aiesec in universitas brawijaya mengulas pengalaman lintas budaya melalui the hundred foot journey - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in Universitas Brawijaya Mengulas Pengalaman Lintas Budaya melalui The Hundred-Foot Journey

AIESEC in Universitas Brawijaya Mengulas Pengalaman Lintas Budaya melalui The Hundred-Foot Journey
images info

Wikimedia Commons/ThePromenader


Beradaptasi dengan lingkungan yang baru bukanlah hal yang mudah. Perbedaan bahasa, kebiasaan, cara berkomunikasi, hingga nilai yang dianut masyarakat sering kali menjadi tantangan bagi seseorang ketika berada di negara lain. Pengalaman tersebut digambarkan dalam The Hundred-Foot Journey (2014), sebuah film yang menceritakan perjalanan keluarga Kadam asal India yang membangun kehidupan baru di Prancis.

Melalui kisah tersebut, penonton diajak melihat bahwa perbedaan budaya tidak selalu menjadi penghalang. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kesempatan untuk belajar, saling memahami, dan membangun hubungan yang lebih baik. Film ini menunjukkan bahwa pengalaman lintas budaya bukan sekadar tentang berpindah tempat, tetapi juga tentang membuka diri terhadap perspektif, kebiasaan, dan cara hidup yang berbeda.

Meskipun demikian, pengalaman yang ditampilkan dalam sebuah film tetap merupakan representasi yang dikemas melalui proses penceritaan. Interaksi nyata dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda memberikan pengalaman yang lebih mendalam dalam memahami cara berpikir, nilai, serta kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia.

Pengalaman tersebut juga mendorong seseorang untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi ketika menghadapi lingkungan yang baru. Melalui interaksi langsung, seseorang belajar memahami cara berkomunikasi yang berbeda, menghargai kebiasaan masyarakat setempat, serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku. Proses tersebut tidak hanya memperluas wawasan mengenai budaya lain, tetapi juga membantu membangun empati, sikap terbuka, dan kemampuan bekerja sama dengan individu dari berbagai latar belakang.

baca juga

Di era globalisasi, kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi dengan individu dari berbagai budaya menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan. Dunia pendidikan maupun dunia kerja kini mempertemukan generasi muda dengan lingkungan yang semakin beragam. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi lintas budaya, menghargai perbedaan, serta membangun perspektif global menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia yang semakin terhubung.

Kesadaran tersebut sejalan dengan komitmen AIESEC in Universitas Brawijaya dalam menghadirkan berbagai pengalaman internasional yang memungkinkan generasi muda belajar langsung melalui interaksi lintas budaya.

Melalui program seperti Global Volunteer, Global Teacher, dan Global Talent, AIESEC in Universitas Brawijaya memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman di lingkungan internasional. Peserta tidak hanya mengenal budaya baru, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda, bekerja sama dengan individu dari berbagai negara, serta mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya.

Selama menjalani program tersebut, peserta belajar menyesuaikan diri dengan perbedaan cara kerja, gaya komunikasi, maupun kebiasaan masyarakat setempat. Proses ini membantu mereka mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, kolaborasi, kepemimpinan, serta empati yang sulit diperoleh hanya melalui media digital maupun tayangan film.

Dengan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda, peserta dapat memahami keberagaman melalui pengalaman nyata sekaligus membangun perspektif global yang relevan dengan kebutuhan dunia yang semakin terhubung.

baca juga

Seperti yang digambarkan dalam The Hundred-Foot Journey, memahami budaya tidak hanya tentang mengetahui tradisi atau kebiasaan suatu negara, tetapi juga tentang membangun hubungan dengan orang-orang yang memiliki cara pandang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa proses belajar sering kali dimulai ketika seseorang berani keluar dari zona nyaman dan membuka diri terhadap dunia yang lebih luas.

Melalui berbagai program internasionalnya, AIESEC in Universitas Brawijaya berharap semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan untuk merasakan pengalaman lintas budaya secara langsung, sehingga mampu membangun perspektif global sekaligus menjadi individu yang siap berkontribusi di tengah masyarakat yang semakin terhubung.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.