kawasan industri pengolahan nikel di morowali miniatur ekosistem kendaraan listrik masa depan - News | Good News From Indonesia 2026

Kawasan Industri Pengolahan Nikel di Morowali, Miniatur Ekosistem Kendaraan Listrik Masa Depan Indonesia

Kawasan Industri Pengolahan Nikel di Morowali, Miniatur Ekosistem Kendaraan Listrik Masa Depan Indonesia
images info

Fasilitas pengisian baterai kendaraan listrik PT LSDY./GNFI


Morowali memang bukan kota besar dan jauh dari mana-mana. Akan tetapi, di sana terdapat miniatur ekosistem kendaraan listrik Indonesia. Dengan itu pula, Morowali memberi contoh mengenai masa depan Indonesia yang lebih ramah lingkungan.

Di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, kendaraan listrik adalah hal yang jamak ditemui. Di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang terletak di daerah itu, dump truck pengangkut material produksi atau bus yang membawa karyawan tak henti-hentinya berlalu lalang. Meski demikian, tak ada asap hitam yang mengepul karena kendaraan-kendaraan tersebut sudah menggunakan listrik sebagai sumber tenaga mesinnya.

"Saat ini penggunaan mobil listrik lebih efisien," ujar Dahono Saputra selaku Direktur Manajemen Operasional, salah satu perusahaan tenant di kawasan PT IMIP, PT Logistik Sumber Daya (LSDY), kepada GNFI, Kamis (16/7/2026).

Tren penggunaan kendaraan listrik di Bahodopi jelas berbeda dengan di perkotaan. Jika di berbagai kota besar kendaraan listrik yang paling sering ditemui adalah city car yang bentuknya compact dan mungil, kendaraan listrik di Bahodopi lazimnya adalah kendaraan besar seperti dump truck dan bus. Maklum saja, di sana merupakan pusat industri pengolahan nikel, dan PT IMIP adalah salah satu perusahaan yang berkecimpung di dalamnya.

Sebagai perusahaan tenant di kawasan PT IMIP, PT LSDY yang dipimpin Dahono bergerak di bidang penyedia layanan logistik. Sehari-hari, perusahaan ini bersinggungan dengan aktivitas rantai pasok material dan pengelolaan logistik bijih nikel sehingga membutuhkan banyak kendaraan berat untuk mendukung operasionalnya. Kendaraan listrik pun jadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan sehingga PT LSDY tidak hanya memiliki unit kendaraannya saja, namun juga sampai ke fasilitas pendukungnya.

Saat GNFI berkunjung, area PT LSDY yang menempati satu area khusus di kawasan PT IMIP tampak disibukkan dengan aktivitas penggantian baterai kendaraan listrik. Sekilas, suasana tampak lengang. Akan tetapi, di battery swap station alias tempat penggantian baterai, dump truck terus berdatangan untuk menukar baterainya dengan baterai lain yang dayanya sudah terisi.

Itulah keseharian di PT LSDY. Tidak banyak karyawan yang hilir mudik karena proses penggantian baterai hampir dilakukan sepenuhnya oleh mesin. Sopir truk cukup memarkirkan kendaraannya di titik yang sudah disediakan, lalu alat semacam crane kecil akan mengangkat baterai yang terpasang di belakang kabin pengemudi. Setelahnya, baterai dibawa masuk ke dalam battery swap station untuk diisi ulang, sementara baterai yang terisi juga diambil untuk dipasang di mobil.

Fasilitas pengisian baterai kendaraan listrik PT LSDY

"Penggantian baterai itu memang sudah dialokasikan di tempat ruang baterai tersebut, dan baterainya itu beratnya kurang lebih sekitar 3 ton," kata Dahono.

Proses penggantian baterai pun terbilang singkat dengan hanya memakan waktu hitungan menit. Selama proses berlangsung, sopir cukup menunggu sampai semuanya beres dan truk siap digunakan kembali.

LSDY telah mulai menggunakan kendaraan listrik sejak 2024 dan kini jumlah unitnya sudah mencapai angka 90 dari total 389 kendaraan yang ada. Sementara itu, di kawasan PT IMIP secara keseluruhan, pada pengujung 2025 saja diketahui setidaknya terdapat 502 kendaraan listrik. Tentu tidak menutup kemungkinan angkanya akan terus naik seiring waktu. Apalagi, baik itu PT IMIP maupun PT LSDY berkeinginan untuk terus menambah kendaraan listriknya.

"Dari tahun 2024 akhir kita coba tes 10 kendaraan. Habis itu kita meningkat lagi, menambah 40 lagi. Sampai sekarang sudah mulai 90," ungkap Dahono.

baca juga

Kendaraan Listrik untuk Efisiensi dan Menjaga Lingkungan

Penggunaan kendaraan listrik di kawasan PT IMIP, termasuk oleh PT LSDY, sejalan dengan langkah pemerintah Indonesia yang tengah getol mendorong transformasi ekosistem kendaraan nasional berbasis energi baru dan terbarukan guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon. Bahkan pemerintah sudah merancang paket stimulus baru untuk kendaraan listrik berupa insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

"Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak secara signifikan. Itulah sebabnya kita terus mendorong pengembangan kendaraan listrik. Kebijakan ini tidak akan dihentikan, justru akan terus dilanjutkan," ujar Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, di Tangerang, Banten, Selasa (4/8/2026).

Bagi PT LSDY sendiri, menggunakan kendaraan listrik meski belum seratus persen bukan tanpa alasan. Faktor efisiensi dan lingkungan jadi pertimbangan utama. Dengan kendaraan listrik, PT LSDY dapat menghemat biaya bahan bakar. Mengisi daya baterai kendaraan memang juga membutuhkan biaya, akan tetapi nominalnya tetap masih lebih rendah ketimbang harus membeli solar.

Kendaraan listrik di kawasan PT IMIP

"Kurang lebih sekitar satu hari itu bisa kami keluarkan satu miliar untuk satu kendaraan. Tapi dengan mobil listrik, kita hanya mengganti. Memang kita bayar juga, tapi bayarnya tidak sebanyak apa yang kita bayarkan per hari itu," terang Dahono.

Selain biayanya lebih efisien, kendaraan listrik juga tidak menghasilkan emisi gas buang sehingga ramah lingkungan. Akan tetapi, faktor limbah perlu perhatian tersendiri mengingat baterai memiliki usia pakai hingga harus diganti baru. Terkait hal ini, PT LSDY sudah punya langkah khusus agar baterai bekas yang ada tidak menjadi masalah baru bagi lingkungan, yakni bekerja sama dengan perusahaan lain untuk mengolahnya.

Beruntung bagi PT LSDY, di kawasan PT IMIP sudah ada perusahaan yang siap membantu mengolah limbah baterai bekas, yakni PT Sulawesi Mining Investment (SMI) yang bergerak di bidang pengolahan bijih nikel. PT SMI diketahui memiliki fasilitas pengolahan dan daur ulang baterai sehingga limbah baterai dari PT LSDY dapat turut ditangani di sana.

"Ini biasanya kita koordinasinya dengan departemen lain juga, yaitu PT SMI yang mengelola seperti itu untuk limbah-limbahnya," pungkas Dahono.

baca juga

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.