pentingnya edukasi seksual sejak dini guna meminimalisir masalah kesehatan menular seksual - News | Good News From Indonesia 2026

Pentingnya Edukasi Seksual Sejak Dini Guna Meminimalisir Masalah Kesehatan Menular Seksual

Pentingnya Edukasi Seksual Sejak Dini Guna Meminimalisir Masalah Kesehatan Menular Seksual
images info

Ilustrasi Edukasi Orangtua Anak oleh Vitaly Gariev di Unsplash


Perkembangan gaya hidup modern yang diimbangi dengan pergerakan arus informasi digital secara masif memberikan kemudahan besar bagi siapa saja untuk mengakses beragam bentuk konten, termasuk dari luar negeri.

Namun, tidak seluruh tayangan di ruang digital membawa dampak positif. Ada banyak materi negatif yang berpotensi memengaruhi pemikiran dan perilaku seseorang, terutama mereka yang masih di bawah umur.

Dalam situasi ini, pengawasan orang tua menjadi benteng utama untuk menyaring tontonan bermuatan seksual agar tidak dikonsumsi anak-anak. Paparan tayangan seksual yang terus-menerus pada usia dini dapat merangsang dorongan anak untuk meniru adegan tersebut.

Ketika tindakan itu dilakukan tanpa pengetahuan yang benar, anak-anak berada dalam posisi yang sangat rentan terkena infeksi penyakit menular seksual.

dr Tania Azhari, Sp.DVE & Christian Ariyanto
dr Tania Azhari, Sp.DVE & Christian Ariyanto

Menurut dr. Tania Azhari, Sp.DVE, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika saat dihubungi melalui zoom mengungkapkan bahwa cukup banyak pasien yang baru berusia 13 tahun telah mendatangi ruang konsultasi untuk menjalani pengobatan penyakit menular seksual.

Dokter Tania menekankan bahwa infeksi penyakit menular seksual pada dasarnya hanya dapat berpindah melalui kontak hubungan seksual.

Pemilik akun Instagram @taniazhari ini mengingatkan bahwa infeksi ini tidak selalu menunjukkan gejala klinis yang kasat mata. Seseorang yang terinfeksi bisa saja bertindak sebagai pembawa atau carrier tanpa menyadarinya. Tanda-tanda penyakit tersebut umumnya baru muncul secara jelas ketika kondisi sistem imun tubuh orang yang terinfeksi mengalami penurunan.

baca juga

Apa Saja Faktor Risikonya?

Penularan penyakit ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan dipicu oleh beberapa faktor risiko utama. Salah satu pemicu terbesarnya adalah keputusan untuk melakukan hubungan seksual pada usia yang terlalu dini, yaitu di bawah 16 tahun.

Risiko tersebut kian membesar manakala seseorang terbiasa berganti-ganti pasangan seksual serta enggan menerapkan praktik seksual yang aman. Perilaku seks bebas tanpa menggunakan alat pelindung seperti kondom menjadi jalur utama yang mempercepat penyebaran infeksi dari satu orang ke orang lainnya.

Apabila seseorang telah terinfeksi, penanganan medis yang diberikan akan berlainan bergantung pada jenis penyakit yang dialami. Pada kasus gonore atau kencing nanah, penanganan dilakukan melalui pemberian obat antibiotik.

Jika kondisi infeksi tergolong berat, terapi diberikan dalam bentuk suntikan, sedangkan untuk gejala ringan hingga sedang dapat ditangani dengan obat minum oral. Berbeda halnya dengan kasus kutil kelamin (kondiloma akuminata), kondisi ini tidak dapat disembuhkan hanya dengan mengonsumsi obat atau mengoleskan krim.

Karena sebagian besar pasien baru berobat saat kondisinya sudah cukup parah, tindakan medis seperti prosedur kauterisasi menjadi pilihan utama yang paling sering diterapkan di Indonesia. Sementara itu, untuk masalah infeksi jamur yang memicu keputihan abnormal, penanganan diawali dengan pemberian obat antijamur.

Jenis penyakit lain seperti sifilis atau raja singa membutuhkan terapi khusus berupa suntikan antibiotik di area bokong, yang dikenal memiliki proses pengobatan cukup menyakitkan bagi pasien.

baca juga

Bagaimana Penanganannya Jika Sudah Terinfeksi ?

Mengingat kompleksnya proses pengobatan tersebut, langkah pencegahan menjadi hal yang jauh lebih krusial untuk diterapkan. Pencegahan paling mendasar dapat dilakukan dengan tidak berganti-ganti pasangan dan selalu setia pada satu pasangan resmi.

Penggunaan kondom serta alat pengaman lainnya menjadi sarana yang sangat diperlukan untuk menekan risiko penularan. Melalui pemberian edukasi seksual secara mendalam dan tepat sejak dini, anak-anak diharapkan dapat memahami batasan diri serta bahaya kesehatan yang mengintai, sehingga angka penyebaran penyakit menular seksual di generasi muda dapat ditekan secara maksimal, serta jangan menunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika jika dirasa terpapar infeksi penyakit menular seksual

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

CA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.