Berbelanja oleh-oleh selepas bepergian dapat menjadi cara agar kita dapat membawa pulang cerita, cita rasa, keterampilan, dan identitas budaya suatu daerah ke dalam rumah kita. Bentuknya tidak harus selalu kuliner yang bisa habis dalam sekejap, tetapi juga cendera mata yang bisa digunakan dalam waktu lama.
Oleh-oleh khas Papua misalnya, terdiri dari ragam pilihan kekayaan hasil alam, kuliner, kopi, hingga kerajinan unik yang dapat dijadikan buah tangan. Kopi Papua dan tas noken dapat menjadi contoh yang layak dipertimbangkan!
Artikel ini akan memberi rekomendasi oleh-oleh khas Papua berupa makanan dan nonmakanan bagi Kawan yang tengah berkunjung ke Bumi Cenderawasih baik untuk berlibur maupun bekerja. Yuk, simak daftarnya!
Oleh-Oleh Khas Papua Berupa Makanan
Makanan khas menjadi salah satu produk yang bisa Kawan jadikan buah tangan, berikut rekomendasinya:
1. Kopi Arabika Wamena
Kawan yang tidak bisa hidup tanpa kafein wajib membawa pulang kopi Arabika Wamena. Menurut KPU Kabupaten Yahukimo, kopi ini begitu istimewa karena tumbuh secara alami tanpa pestisida di pegunungan tinggi Wamena.
Proses pertumbuhan yang alami tanpa bahan kimia ini mampu menciptakan sensasi rasa lembut, aroma khas, serta sedikit rasa manis yang alami tanpa rasa asam berlebih. Para turis yang pernah mencicipinya bahkan menyebut kopi Wamena sebagai salah satu kopi terbaik dari Indonesia Timur.
Di samping rasanya yang khas, Kawan pun tidak perlu khawatir kesulitan membawanya pulang karena kemasan kopi Arabika Wamena kini sudah dibuat menjadi lebih modern.
2. Minyak Buah Merah
Laman resmi KPU Papua Pegunungan menjelaskan bahwa minyak buah merah adalah olahan buah merah yang sudah mahsyur karena manfaatnya untuk kesehatan. Minyak ini memiliki banyak kandungan antioksidan dan beta-karoten sehingga bisa membantu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan kulit
Minyak buah merah banyak dipasarkan dalam wadah botol kecil, membuatnya sangat ringkas dan mudah untuk dibawa dalam perjalanan panjang.
3. Martabak Sagu

Martabak Sagu, Olahan Sagu yang Bisa Jadi Oleh-oleh Khas Papua | Visit Indonesia
Kawan dapat membawa pulang olahan sagu sebagai oleh-oleh setelah berkunjung dari Papua. Sagu sendiri merupakan makanan pokok masyarakat Papua, membuatnya tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga mengenyangkan.
Martabak sagu bisa menjadi opsi menarik untuk Kawan pilih. Laman Visit Indonesia menerangkan bahwa makanan ini bertekstur kenyal dan memiliki cita rasa manis gurih serta kaya serat dan nutrisi. Martabak ini juga rendah gluten karena menggunakan sagu sebagai bahan utamanya.
Sajian ini dibuat dari sagu yang diolah menjadi adonan, lalu adonan tersebut dipanggang atau digoreng seperti martabak umumnya. Meski begitu, berbeda dengan martabak lain, martabak sagu biasanya diisi dengan kelapa parut atau gula merah.
Selain sebagai camilan sehari-hari, martabak sagu juga kerap menjadi sajian dalam acara adat dan perayaan keluarga.
4. Bagea Sagu

Kue Bagea Sagu, Oleh-oleh Khas Papua yang Terbuat dari Sagu | Visit Indonesia
Olahan sagu lain yang bisa Kawan jadikan oleh-oleh adalah kue bagea sagu khas Papua Selatan. Dikutip dari laman Visit Indonesia, kue ini dibuat dari tepung sagu dan mempunyai tekstur renyah di luar tapi lembut di bagian dalam.
Kue bagea sagu memiliki cita rasa manis yang berasal dari penggunaan gula pasir dan gula merah, sehingga cocok untuk penggemar makanan manis. Kue ini pun punya sedikit rasa gurih yang dihasilkan oleh telur dan santan.
Kue bagea memiliki filosofi mendalam dan kerap dihidangkan dalam acara sakral seperti pernikahan, upacara adat, hingga perayaan panen. Meski begitu, kue ini kini juga dipasarkan dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan tempatnya. Biasanya harga per buah berkisar antara Rp10.000,00–Rp30.000,00.
5. Buah Markisa
Dikutip dari laman KPU Papua Pegunungan, markisa Wamena memiliki rasa manis dan asam yang segar serta bau yang khas. Markisa Wamena tumbuh di tanah pegunungan Papua serta udara sejuk Wamena, karena itu rasanya cenderung lebih kuat dibandingkan dengan buah markisa yang ditanam di dataran rendah.
Kawan dapat membawa pulang buah markisa Wamena dalam bentuk buah aslinya. Tak jarang buah ini juga diolah menjadi sirup atau oleh-oleh khas lain, memberi Kawan lebih banyak opsi untuk dibawa pulang.
Oleh-Oleh Khas Papua Nonmakanan
Tidak hanya kuliner, Kawan juga bisa membawa pulang beragam kerajinan dan cenderamata indah yang mengandung nilai budaya sebagai oleh-oleh sepulang dari Papua. Berikut rekomendasinya:
1. Tas Noken

