Indonesia memiliki lebih dari 66 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Sektor ini berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja.
Di balik besarnya kontribusi tersebut, masih banyak UMKM, startup, maupun organisasi sosial yang menghadapi tantangan dalam menyusun strategi bisnis, mengelola operasional, hingga meningkatkan daya saing.
Di sisi lain, mahasiswa juga membutuhkan ruang belajar yang mampu menghubungkan teori di bangku kuliah dengan penyelesaian masalah nyata di masyarakat. Berangkat dari kebutuhan tersebut, 180DC UNDIP hadir sebagai organisasi student consulting yang tidak hanya mengembangkan kapasitas anggotanya, tetapi juga menghasilkan solusi strategis yang memberikan dampak bagi berbagai sektor.
Membangun Jembatan antara Mahasiswa dan Masyarakat

Kawan GNFI, 180 Degrees Consulting merupakan jaringan student consulting terbesar di dunia yang tersebar di berbagai negara. Organisasi ini berfokus pada pemberian layanan konsultasi bagi UMKM, startup, organisasi non-profit (NGO), hingga institusi yang membutuhkan rekomendasi strategis berbasis analisis.
Sebagai bagian dari jaringan global tersebut, 180DC UNDIP didirikan pada tahun 2021 untuk menjawab minimnya wadah konsultasi profesional bagi mahasiswa di Semarang. Organisasi ini membawa visi menjadi organisasi konsultan mahasiswa yang dibangun di atas nilai-nilai yang kuat, mampu memberikan dampak nyata, sekaligus mencetak pemimpin masa depan.
Melalui pendekatan social impact consulting, setiap proyek yang dikerjakan tidak hanya berorientasi pada hasil analisis, tetapi juga manfaat yang dapat dirasakan oleh mitra.
Mencetak Konsultan Muda yang Siap Menghadirkan Dampak Nyata

Sebelum terjun mendampingi UMKM maupun organisasi, setiap anggota 180DC UNDIP terlebih dahulu dibekali dengan proses pembelajaran yang terstruktur. Organisasi ini meyakini bahwa solusi yang berkualitas berawal dari konsultan yang terus belajar, berpikir kritis, dan mampu memahami permasalahan secara menyeluruh.
Melalui program Internal Development (Indev) 2026 bertema Building Impact-Driven Consultants: From Structured Thinking to Client-Ready Execution, anggota dibekali berbagai kompetensi yang dibutuhkan seorang konsultan. Materi yang diberikan meliputi Think-Cell Training, Introduction to Consulting, Hypothesis-Driven Thinking, Workplan Development, hingga Client-Ready Storytelling. Seluruh rangkaian dirancang agar peserta mampu berpikir sistematis sekaligus menyampaikan rekomendasi yang relevan kepada klien.
Proses pembelajaran tersebut tidak berhenti pada teori. Peserta juga mengikuti case practice dan final pitching menggunakan studi kasus yang berasal dari mitra nyata. Pada 2026, Bubur Pagiari menjadi case partner yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk menganalisis tantangan operasional, pemasaran, hingga keuangan sebelum menyusun solusi yang dapat diimplementasikan. Pendekatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anggota untuk memahami dinamika dunia konsultasi secara langsung.
Kolaborasi yang bertumbuh, Dampak yang terus meluas dan Mengubah analisis menjadi dampak bagi semua.

Selain menjalankan proyek konsultasi, 180DC UNDIP aktif membangun ekosistem pembelajaran melalui berbagai program pengembangan anggota. Beberapa di antaranya adalah 180Exchange bersama 180DC UGM, 180Archive sebagai perpustakaan digital internal, Onboarding, serta berbagai workshop dan kegiatan peningkatan kompetensi lainnya.
Di bidang pengembangan organisasi, 180DC UNDIP juga menjalin kolaborasi dengan berbagai perusahaan, institusi, komunitas, dan media partner. Sejumlah perusahaan yang pernah dikunjungi dalam kegiatan company visit antara lain Gojek, Nutrifood, PT Petrokimia Gresik, PT Bukit Asam, PT INALUM, RSM Indonesia, dan RK+ Consulting.
Sementara itu, organisasi ini juga pernah menangani berbagai proyek bersama klien dari sektor swasta, pendidikan, hingga organisasi sosial. Informasi tersebut menunjukkan bahwa pengalaman anggota tidak hanya diperoleh melalui simulasi, tetapi juga melalui interaksi dengan dunia profesional.
Ke depan, organisasi ini juga menyiapkan sejumlah program seperti Thinkation, Scale UP berupa program magang internal selama tiga bulan, consulting bootcamp, hingga kegiatan nasional yang memperluas jejaring mahasiswa lintas perguruan tinggi.
Lebih dari Organisasi, Menjadi Ruang Tumbuh dan Berkarya
Bagi 180DC UNDIP, organisasi mahasiswa bukan sekadar tempat mengembangkan portofolio. Organisasi merupakan ruang belajar untuk membangun pola pikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, kepemimpinan, komunikasi profesional, serta budaya kolaborasi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Melalui kombinasi antara pembelajaran, proyek konsultasi, kolaborasi dengan berbagai mitra, dan semangat social impact, 180DC UNDIP menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berkontribusi lebih awal dalam membantu menyelesaikan tantangan yang dihadapi UMKM, startup, maupun organisasi sosial.
Penutup
Kawan GNFI, kebutuhan akan solusi yang berbasis analisis akan terus berkembang seiring meningkatnya kompleksitas dunia usaha dan organisasi. Kehadiran 180DC UNDIP menjadi contoh bagaimana organisasi mahasiswa mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan student consulting yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak.
Dengan terus membangun budaya belajar dan memberikan pengalaman nyata kepada anggotanya, organisasi ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak konsultan muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


