketiga fungsi tersebut kemudian dipadukan dalam bentuk stiker yang mudah digunakan. Pengguna cukup menempatkan ETIFRESH di dalam wadah penyimpanan buah. Cara penggunaan yang sederhana membuat inovasi ini tidak hanya ditujukan bagi petani dan distributor, tetapi juga dapat digunakan oleh konsumen rumah tangga yang ingin menjaga buah tetap segar selama penyimpanan.
ETIFRESH juga memiliki Smart Saturation Indicator, yaitu indikator visual yang membantu pengguna mengetahui kondisi stiker selama digunakan. Warna pada stiker akan mengalami perubahan seiring penggunaannya sehingga pengguna memperoleh gambaran kapan stiker perlu diganti. Fitur tersebut menjadi salah satu keunggulan ETIFRESH karena memberikan informasi secara visual tanpa membutuhkan alat tambahan.
Bagi pelaku usaha buah, inovasi seperti ini dapat menjadi salah satu alternatif pendukung dalam proses penyimpanan dan distribusi. Buah yang dapat dipertahankan kualitasnya lebih lama memberikan waktu yang lebih panjang bagi pelaku usaha untuk melakukan distribusi maupun penjualan. Di sisi lain, bagi konsumen rumah tangga, ETIFRESH dapat digunakan sebagai pendukung penyimpanan buah agar tidak cepat mengalami penurunan kualitas.
Pengalaman penggunaan ETIFRESH juga dirasakan oleh pemilik Cahaya Buah Dramaga, salah satu pengepul buah, yang menggunakan ETIFRESH dalam membantu penyimpanan buah sebelum didistribusikan kepada konsumen. Ia menyampaikan bahwa penggunaan stiker tersebut cukup praktis dan membantu menjaga kondisi buah selama proses penyimpanan.
“ETIFRESH cukup praktis digunakan. Buah yang disimpan terlihat lebih terjaga kesegarannya, sehingga membantu kami dalam mempertahankan kualitas buah sebelum didistribusikan,” ujar Pak Asep.Testimoni tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya dinilai dari teknologi yang digunakan, tetapi juga dari kemudahan dan manfaat yang dirasakan oleh pengguna dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui slogan “Awet Segarnya”, ETIFRESH diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam menjaga kualitas buah, baik selama proses distribusi maupun penyimpanan di rumah. Inovasi ini juga membawa semangat untuk mengurangi potensi food waste sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal dalam pengembangan produk pangan yang lebih berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


