Dalam upaya membangun budaya sadar bencana di kawasan rawan gempa bumi, tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menggelar program kerja unggulan bertajuk GEO-SAFETY pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan yang bertempat di SMP Azzahra, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis bersama Relawan Tangguh Bencana (RETANA) Kecamatan Campaka yang berada di bawah naungan dan pembinaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.
Program edukasi kebencanaan ini dirancang secara terpadu guna membekali generasi muda dengan pengetahuan teoritis serta keterampilan praktis dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Pemilihan Kecamatan Campaka sebagai lokasi fokus edukasi mitigasi bencana bukanlah tanpa alasan mendasar. Secara географиis dan geologis, wilayah Kabupaten Cianjur, khususnya Kecamatan Campaka, termasuk dalam zona dengan tingkat kerawanan bencana geologi yang sangat tinggi karena terlintasi oleh jalur aktif Sesar Cimandiri. Potensi aktivitas tektonik yang dapat memicu gempa bumi sewaktu-waktu menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh lapisan masyarakat, terutama lingkungan sekolah yang dihuni oleh kelompok rentan. Oleh karena itu, edukasi kebencanaan yang terstruktur dan berkelanjutan di tingkat sekolah menjadi kebutuhan krusial guna menekan risiko jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka saat kondisi darurat terjadi.
Rangkaian acara GEO-SAFETY diawali dengan sesi pemaparan materi komprehensif mengenai karakter kebencanaan dan manajemen risiko di lingkungan sekolah. Para mahasiswa IPB University bersama jajaran anggota RETANA memberikan pemahaman mendalam mengenai asal-usul pergerakan lempeng bumi, mekanisme Sesar Cimandiri, serta tanda-tanda awal terjadinya gempa tektonik. Selain itu, para siswa SMP Azzahra diajarkan cara mengidentifikasi potensi bahaya di dalam ruang kelas, seperti posisi benda-benda berat, rak buku, dan kaca jendela yang berpotensi roboh atau pecah saat guncangan terjadi. Materi ini bertujuan untuk menumbuhkan kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitar agar mereka mampu melakukan penataan ruang yang aman (structural and non-structural safety).

Setelah mendapatkan pembekalan teori, suasana di SMP Azzahra mendadak dipenuhi ketegangan yang terukur saat sirine tanda bahaya dibunyikan untuk memulai simulasi penanggulangan bencana gempa bumi. Para siswa dengan sigap mempraktikkan teknik perlindungan diri utama, yakni drop, cover, and hold on (bertekuk, berlindung di bawah meja yang kokoh, serta berpegangan) untuk melindungi bagian kepala dan leher dari reruntuhan.
Setelah guncangan dinilai mereda, seluruh siswa dan tenaga pengajar diarahkan untuk melakukan evakuasi secara tertib menyusuri jalur evakuasi yang aman menuju titik kumpul (assembly point) di lapangan terbuka. Simulasi ini berjalan lancar berkat arahan taktis dari tim RETANA dan mahasiswa IPB yang mendampingi setiap pergerakan massa.
Tidak berhenti pada simulasi evakuasi mandiri, kegiatan GEO-SAFETY juga melatih para siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada gawat darurat (first aid) saat bencana terjadi. Para peserta dibekali teknik-teknik dasar penanganan korban, seperti cara mengatasi pendarahan luar, penanganan pembidaian pada dugaan patah tulang menggunakan alat seadanya, serta teknik evakuasi korban terluka menuju area aman.
Praktik pertolongan pertama ini dipandu langsung oleh personel RETANA yang berpengalaman dalam penanganan darurat lapangan, sehingga para siswa tidak hanya terlatih untuk menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga memiliki rasa empati serta keterampilan dasar untuk membantu teman atau warga sekitar yang membutuhkan pertolongan medis darurat.
Rasti, selaku Person in Charge (PIC) Kegiatan GEO-SAFETY, menjelaskan latar belakang dan harapan besar yang diusung dalam program kesiapsiagaan ini.
"Program GEO-SAFETY ini kami inisiasi secara khusus karena kami menyadari penuh potensi risiko bencana di wilayah Cianjur, khususnya Kecamatan Campaka yang berada di lintasan Sesar Cimandiri. Kami melihat bahwa edukasi kebencanaan tidak boleh hanya sekadar pembacaan brosur atau teori di papan tulis, melainkan harus dilatihkan secara fisik dan mental. Melalui perpaduan materi, simulasi evakuasi, dan pelatihan pertolongan pertama pada tanggal 28 Juli 2026 ini, kami berharap para siswa SMP Azzahra tumbuh menjadi generasi yang tanggap, tenang, tidak panik, serta tahu persis apa yang harus dilakukan ketika gempa bumi benar-benar terjadi," ujar Rasti..
Dukungan dan apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Koordinator RETANA Kecamatan Campaka, Pak Romi, yang hadir secara langsung memimpin jalannya pendampingan teknis di lapangan.
"Kami di RETANA Kecamatan Campaka, di bawah pembinaan dan arahan dari BPBD Kabupaten Cianjur, sangat menyambut baik serta bangga atas kolaborasi bersama teman-teman mahasiswa KKNT IPB University. Kecamatan Campaka ini adalah wilayah yang sangat rawan akan bencana geologi, sehingga edukasi mitigasi seperti ini memang harus dilakukan secara masif. Mengedukasi anak-anak usia sekolah adalah investasi keselamatan jangka panjang yang amat berharga. Ketika anak-anak ini paham cara menyelamatkan diri dan melakukan pertolongan pertama, mereka juga akan membawa pengetahuan penting ini ke rumah dan membagikannya kepada keluarga masing-masing," tutur Pak Romi.
Respons amat positif juga datang dari pihak sekolah yang merasa terbantu dengan adanya simulasi bencana yang realistis dan aplikatif. Kepala Sekolah SMP Azzahra, Pak Femmy, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Atas nama keluarga besar SMP Azzahra, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa KKNT IPB University dan tim RETANA Kecamatan Campaka. Kegiatan GEO-SAFETY yang dilaksanakan pada hari ini memberikan manfaat luar biasa bagi sekolah kami. Simulasi langsung dan pelatihan pertolongan pertama ini membuka mata para siswa kami bahwa ancaman Sesar Cimandiri itu nyata, namun dapat dihadapi dengan sikap tenang dan pengetahuan mitigasi yang benar. Kini anak-anak kami jauh lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi situasi darurat," ungkap Pak Femmy.

Melalui kesuksesan penyelenggaraan GEO-SAFETY di SMP Azzahra, sinergi multidisiplin antara dunia akademis, relawan kebencanaan daerah, dan lembaga pendidikan terbukti menjadi kunci efektif dalam membangun ketahanan masyarakat dari level tapak. Diharapkan pengalaman dan keterampilan yang telah diserap oleh para siswa tidak berhenti begitu saja, melainkan membentuk kebiasaan serta budaya sadar bencana yang melekat sepanjang hayat. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen tim KKNT-Inovasi IPB University dalam mendukung terciptanya Desa Cidadap yang tidak hanya berkembang secara ekonomi dan sosial, tetapi juga tangguh dan sigap dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


