"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung."
Bagi sebagian orang, sebuah kota mungkin hanya menjadi tempat untuk menempuh pendidikan. Namun, bagi Zulfa Wijaya, Semarang memberikan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar gelar akademik. Kota ini memberinya rumah kedua, ruang untuk bertumbuh, sekaligus perjalanan yang membawanya meraih prestasi sebagai Juara 2 Kenang Kota Semarang 2026.
Zulfa bukanlah seseorang yang lahir atau dibesarkan di Semarang. Ia datang ke kota ini dengan tujuan sederhana, yaitu melanjutkan pendidikan. Namun, tanpa pernah ia duga sebelumnya, Semarang justru menghadirkan pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap makna sebuah tempat dan rasa memiliki.
Kecintaannya terhadap budaya telah tumbuh jauh sebelum ia menginjakkan kaki di Semarang. Sebagai seorang penari tradisional, ia percaya bahwa setiap pertunjukan bukan hanya tentang tampil di atas panggung, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya agar tetap hidup. Baginya, budaya perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar apa yang telah diwariskan oleh para pendahulu tidak perlahan menghilang.
Saat tiba di Semarang, rasa ingin tahunya terhadap kota ini semakin besar. Ia ingin mengenal sejarahnya, budayanya, dan masyarakat yang hidup di dalamnya. Namun, rasa ingin tahu saja ternyata tidak serta-merta membuat seseorang merasa menjadi bagian dari sebuah kota.
Belajar Menemukan Rasa Memiliki
Di masa-masa awal, Zulfa mengaku sering merasa seperti orang luar. Ia berada di tengah lingkungan yang dipenuhi teman-teman lokal yang memiliki bahasa, cerita, dan kebiasaan yang sama. Ada percakapan yang tidak sepenuhnya ia pahami, candaan yang sulit ia tangkap, hingga momen-momen ketika ia merasa tertinggal karena belum memahami bahasa daerah yang digunakan.
"I noticed it in conversations I could not fully follow, in jokes I could not quite catch, in silences where I was not sure what I had missed," kenangnya.
Awalnya, ia mengira perasaan tersebut muncul karena dirinya berasal dari daerah yang berbeda. Namun semakin lama tinggal di Semarang dan berinteraksi dengan teman-temannya, ia menyadari bahwa tantangan terbesar bukanlah perbedaan asal, melainkan keberanian untuk beradaptasi.
Kesadaran itu menjadi titik balik dalam perjalanannya. Ia memutuskan untuk berhenti menunggu hingga merasa diterima dan mulai memilih untuk benar-benar menjadi bagian dari kota ini.
Keberanian Mengambil Langkah Baru
Keputusan tersebut membawanya mengambil langkah yang tidak biasa. Untuk mengenal Semarang lebih dalam, Zulfa mendaftarkan diri pada Pemilihan Denok Kenang Kota Semarang 2026. Baginya, kompetisi ini bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi menjadi ruang belajar yang mempertemukannya dengan mentor, senior, serta peserta lain yang memiliki kecintaan besar terhadap budaya dan identitas Kota Semarang.

Satu langkah, banyak cerita. Para finalis Pemilihan Denok Kenang Kota Semarang 2026 dipersatukan oleh semangat belajar, berkolaborasi, dan merayakan kekayaan budaya Semarang
"I knew that pressure creates growth. Being surrounded by credible mentors, local seniors, and fellow participants who breathed Semarang's culture pushed me to learn faster and understand this city more deeply," ujarnya.
Bertumbuh Melalui Setiap Tantangan
Selama mengikuti proses tersebut, ia mempelajari berbagai aspek mengenai Kota Semarang, mulai dari sejarah, budaya, hingga potensi pariwisatanya. Di saat yang sama, ia juga belajar bagaimana menghargai keberagaman dan membangun hubungan dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.
Meskipun begitu, perjalanan itu tetap dipenuhi tantangan. Ada satu kata yang menurutnya paling menggambarkan beberapa momen selama proses tersebut, yaitu excluded. Bukan karena lingkungan yang tidak menerima kehadirannya, tetapi karena keterbatasannya dalam memahami bahasa daerah membuatnya sesekali merasa berada sedikit di luar lingkaran.
"Those moments stung. But they also pushed me. Every time I felt that sting, I used it as fuel to learn a little more, listen a little harder, and show up a little more fully," ungkapnya.
Alih-alih menyerah, Zulfa justru menjadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk terus belajar. Ia percaya bahwa rasa tidak nyaman bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan bagian dari proses bertumbuh.
Lebih dari Sekadar Sebuah Gelar
Perjalanan panjang tersebut akhirnya mengantarkannya meraih gelar First Runner-Up Kenang Kota Semarang 2026. Namun, bagi Zulfa, penghargaan itu bukanlah pencapaian terbesar. Yang paling berharga adalah proses yang mengubah dirinya menjadi pribadi yang lebih terbuka, lebih berani, dan lebih menghargai keberagaman budaya.
"I did not win because I was from here. I won because I chose to be here, fully, intentionally, and with an open heart," tuturnya.

Pada akhirnya, perjalanan ini bukan hanya tentang mengenal Semarang, tetapi juga tentang menemukan orang-orang yang membuat kota ini terasa seperti rumah
Rumah Kedua, Langkah Baru
Kisah Zulfa juga mencerminkan nilai yang terus dihidupi oleh AIESEC, yaitu Living Diversity, melalui kemauan untuk belajar dari budaya yang berbeda, serta Activating Leadership, dengan keberanian mengambil tantangan sebagai jalan untuk berkembang.
Pengalamannya menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu lahir dari rasa nyaman, tetapi sering kali tumbuh ketika seseorang berani melangkah ke lingkungan yang benar-benar baru.
Melalui kisah ini, AIESEC in Semarang berharap semakin banyak generasi muda berani keluar dari zona nyaman, membuka diri terhadap pengalaman baru, dan melihat setiap perbedaan sebagai kesempatan untuk belajar dan bertumbuh.
Perjalanan Zulfa menunjukkan bahwa rasa memiliki tidak selalu ditentukan oleh tempat seseorang berasal, tetapi oleh kemauan untuk memahami, menghargai, dan berkontribusi bagi lingkungan di mana ia berada.
Bagi Zulfa, Semarang bukan lagi sekadar kota untuk menempuh pendidikan, melainkan rumah kedua yang telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih terbuka, tangguh, dan penuh makna.
"Semarang didn't have to welcome me. But it did. And for that, I will always raise my sky right here."
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


