Tahukah Kawan tentang salah satu sosok asal Indonesia yang bernama Ratna Puspawati? Jika memasukkan nama ini ke mesin pencarian, maka akan muncul berbagai hasil pencarian yang merujuk ke banyak orang.
Namun Ratna Puspawati yang akan kita bahan kali ini bukan sekadar sosok biasa saja. Sebab dirinya merupakan salah satu penari istana yang eksis di era pemerintahan Presiden Soekarno dulu.
Uniknya lagi, nama yang dia kenakan tersebut ternyata juga pemberian langsung dari presiden pertama Indonesia tersebut. Nama yang dia dapatkan ini berkaitan dengan keahliannya dalam menguasai seni tari pada waktu itu.
Selepas tidak lagi menjadi penari istana, Ratna Puspawati tetap menekuni bidang seni tari tersebut. Bahkan dirinya turut mengajarkan tarian daerah yang dia kuasai ke berbagai daerah, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga mancanegara.
Salah satu momen saat Ratna mengajarkan tarian daerah khas Indonesia ini pernah terjadi pada 1973 silam. Pada waktu itu, Ratna memberikan pelatihan tari daerah Indonesia kepada para peminat yang ada di Singapura.
Bagaimana momen saat Ratna memberikan pelatihan terkait tarian daerah Indonesia di Singapura pada 1973 silam? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Dapatkan Nama Baru dari Soekarno
Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, Ratna Puspawati bukanlah nama lahir dari penari tersebut. Dinukil GNFI dari artikel "Penari Istana Zaman Sukarno Berada di S'pura" yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 26 Januari 1973, Penari kelahiran Solo pada 1950 silam ini memiliki nama lahir Kwik Lian Nio.
Sejak kecil dirinya memang bercita-cita untuk menjadi seorang penari profesional. Ketika usianya menginjak 13 tahun, Kwik Lian Nio berhasil menjadi juara ketiga dalam perlombaan Wayang Wong yang digelar dalam skala nasional pada 1963.
Karir penari Kwik Lian Nio pun makin meningkat sejak saat itu. Perlahan dirinya pun mendapatkan tempat menjadi salah satu penari di Istana Merdeka.
Dikutip GNFI dari artikel "Ratna Won't Forget Soek..." yang terbit di surat kabar The Straits Times edisi 28 Januari 1973, pertemuannya pertama kali dengan Presiden Soekarno pada 1963 juga menjadi salah satu alasan mengapa dirinya bisa menjadi penari istana. Pertemuan ini terjadi saat Kwik Lian Nio berhasil menjadi juara dalam lomba pantomim waktu itu.
Kehandalan Kwik Lian Nio dalam menampilkan tarian ini kemudian membuat Soekarno memberikan nama Indonesia untuknya. Akhirnya Kwik Lian Nio pun dikenal dengan nama baru, yakni Ratna Puspawati sejak saat itu.
Kenalkan Tarian Indonesia di Singapura pada 1973
Selepas menjadi penari istana, karir Ratna Puspawati berlanjut sebagai pengajar seni tari daerah Indonesia. Salah satu momen saat dia mengenalkan tarian khas Indonesia pernah terjadi pada 1973 silam.
Dilihat GNFI dalam artikel "Ratna Says Hello with Her Hands and Eyes" yang terbit di surat kabar New Nation edisi 27 Februari 1973, Ratna mulai memberikan kursus tari Indonesia untuk orang-orang Singapura pada 1973. Hal ini terjadi atas inisiasi dari The Young Men's Christian Association (YMCA) Singapura pada waktu itu.
Pelatihan ini diberikan oleh Ratna setiap akhir pekan di gedung YMCA yang ada di Orchard Road waktu itu. Ini juga bukan kali pertama Ratna mengajarkan seni tari di Singapura.
Sebelumnya, Ratna diketahui juga pernah mengajarkan tarian klasik di Sekolah Indonesia yang berlokasi di Holland Hill, Singapura.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


