stranas ai indonesia 2020 2045 sudah berjalan tapi seberapa jauh kita sudah melangkah - News | Good News From Indonesia 2026

Stranas AI Indonesia 2020-2045 Sudah Berjalan, tetapi Seberapa Jauh Kita Sudah Melangkah?

Stranas AI Indonesia 2020-2045 Sudah Berjalan, tetapi Seberapa Jauh Kita Sudah Melangkah?
images info

Pic by Igor Omilaev | unsplash


Kawan GNFI, di tengah hiruk pikuk perkembangan kecerdasan buatan yang begitu cepat mengubah dunia, Indonesia ternyata sudah lebih dulu bergerak.

Jauh sebelum ChatGPT menjadi perbincangan global, Indonesia telah memiliki Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) yang disiapkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak tahun 2020, sebuah peta jalan yang mengatur bagaimana bangsa ini akan memanfaatkan AI untuk kepentingan nasional hingga 2045.

Indonesia dan Komitmen AI yang Sudah Dimulai Lebih Awal

Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Indonesia melalui Strategi Nasional AI 2020-2045 mendukung prinsip-prinsip pengembangan AI yang bertanggung jawab, menyesuaikan dengan visi nasional dan nilai-nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa.

Komitmen ini sejalan dengan 5 prinsip pengembangan AI yang disepakati dalam Digital Economy Task Force G20, yakni pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan, nilai-nilai keadilan yang berpusat pada manusia, transparansi dalam penggunaan AI, kekokohan serta keamanan, dan akuntabilitas.

Kominfo sendiri menempatkan dirinya sebagai akselerator, fasilitator, dan regulator transformasi digital Indonesia, dengan komitmen untuk meningkatkan pemanfaatan dan adopsi teknologi AI secara bijaksana, cermat, dan terpercaya.

3 langkah strategis yang disiapkan mencakup pengembangan regulasi, pembangunan infrastruktur digital yang merata, serta penguatan sumber daya manusia di bidang kecerdasan buatan.

baca juga

BRIN dan Riset AI untuk Kehidupan Nyata

Di sisi riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber yang fokus mengembangkan AI sebagai solusi masalah nyata di Indonesia.

Salah satu terobosan yang sedang dikembangkan BRIN adalah pemanfaatan teknologi komputasi dan kecerdasan buatan untuk membantu peneliti menemukan kandidat obat, sebuah pendekatan yang disebut computational drug discovery.

Dalam Bincang Riset BRIN pada Oktober 2025, Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Indi Dharmayanti, menegaskan pentingnya pergeseran paradigma riset obat nasional ke arah pemanfaatan teknologi digital dan komputasi.

Kolaborasi, sains terbuka, dan adopsi teknologi adalah kuncinya. Dengan pendekatan ini, Indonesia tidak hanya mengejar ketertinggalan tetapi juga membangun masa depan farmasi yang mandiri, efisien, dan berdaya saing global.

AI di Dunia Kerja Indonesia: Peluang dan Tantangan

Berdasarkan publikasi resmi Balai Pengembangan Pemerintahan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kominfo, AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia kerja Indonesia.

Kemampuan AI dalam memproses data, belajar, dan membuat keputusan telah mengubah cara bekerja, mendorong penciptaan peluang baru dan efisiensi di berbagai sektor.

Otomasi tugas-tugas repetitif memungkinkan karyawan untuk fokus pada pekerjaan yang lebih kreatif dan strategis. AI juga dapat menganalisis data dengan kecepatan dan akurasi tinggi, membantu perusahaan mengambil keputusan lebih baik dan lebih cepat. Selain itu, juga memungkinkan personalisasi layanan kepada pelanggan yang jauh lebih mendalam dari sebelumnya.

Namun tantangan yang dihadapi juga nyata: infrastruktur digital yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia, dan kurangnya literasi teknologi yang masih menjadi hambatan bagi banyak pelaku usaha dan tenaga kerja di luar kota-kota besar.

baca juga

Pelajaran dari Korea Selatan adalah Inovasi Bukan Sekadar Meniru

Dalam webinar Policy Lecture Series yang diselenggarakan Knowledge Sector Initiative bersama BRIN, Prof. Ki-Seok Kwon dari Hanbat National University Korea Selatan berbagi pengalaman negaranya dalam membangun ekosistem inovasi.

Korea Selatan membangun konsep sistem inovasi nasional yang mengintegrasikan infrastruktur komunikasi, kondisi pasar, sistem pendidikan dan pelatihan, serta regulasi pemerintah secara menyeluruh.

Pada 1960, PDB per kapita Korea Selatan dan Indonesia berada di titik yang hampir sama. Namun dalam beberapa dekade berikutnya, Korea Selatan melesat jauh meninggalkan Indonesia, dengan PDB per kapita yang mencapai USD 20.000 pada awal 2000-an.

Bagi Indonesia, pelajaran dari Korea Selatan ini sangat relevan. Riset bidang IPTEK dan inovasi adalah kunci menjadi negara maju. Dan Indonesia, dengan Stranas AI 2020-2045 yang sudah berjalan dan lembaga riset seperti BRIN yang terus bergerak, sedang menapaki jalan yang sama.

Kunci keberhasilannya ada pada konsistensi komitmen, kualitas SDM, dan ekosistem kebijakan yang mendukung inovasi dari hulu ke hilir.

Kawan GNFI, perjalanan Indonesia menuju bangsa berbasis IPTEK masih panjang. Tapi langkahnya sudah dimulai, dan semakin hari semakin pasti.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

WH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.