Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang melaksanakan program pemasangan lampu jalan di kawasan Wisata Brakseng, Desa Sumber Brantas, Kota Batu, pada Rabu, 15 Juli 2026. Program ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan akses menuju Cafe Sawang Alam, salah satu titik wisata yang berada di kawasan Brakseng dan menjadi destinasi favorit wisatawan karena menyuguhkan panorama pegunungan yang khas.
Kawasan Wisata Brakseng dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kota Batu yang menawarkan hamparan lahan pertanian dataran tinggi, udara sejuk, serta pemandangan pegunungan yang memikat. Keindahan lanskap tersebut menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan, baik pada pagi, sore, maupun malam hari.
Salah satu lokasi yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah Cafe Sawang Alam yang menawarkan pengalaman menikmati panorama alam secara langsung dari ketinggian. Tidak hanya wisatawan lokal, kawasan ini juga mulai dikenal oleh wisatawan dari berbagai daerah sehingga jumlah kunjungan terus mengalami peningkatan.
Namun, berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang bersama perangkat desa dan pengelola wisata, masih terdapat beberapa titik di jalur menuju kawasan wisata yang memiliki tingkat pencahayaan rendah. Kondisi tersebut terutama dirasakan saat sore menjelang malam, ketika kabut mulai turun dan jarak pandang menjadi terbatas. Minimnya penerangan berpotensi mengurangi kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua maupun pejalan kaki yang melintasi jalur tersebut.
Berangkat dari hasil identifikasi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang menginisiasi program pemasangan lampu jalan sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan fasilitas pendukung pariwisata. Program ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga bertujuan menciptakan lingkungan wisata yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengunjung maupun masyarakat sekitar.
Sebelum pelaksanaan pemasangan, tim KKN terlebih dahulu melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi yang paling membutuhkan tambahan penerangan. Survei dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan, intensitas aktivitas masyarakat dan wisatawan, serta tingkat pencahayaan alami pada malam hari. Hasil survei kemudian menjadi dasar dalam menentukan titik pemasangan lampu agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Setelah lokasi ditetapkan, mahasiswa bersama mitra setempat melakukan persiapan material, mulai dari pengecekan perlengkapan, pemasangan tiang dan instalasi kelistrikan, hingga proses pemasangan lampu jalan. Seluruh tahapan dilaksanakan secara gotong royong dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja. Setelah proses instalasi selesai, tim melakukan pengujian untuk memastikan seluruh lampu berfungsi dengan baik dan mampu memberikan pencahayaan yang memadai pada jalur menuju Cafe Sawang Alam.
Pemasangan lampu jalan difokuskan pada jalur yang memiliki intensitas cahaya rendah dan menjadi akses utama menuju kawasan wisata. Kehadiran penerangan tambahan diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung pada sore hingga malam hari, khususnya ketika kondisi cuaca berkabut yang sering terjadi di kawasan dataran tinggi Brakseng. Selain memberikan manfaat bagi wisatawan, fasilitas ini juga mendukung aktivitas masyarakat sekitar, petani, serta pengelola wisata yang masih beraktivitas pada malam hari.
Program ini menjadi salah satu implementasi nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang hadir untuk memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga melibatkan masyarakat dan pengelola wisata dalam setiap tahapan kegiatan sehingga tercipta rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga dan mengembangkan kawasan wisata secara berkelanjutan.
Lebih jauh, keberadaan lampu jalan juga diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata Desa Sumber Brantas. Infrastruktur sederhana seperti penerangan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan wisata, memperpanjang waktu kunjungan wisatawan, serta menciptakan citra destinasi yang aman dan nyaman. Dengan meningkatnya kenyamanan pengunjung, potensi pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata juga diharapkan dapat terus berkembang.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang berharap lampu jalan yang telah dipasang dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat maupun pengelola wisata agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pengelola wisata, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus terjalin sehingga berbagai potensi Desa Sumber Brantas, khususnya di sektor pariwisata, dapat dikembangkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini dilaksanakan oleh Kelompok KKN Universitas Negeri Malang yang beranggotakan Junihaska Aristiya Wardana, Dea Anantha Munthe, Gading Dinar Hasnasatri, Indy Hidayahtul Khasanah, Moh. Faqih Akbar Madani, Irsyad Islamuddin Putra Wijaya, Lisa Rukmana Nur Indriana, M. Faizun Ni'am, Muhammad Raihan Gusta, Ahmad Firby, Hajar Berlanty Mufid, Miftachul Ihsan, Mochammad Brian Agil Hendrawan, Yesi Kurniawati, dan Nabila Wijaya. Dengan semangat kolaborasi, pengabdian kepada masyarakat, dan kepedulian terhadap pengembangan potensi desa, tim KKN berharap program pemasangan lampu jalan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus menjadi salah satu langkah kecil dalam mendukung terwujudnya kawasan Wisata Brakseng yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh pengunjung.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


