Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 yang ditempatkan di Desa Gandasari, Kabupaten Subang, menggelar program bertajuk Smart Kids Edu di SDN Tanjungjaya pada 3–4 Agustus 2026. Kegiatan ini digagas sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang memadukan dua isu penting sekaligus, yaitu kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan literasi Bahasa Inggris di kalangan siswa sekolah dasar.
Melalui Smart Kids Edu, mahasiswa berupaya menghadirkan metode belajar yang tidak monoton, dengan harapan siswa dapat menyerap materi secara alami sambil tetap merasa senang mengikuti setiap sesi kegiatan.
Sasaran program adalah siswa kelas 3 sampai kelas 6, dengan pertimbangan bahwa usia tersebut merupakan masa ideal untuk menanamkan kebiasaan baik, termasuk kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan minat terhadap bahasa asing. Pada rentang usia ini, anak-anak dinilai berada pada fase yang mudah menyerap nilai-nilai baru sekaligus masih terbuka terhadap pengalaman belajar yang bersifat eksploratif, sehingga dianggap tepat untuk menjadi target utama program.
Pada hari pertama, Senin (3/8), fokus kegiatan adalah edukasi mengenai pemilahan sampah. Mahasiswa memperkenalkan tiga kategori sampah, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah bahan berbahaya beracun (B3), lengkap dengan ciri-ciri masing-masing, contoh konkret yang mudah dikenali siswa, hingga cara penanganannya secara sederhana.
Materi disampaikan melalui metode belajar sambil bermain, mulai dari diskusi ringan, sesi tanya jawab, kuis interaktif, hingga permainan edukatif yang dirancang khusus agar siswa lebih mudah memahami konsep pemilahan sampah. Pendekatan ini terbukti berhasil memancing antusiasme tinggi dari para siswa, yang terlihat aktif mengangkat tangan, saling berebut menjawab pertanyaan, dan bersemangat mengikuti setiap tahapan permainan yang diberikan.
Usai sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung berupa menghias ember bekas yang nantinya akan difungsikan sebagai tempat sampah di lingkungan sekolah. Pembagian tugas dilakukan berdasarkan tingkatan kelas: siswa kelas 3 dan 4 menggarap ember untuk sampah organik, siswa kelas 5 mengerjakan ember untuk sampah anorganik, sementara siswa kelas 6 bertanggung jawab menghias ember untuk sampah B3.
Aktivitas menghias ember ini bukan sekadar kegiatan kreatif, melainkan juga sekaligus menghasilkan fasilitas kebersihan baru yang dapat langsung dimanfaatkan sekolah. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami teori pemilahan sampah, tetapi juga merasa memiliki keterlibatan nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih dan tertata.
Memasuki hari kedua, Selasa (4/8), mahasiswa KKN-T IPB kembali mendatangi SDN Tanjungjaya, kali ini untuk mengevaluasi sejauh mana kebiasaan memilah sampah mulai diterapkan siswa sejak hari sebelumnya.
Tim melakukan pengamatan langsung terhadap penggunaan ember-ember yang telah dihias, sekaligus berdialog santai dengan siswa mengenai pengalaman mereka membuang sampah sesuai kategorinya masing-masing. Hasilnya cukup menggembirakan. Mayoritas siswa sudah mulai membuang sampah sesuai kategori pada tempat yang telah mereka hias sendiri sehari sebelumnya.
Temuan ini menjadi indikator awal bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, meski tentu penerapannya masih perlu terus dipantau dan dibiasakan dalam jangka panjang.
Kegiatan hari kedua kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran Bahasa Inggris interaktif untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6. Mahasiswa mengenalkan kosakata sehari-hari yang dekat dengan kehidupan siswa, melatih pelafalan kata secara bertahap, serta mengajak siswa berlatih percakapan sederhana melalui permainan dan kuis ringan.
Pendekatan belajar sambil bermain ini dipilih karena dinilai mampu meningkatkan minat belajar anak sekaligus membangun rasa percaya diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris, tanpa membuat mereka merasa terbebani oleh metode belajar yang kaku.Suasana kelas selama kegiatan berlangsung penuh semangat, karena setiap siswa diberi kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif, baik dalam menjawab pertanyaan maupun mencoba melafalkan kosakata baru yang baru saja dipelajari.
Kepala SDN Tanjungjaya, Ibu Tesem, mengapresiasi pelaksanaan program Smart Kids Edu ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar baru yang bermanfaat bagi siswa, baik dari sisi penanaman kebiasaan memilah sampah maupun peningkatan ketertarikan siswa terhadap Bahasa Inggris.
Ia berharap program semacam ini dapat terus berlanjut dan memberi dampak positif jangka panjang bagi seluruh siswa di sekolahnya. Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University 2026 Desa Gandasari sendiri berharap dua kebiasaan positif yang telah diperkenalkan melalui program ini, yaitu kepedulian terhadap lingkungan dan semangat belajar bahasa asing, dapat terus melekat pada siswa SDN Tanjungjaya ke depannya, bahkan setelah masa penugasan KKN-T berakhir.
Program ini pun diharapkan menjadi contoh bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan yang sederhana, kreatif, dan tetap relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


