Basuni Yusuf tidak pernah bilang tidak.
Yang ia sampaikan ke Andromeda Sufi Anggoro, anak sulungnya, waktu itu adalah kondisi keuangan. Sebagai sopir bajaj di Yogyakarta, penghasilan Basuni tidak menentu setiap harinya. Untuk kebutuhan tujuh anak saja, ia harus pintar mengatur pengeluaran.
Jadi ketika Andro menyampaikan keinginannya kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Basuni tidak melarang. Ia hanya menyampaikan apa adanya, tentang batas kemampuannya saat itu.
"Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, kalau kuliah di Bandung, saya belum mampu membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Jogja," ucap Basuni Yusuf, dikutip dari laman resmi ITB, Kamis (23/7/2026).
ITB adalah Mimpinya Sejak Kelas X
Sebenarnya, sejak duduk di kelas X SMA Negeri 4 Yogyakarta, nama ITB sudah melekat di kepalanya. Namun Andro juga bukan remaja yang menutup mata pada kondisi keluarganya.
Ia paham betul posisi ekonomi orang tuanya. Karena itu, saat orang tuanya menyarankan untuk mengambil jeda satu tahun dan mendaftar kuliah di Yogyakarta dulu, Andro menerimanya tanpa protes.
Ia bahkan menjalani proses itu dengan sungguh-sungguh, sampai akhirnya diterima di jurusan Informatika, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
Mimpi Duduk di Bangku ITB Masih Sama
Nyatanya, mimpi untuk bisa duduk di bangku ITB masih tetap sama. Masuk semester kedua, Andro masih memikirkan ITB, dan kali ini ia memutuskan untuk mencoba lagi lewat jalur UTBK—tanpa memberi tahu keluarganya lebih dulu.
Andro belajar secara otodidak, berbekal pada ilmu dari YouTube dan tryout online. Tidak ada bimbingan belajar berbayar, karena memang belum ada anggaran untuk itu.

Andromeda Sufi Anggoro
"Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online. Saya mencari materi yang ingin dipelajari, menyelesaikannya, kemudian melanjutkan ke materi berikutnya," tutur Andro.
Sambil tetap menjalani kuliah di Yogyakarta seperti biasa, Andro rutin mencuri waktu untuk belajar mandiri. Sampai akhirnya ia dinyatakan lolos SNBT dan diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.
Reaksi yang Campur Aduk
Ketika Andro memberanikan diri menyampaikan kabar itu ke orang tuanya, jelas bukan hanya senang yang datang, tapi juga kekhawatiran tentang biaya kuliah dan biaya hidup di Bandung yang jauh lebih besar.
Basuni sempat kebingungan memikirkan bagaimana caranya. Tapi, istrinya tahu betul keluarganya akan mampu.
"Istri saya bilang, 'Ayah, bismillah'. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung," ujar Basuni Yusuf.
Antar Putra Tercinta dari Jogja ke Bandung Pakai Bajaj
Perjalanan 24 jam dari Yogyakarta ke Bandung menggunakan bajaj adalah kisah yang membuat keluarga ini viral. Basuni Yusuf, istrinya, dan salah satu adik Andro berangkat bersama mengantar Andro pada 20 Juli 2026, tepat menjelang hari penyambutan mahasiswa baru di kampus.
Menyewa kereta untuk empat orang sekaligus jelas lebih mahal dibanding menyewa bajaj harian. Basuni menghitung sendiri, sewa bajaj Rp80 ribu per hari, ditambah bensin sekitar Rp400 ribu untuk perjalanan sejauh itu.
Makanya, mereka lebih pilih menempuh jarak 379 km menggunakan bajaj daripada kereta. Tapi alasan Basuni ikut mengantar bukan cuma soal hemat.
"Saya ingin mengantar langsung karena saking senangnya... Selain hemat, ini jadi kenang-kenangan yang bisa diceritakan ke anak cucu nanti, sekalian touring," tutur Basuni Yusuf. Sepanjang 24 jam perjalanan, rasa lelah kalah oleh rasa bahagia.
"Tidak terasa lelah karena hatinya senang. Pulangnya pun masih senang, cuma pas mau pamitan, anak saya sempat menangis. Maklum, ini pertama kalinya dia merantau dan jauh dari keluarga," lanjutnya.
Bagi Andro sendiri, diterima di ITB bukan cuma soal pencapaian mimpinya sendiri. Ia menyebutnya sebagai amanah, cara membalas perjuangan orang tua dan dukungan berbagai pihak yang membantunya sampai sejauh ini, termasuk pihak kampus yang turut membantu membiayai keberangkatan keluarga ke Bandung. Makanya, ia berkomitmen akan memberikan yang terbaik nantinya.
"Saya pasti sangat bersyukur dan senang karena sudah ingin berkuliah di ITB sejak lama. Saya juga ingin menjadi bagian dari ITB," ujarnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


