hadiatmodjo sang ratu niagawati yang jadi wajah pasar klewer solo pada 1971 - News | Good News From Indonesia 2026

Hadiatmodjo Sang Ratu Niagawati yang Jadi Wajah Pasar Klewer Solo pada 1971

Hadiatmodjo Sang Ratu Niagawati yang Jadi Wajah Pasar Klewer Solo pada 1971
images info

Hadiatmodjo Sang Ratu Niagawati yang Jadi Wajah Pasar Klewer Solo pada 1971 | Indonesia Raya 4 Juli 1971


Kontes kecantikan di kalangan model atau sejenisnya mungkin sudah umum dijumpai saat ini. Namun bagaimana jika kontes serupa diterapkan untuk menjadi wajah dari sebuah pusat perbelanjaan?

Hal ini ternyata pernah terjadi beberapa dekade silam di Indonesia. Pada 1971 lalu, ada sebuah titel layaknya "Miss Indonesia" atau "Miss Universe" yang disematkan pada salah seorang pedagang di Pasar Klewer, Solo.

Ratu Niagawati, itulah nama titel yang disematkan pada salah seorang pedagang yang ada di Pasar Klewer waktu itu. Hadiatmodjo merupakan sosok yang menerima titel tersebut pada waktu itu.

Tidak hanya menyandang gelar Ratu Niagawati, Hadiatmodjo juga menjadi wajah dari Pasar Klewer pada waktu itu. Namun hal ini sesuai dengan latar belakang yang dimiliki oleh wanita tersebut yang berkaitan dengan pusat tekstil terbesar yang ada di Jawa Tengah tersebut.

Lantas bagaimana momen saat Hadiatmodjo yang menyabet titel Ratu Niagawati untuk Pasar Klewer, Solo pada 1971 silam? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

baca juga

Gelar Ratu Niagawati di Solo

Seperti yang sudah disinggung pada bagian sebelumnya, Pasar Klewer merupakan sentra tekstil terbesar yang ada di daerah Jawa Tengah. Pusat perbelanjaan yang ada di Solo ini sudah berdiri sejak lama.

1971 menjadi tahun penting dari perjalanan sejarah panjang Pasar Klewer. Pusat ekonomi yang sudah berkembang sejak Masa Pendudukan Jepang tersebut secara resmi memiliki wajah baru waktu itu.

Setahun sebelumnya, terdapat kucuran dana dari pemerintah pusat untuk pembaruan Pasar Klewer. Proyek yang ditargetkan selesai selama satu tahun tersebut pada akhirnya diresmikan secara langsung oleh presiden kedua Indonesia, Soeharto pada 8 Juni 1971.

Kembali ke "Ratu Niagawati," titel ini juga muncul dalam rangkaian euforia peresmian Pasar Klewer tersebut. Sehari setelah diresmikan, titel Ratu Niagawati dikenalkan secara umum dan disematkan pada Hadiatmodjo.

Penyematan titel ini sebenarnya tidak memiliki tujuan khusus. Dikutip dari artikel, "Ratu Niagawati Seantero Pasar Klewer" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 4 Juli 1971, adanya titel "Ratu Niagawati" hanya mengikuti tren dan mode zaman yang terjadi pada waktu itu.

baca juga

Hadiatmodjo dengan Segudang Pengalaman

Hadiatmodjo terpilih sebagai Ratu Niagawati dari Pasar Klewer pada 1971. Hadiatmodjo berhasil mendapatkan titel ini dan terpilih dari ratusan pedagang batik yang menghuni Pasar Klewer waktu itu.

Namun pemilihan Hadiatmodjo sebagai wajah dari Pasar Klewer ini tidak berdasarkan tampilan fisiknya. Malahan penyematan titel ini berkaitan dengan latar belakang dan pengalaman dari wanita yang waktu itu sudah berusia 46 tahun.

Hadiatmodjo merupakan sosok yang tidak asing di area Pasar Klewer. Sebab dirinya sudah menekuni profesi sebagai pedagang batik sejak 20 tahun lamanya.

Setiap hari Hadiatmodjo menghabiskan waktunya berdagang dari pukul 7 pagi hingga 5 sore. Sementara itu, suaminya bertugas untuk mencari pesanan dari calon pembeli.

Rutinitas harian ini membuat Hadiatmodjo lebih banyak menghabiskan waktu di pasar dibandingkan di rumah. Alhasil pendampingan untuk 9 orang anaknya lebih banyak diserahkan pada sang suami dan anak tertuanya.

Segudang pengalaman inilah yang mengantarkan Hadiatmodjo menjadi Ratu Niagawati dari Pasar Klewer waktu itu. Selain fokus berjualan, Hadiatmodjo juga sudah mulai mendidik anak dan 2 orang menantunya untuk menjadi penerus usaha yang dia jalankan pada waktu itu.

Hadiatmodjo menganggap jika regenerasi juga penting di kalangan pedagang. Dengan demikian, ilmu yang dia miliki bisa diwariskan pada generasi di bawahnya sebagai bekal untuk melanjutkan tongkat estafet usaha selanjutnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.