Dari Kudus, ribuan dus buku diberangkatkan ke 510 kabupaten/kota, di 38 provinsi, pada Kamis (31/7) kemarin. Bukan recehan, totalnya mencapai 5.538.300 eksemplar. Rincian, 3.688.800 buku buat jenjang SD, dan 1.849.500 buat jenjang SMP.
Nantinya, buku-buku ini mendarat di 18.444 SD dan 6.165 SMP.
Buku-buku itu dilepas langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.
"Selamat atas capaian yang membanggakan, Pelepasan 5 Juta Buku untuk SD dan SMP untuk meningkatkan literasi anak-anak," katanya di lokasi acara.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menyampaikan bahwa keterjangkauan terhadap buku menjadi aspek yang penting dalam membangun generasi yang unggul di berbagai bidang. Demi mencapai tujuan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menempuh tiga langkah, termasuk program ini.
Pertama, menumbuhkan kebiasaan membaca (book engagement). Kedua, membangun kecakapan membaca. Ketiga, menjaga ketercukupan bahan bacaan bermutu.
Langkah tersebut diterapkan lewat sistem pendistribusian buku ini. Tidak semua sekolah mendapatkan buku. Kemendikdasmen pakai data hasil Asesmen Nasional 2025 buat nentuin siapa yang paling butuh.
Jadi, sekolah yang diprioritaskan adalah yang skor literasinya masih di bawah kompetensi minimum, dan belum pernah dapat bantuan buku sebelumnya. Sistemnya, sekolah yang kurang bahan bacaan, diprioritaskan untuk mendapat fasilitas.
Isi Paketnya Disesuaikan Umur
Nah, buku-buku ini pun dirancang sesuai dengan jenjang sekolah, dan jelas bukan asal bagi. Buat anak SD, isinya buku bergambar. Sementara itu, untuk anak SMP, buku berisi komik dan novelet.
Skema ini diterapkan dengan harapan agar semakin banyak anak memiliki kesempatan bertemu buku yang menarik, mudah dipahami, dan mampu menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini.
Tidak tanggung-tanggung, dengan anggaran mencapai Rp40.657.715.000, tiap sekolah ditargetkan dapat paket buku berisi 200–300 eksemplar.
"Kami harapkan tentu sebanyak 100 judul untuk sekolah dasar dan 100 judul untuk sekolah menengah pertama, di mana setiap sekolah dasar mendapatkan 200 eksemplar dan sekolah menengah pertama, dapatkan 300 eksemplar," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin.
Yang lebih menarik, pemerintah juga menghadirkan layanan Rumah Pendidikan yang memungkinkan guru dan murid mengunduh buku teks maupun nonteks secara gratis dalam bentuk buku digital, buku audio, dan buku video.
Platform ini, kata Mu’ti, diharapkan semakin memperluas akses terhadap sumber belajar yang berkualitas.
Siapa Saja Pihak yang Terlibat?
Pemerintah tidak sendirian menggarap program ini. Untuk urusan cetak-mencetak, Kemendikdasmen menggandeng PT Pura Barutama. Sementara itu, untuk pengiriman ke seluruh Indonesia, PT Mars Akbar Mandiri unjuk gigi.
“Kami, atas nama kementerian menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mitra kami PT Pura Barutama, yang telah melakukan pencetakan sesuai dengan jadwal kualitas yang telah ditentukan, dan juga kepada PT Mars Akbar Mandiri, yang melaksanakan pengiriman buku pada hari ini,” ujar Hafidz.
Direktur Utama PT Pura Barutama, Bambang Handoko, menyampaikan kesiapannya mendukung kelancaran proses ini.
"Kehadiran bapak ibu sekalian menjadi kebanggaan dan pendorong semangat bagi kami untuk terus menguatkan budaya literasi di Kabupaten Kudus," ujarnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


