mahasiswa kkn tematik ipb university sosialisasi masyarakat lewat pengolahan limbah ternak menjadi kompos bernilai untuk desa berkelanjutan - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKN Tematik IPB University Sosialisasi Masyarakat lewat Pengolahan Limbah Ternak jadi Kompos Bernilai untuk Desa Berkelanjutan

Mahasiswa KKN Tematik IPB University Sosialisasi Masyarakat lewat Pengolahan Limbah Ternak jadi Kompos Bernilai untuk Desa Berkelanjutan
images info

TIM KKNT IPB University bersama Narasumber dan Peserta Sosialisasi Pembuatan Kompos (Sumber: Dokumentasi Pribadi)


Kawan GNFI, pemanfaatan limbah ternak kini semakin dilirik sebagai solusi ramah lingkungan yang bernilai ekonomis. Hal ini mendorong Mahasiswa KKN Tematik IPB University melaksanakan sosialisasi bertajuk "Pengolahan Limbah Ternak Menjadi Kompos Bernilai untuk Desa Berkelanjutan". Kegiatan ini adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah peternakan secara ramah lingkungan.

Aktivitas tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu (01/08/2026), bertempat di Kole Farm, Cigaru, Desa Kertajaya yang mana sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 12 yakni Responsible Consumption and Production.

Sosialisasi diikuti oleh perwakilan BUMDes, perwakilan Koperasi Produsen Bangkit Bersama Kertajaya, perwakilan Koperasi Produsen Mandiri Sejahtera, perangkat desa, dan para petani. Mereka turut mengundang Dedi Hudaedi sebagai narasumber.

Materi yang disampaikan mencakup manfaat penggunaan pupuk, jenis-jenisnya, peluang pemanfaatan kompos sebagai alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan, hingga tahapan pembuatan kompos.

baca juga

Setelah penyampaian materi, sesi dilanjutkan dengan diskusi sekaligus demonstrasi bersama pembuatan kompos menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Bahan yang digunakan terdiri atas satu karung kotoran ayam pedaging, satu karung kotoran kambing, satu karung kotoran sapi, 50 liter air cucian beras, dan satu liter katalis sebagai aktivator fermentasi.

Proses pengomposan dilakukan menggunakan drum berkapasitas 160 liter yang telah dimodifikasi. Drum dilengkapi dengan lubang pembuangan yang dibuat pada ketinggian 5 cm dari dasar untuk mengalirkan cairan hasil proses anaerob dan para-para pada ketinggian 10 cm dari dasar drum untuk menjaga sirkulasi udara selama proses pengomposan berlangsung.

Peserta aktif mengikuti tahapan pembuatan kompos mulai dari persiapan bahan hingga penyusunan bahan ke dalam drum fermentasi sesuai prosedur yang telah dijelaskan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari aktifnya peserta dalam berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses fermentasi, lama waktu pengomposan, tanda-tanda kompos matang, serta cara pengaplikasian kompos pada berbagai jenis tanaman.

Diskusi yang berlangsung secara interaktif menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ketertarikan untuk menerapkan metode pengolahan limbah ternak tersebut di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Tematik IPB University berharap masyarakat Desa Kertajaya mampu menerapkan teknik pengolahan limbah ternak secara mandiri sehingga limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Selain membantu mengurangi pencemaran, pemanfaatan kompos juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis pupuk organik di tingkat desa.

Dede Kusdinar, selaku Ketua Koperasi Produsen Mandiri Sejahtera mengucapkan rasa terima kasih atas diselenggarakannya program sosialisasi ini.

baca juga

“Kami selaku masyarakat Desa Kertajaya berterima kasih dan berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan," sebutnya.

Sosialisasi ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin.

Dengan demikian, inovasi sederhana seperti pengolahan limbah ternak menjadi kompos dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi aspek lingkungan, ekonomi, maupun sosial masyarakat Desa Kertajaya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

JF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.