keripik keladi oleh oleh khas papua - News | Good News From Indonesia 2026

Mencicipi Renyahnya Keripik Keladi Papua, Camilan Khas yang Cocok Jadi Buah Tangan

Mencicipi Renyahnya Keripik Keladi Papua, Camilan Khas yang Cocok Jadi Buah Tangan
images info

Mencicipi Renyahnya Keripik Keladi Papua, Camilan Khas yang Cocok Jadi Buah Tangan | Karya Kreatif Indonesia


Bagi Kawan yang mencari oleh-oleh khas Papua, dapat mencoba berburu keripik keladi khas Bumi Cenderawasih. Selain rasanya yang renyah dan nikmat, camilan ini juga sudah banyak dikemas dengan kemasan modern, memudahkan Kawan yang hendak membawanya dalam perjalanan panjang.

Seperti sagu, keladi merupakan bahan pangan pokok masyarakat Papua. Kreativitas masyarakat lokal mengolah talas menjadi keripik menambah deretan panjang kekayaan makanan khas Papua yang patut kita eksplorasi lebih jauh,

Bagi Kawan yang membutuhkan rekomendasi buah tangan maupun ingin mencicipi makanan khas Papua, berikut Good News From Indonesia himpun informasi seputar keripik keladi mulai dari cita rasa, pembuatan, hingga fakta menarik olahan keladi sebelum dijadikan keripik seperti sekarang. Jadi, simak sampai habis ya, Kawan!

baca juga

Apa Itu Keripik Keladi?

Kawan barangkali masih belum familiar dengan keladi yang menjadi bahan dasar pembuatan keripik keladi Papua. Padahal keladi sebenarnya merupakan sebutan lain dari talas, tanaman umbi-umbian yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia.

Jadi, pada dasarnya keripik keladi merupakan salah satu wujud olahan kreatif dari umbi talas yang disulap menjadi camilan khas Bumi Cenderawasih.

Kudapan ini sangat direkomendasikan bagi Kawan GNFI yang sedang berburu oleh-oleh khas Papua untuk dibawa pulang karena rasanya yang ringan dan cocok untuk anak-anak hingga orang dewasa. Kawan hanya perlu memilih varian rasa yang sesuai dengan lidah!

Bagaimana Rasa Keripik Keladi Khas Papua?

Keripik Keladi Khas Papua, Oleh-oleh Khas Bumi Cenderawasih yang Renyah dan Nikmat | Karya Kreatif Indonesia
info gambar

Keripik Keladi Khas Papua, Oleh-oleh Khas Bumi Cenderawasih yang Renyah dan Nikmat | Karya Kreatif Indonesia


Sebagai makanan khas Papua, keripik keladi memiliki tekstur yang renyah dan garing, dijamin akan membuat siapa saja ketagihan sejak gigitan pertama.

Varian rasanya pun kini semakin beragam menyesuaikan selera pasar. Namun, rasa gurih, pedas manis, hingga asin menjadi varian yang paling banyak dibuat. Meski begitu, ketersediaan dan variasi rasa biasanya bergantung pada kreasi masing-masing penjual.

Dikutip dari situs resmi KPU Papua Pegunungan, cita rasa keripik keladi ini sekilas mirip dengan keripik kentang, namun dengan sensasi yang lebih legit dan tingkat kerenyahan yang khas. Camilan lezat ini sangat mudah ditemukan oleh Kawan GNFI saat berkunjung ke wilayah Wamena maupun pasar-pasar lokal yang tersebar di area Papua Pegunungan.

Bagaimana Cara Membuat Keripik Keladi?

Proses pengolahan keripik keladi sebenarnya cukup sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian tinggi untuk menghasilkan tekstur yang sempurna.

Dikutip dari publikasi Yayasan EcoNusa, tahapan pembuatannya dimulai dari pencucian umbi hingga bersih, pengelupasan kulit, sampai pemotongan keladi menjadi lembaran tipis yang mudah dimakan.

Lembaran tersebut kemudian digoreng menggunakan api sedang guna memastikan keripik matang sempurna dan renyah merata, sebelum akhirnya dicampur dengan bumbu aneka rasa.

Menariknya, para perempuan yang mengikuti pelatihan bersama Yayasan EcoNusa juga dilatih berinovasi memanfaatkan sisa bahan produksi agar tidak terbuang sia-sia. Mereka berhasil mengolah sisa keladi tersebut menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi seperti keladi beku dan tepung tapioka, sebuah langkah visioner untuk mengurangi limbah sekaligus meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan finansial.

baca juga

Cara Menikmati Keripik Keladi

Kudapan ini sangat sempurna dijadikan teman bersantai di berbagai momen berharga. Kawan GNFI bisa menikmatinya sambil menonton siaran langsung pertandingan Liga 1 kesayangan, menonton drama Korea terbaru, mengobrol santai di ruang keluarga, atau bahkan menyajikannya sebagai suguhan istimewa saat perayaan Hari Raya Idulfitri.

Bagi Kawan GNFI yang belum berkesempatan terbang langsung ke Sorong atau wilayah Papua lainnya, camilan ini sudah bisa didapatkan dengan mudah melalui berbagai platform belanja daring seperti Shopee.

Meski begitu, pastikan untuk selalu membeli langsung dari para pedagang UMKM lokal agar kita dapat berpartisipasi membantu roda perekonomian daerah terus berputar dan semakin maju ya, Kawan!

Sebelum Ada Keripik Keladi, Keladi Papua Diolah Menjadi Apa?

Sebagai tambahan informasi menarik, jauh sebelum inovasi keripik ini populer, masyarakat setempat memiliki sajian tradisional bernama keladi tumbuk sebagai makanan pokok mereka.

Dikutip dari jurnal ilmiah karya Yuliana dkk (2019), keladi tumbuk merupakan masakan berkarbohidrat berbahan dasar talas yang pengolahannya diawali dengan perebusan umbi hingga empuk.

Keladi rebus tersebut kemudian dicampur dengan parutan kelapa serta sedikit garam, lalu ditumbuk bersamaan hingga menyatu sebelum disantap bersama lauk pendamping seperti ikan bakar maupun tumis kangkung.

Sajian ini menjadi sumber energi harian yang esensial mengingat masyarakat lokal mengandalkan umbi-umbian dan sagu sebagai bahan pangan utama sebagai respons atas sulitnya akses pendistribusian beras ke wilayah Papua.

Sefira dkk (2024) juga menerangkan bahwa makanan ini masih dikonsumsi di sejumlah daerah, terutama di pedesaan.

Dalam jurnal yang sama, Simanjuntak dan Tampubolon (2024) menerangkan bahwa hidangan tradisional ini juga memiliki kedudukan penting dalam berbagai ritual maupun upacara adat setempat serta berperan penting dalam mencukupi kebutuhan energi harian karena kandungan gizi, vitamin, dan seratnya yang bermanfaat bagi kebugaran jasmani.

baca juga

Lahirnya inovasi keripik keladi pada akhirnya menjadi bukti nyata kreativitas sekaligus resistensi sosial masyarakat Papua. Mereka berhasil meramu kuliner otentik yang memiliki daya jual tinggi dengan tetap mempertahankan identitas agrikultur daerahnya.

Kita dapat bersama-sama mengambil aksi nyata dengan ikut berpartisipasi dalam melestarikan dan menyejahterakan pelaku UMKM lokal dengan menjadikan produk keripik keladi lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Allicia Dhea lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Allicia Dhea.

AD
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.