Tas Noken, Oleh-oleh Khas Papua yang Menyimpan Cerita Kerja Keras dan Hubungan Manusia dengan Alam | Wikimedia Commons @Ema Mukar
Tas noken merupakan tas anyaman khas Papua yang terbuat dari serat kulit kayu atau tali nilon dan telah telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.
KPU Kabupaten Yahukimo menyebut tas noken merupakan simbol kehidupan, kerja keras, dan perdamaian untuk warga Papua. Di samping itu, KPU Papua Pegunungan menyebut tas ini merupakan lambang ketekunan perempuan Papua.
Bagi Kawan yang ingin membawa cerita dari Bumi Cenderawasih dapat memilih tas noken sebagai oleh-olehnya, karena setiap anyaman noken punya makna mendalam sebagai wujud cinta kasih, kerja keras, dan perwujudan hubungan manusia dengan alamnya.
2. Ukiran Kayu Asmat
KPU Yahukimo berbagi bahwa suku Asmat dari Papua terkenal di penjuru dunia karena seni ukirnya yang memukau. Ukiran-ukiran yang mereka hasilkan menyimpan cerita dan makna spiritual tersendiri, misalnya menjadi simbol hubungan manusia dengan alam serta leluhurnya.
Kawan GNFI yang sedang melakukan perjalanan jauh dapat memilih ukiran seperti patung-patung kecil, topeng, atau perhiasan kayu khas Asmat supaya Kawan bisa mengabadikan dan mengenang cerita perjalanan Kawan setiap waktu.
3. Batik Papua
Tak hanya Jawa, Papua juga punya motif batik khasnya sendiri. Motif batik Papua biasanya menggambarkan flora, fauna, dan budaya lokal seperti corak burung cenderawasih, alat musik tifa, atau ukiran khas suku Asmat.
Warna-warnanya pun cenderung cerah dan eksotis, cocok bagi Kawan pecinta fashion yang ingin memamerkan kekayaan Papua dalam busananya.
4. Perhiasan dan Aksesori Tradisional
Kawan yang menjelajah area Papua Barat, terutama di sekitar Raja Ampat, dapat berbelanja kerajinan tangan dari bahan dasar kerang, mutiara, dan bahkan batu karang. Benda-benda tersebut biasanya dibuat menjadi aksesori seperti kalung, gelang, serta bros.
Setiap perhiasan tersebut dibuat oleh tangan-tangan para pengrajin lokal sehingga keaslian dan nilai tradisionalnya tetap terjaga. Dengan membeli oleh-oleh dari tangan pengrajin, Kawan pun bisa turut serta melestarikan kebudayaan Papua dan memelihara perputaran ekonomi UMKM!
5. Koteka
Dilansir dari laman Visit Indonesia, koteka pada dasarnya merupakan busana adat tradisional dengan bentuk selongsong dan biasa dikenakan sebagai penutup bagian vital pria, terutama untuk suku-suku pedalaman Papua seperti suku Dani, Yali, dan Lani.
Koteka dibuat dari kulit labu yang dikeringkan dan panjang serta bentuknya variatif tergantung kelompok suku dan status sosial orang yang mengenakannya. Koteka sendiri dikenakan sebagai pakaian sehari-hari, upacara adat, dan ritual tradisional serta merupakan simbol budaya dan cara hidup masyarakat Papua yang dekat dengan alam.
Seiring berjalannya waktu, penggunaan koteka untuk busana harian sudah mulai berkurang, terutama bagi penduduk wilayah kota. Namun, busana itu masih digunakan saat acara budaya maupun festival adat agar kehadirannya tetap lestari.
Kawan yang ingin berburu oleh-oleh khas Papua yang unik dapat menjadikan koteka sebagai buah tangan. KPU Yahukimo juga menyebut para turis kerap mengincar koteka untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas Papua Barat.
Sekian artikel berjudul "Membawa Pulang Cerita dari Papua lewat Oleh-Oleh Khasnya". Semoga artikel ini membantu Kawan yang tengah berkunjung ke Bumi Cenderawasih dan mencari oleh-oleh khas Papua.
Jangan lupa untuk memilih buah tangan yang diproduksi masyarakat lokal untuk membantu pelestarian dan perputaran ekonomi lokal tetap berputar ya, Kawan!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


