“Siapa sangka menjadi joki tong setan bisa membawaku sejauh ini?” kata Karmila Purba dalam unggahan di akun Instagramnya.
Karmila benar-benar telah terbang ke negara yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Perempuan asal Sondi Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, itu kini tampil di Inggris sebagai pemain tong setan profesional. Malahan, tahun ini adalah kali ketiga dia terbang ke sana.
Padahal, lebih dari satu dekade lalu, ia hanya berkeliling dari satu pasar malam ke pasar malam lainnya di berbagai daerah di Sumatra.
Perjalanan Karmila menarik karena beberapa alasan. Pertama, ia disebut sebagai salah satu perempuan pertama yang menjadi joki tong setan di Sumatra, sebuah profesi yang selama ini identik dengan laki-laki. Di sisi lain, tong setan selama bertahun-tahun dikenal sebagai hiburan rakyat yang identik dengan pasar malam di kota-kota kecil dan daerah pelosok.
Kedua, dari arena kayu berbentuk silinder raksasa itulah jalan hidup Karmila berubah. Profesi yang kerap dipandang sebelah mata malahan membawanya melangkah hingga ke panggung internasional dan dikenal dalam komunitas pemain tong setan dunia.
Pencapaiannya bahkan tercatat secara resmi. Sejak 2020, nama Karmila masuk dalam buku daftar pemain tong setan dunia sebagai perwakilan Indonesia. Sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa keterampilan yang ia asah di pasar-pasar malam Sumatra ternyata mampu mengantarkannya bersaing di level internasional.
Berawal dari Rasa Penasaran Sejak Kecil
Tidak banyak anak perempuan yang bercita-cita menjadi joki tong setan. Biasanya, anak-anak kerap mengangankan bisa menjadi polisi wanita, dokter, atau guru. Nah, Karmila ini unik. Ia sudah punya ketertarikan bermain atraksi sejak kecil.
Dalam wawancaranya dengan BBC Indonesia pada 2017, ia mengaku sering bertanya-tanya bagaimana pengendara motor bisa melaju di dinding kayu yang hampir tegak lurus.
"Dari dulu waktu kecil saya penasaran kok bisa sih ini motor mutar-mutar di dalam, apa sih rahasianya. Terus coba-coba dan murni mendapat skill ini ya gara-gara penasaran," kata Karmila.
Rasa penasaran itu kemudian berubah menjadi keterampilan. Pada 2014, ia mulai serius menjadi joki tong setan.
Saat itu belum banyak perempuan yang berani terjun ke profesi tersebut. Bahkan pelatihnya, Tora Palepi, menyebut Karmila sebagai perempuan pertama di Sumatra yang menjadi joki tong setan.
"Dialah perempuan pertama di Sumatra ini yang jadi joki tong setan," ujar Tora Palepi kepada BBC Indonesia.
Bagi penonton, tong setan mungkin hanya hiburan pasar malam. Akan tetapi, bagi para pemainnya, arena itu adalah tempat bekerja sekaligus mempertaruhkan keselamatan.
Sebenarnya, apa itu tong setan? Tong setan merupakan arena berbentuk silinder raksasa dari kayu. Tingginya bisa mencapai sekitar empat meter dengan diameter sekitar enam meter. Di dalam arena tersebut, pengendara motor melaju mengelilingi dinding vertikal dengan kecepatan tinggi.
Gampangnya, pengendara bisa tetap menempel di dinding karena adanya gaya sentrifugal yang muncul ketika motor bergerak sangat cepat. Jika kecepatan berkurang drastis atau terjadi kerusakan pada kendaraan, risiko kecelakaan bisa meningkat. Karena itu, kondisi rantai dan ban menjadi perhatian utama.
"Risiko bahaya, itu kalau pas di atas, ban bocor, akan jatuh," kata Tora Palepi
Takut Tetap Ada, Tetapi Harus Dikendalikan
Pada masa awal kariernya, Karmila mengaku memperoleh penghasilan sekitar Rp6 juta per bulan di luar tip penonton. Jumlah tersebut tergolong besar dibandingkan banyak pekerjaan informal di daerah pada saat itu.
Tapi, sebesar apapun bayarannya, Karmila jelas tidak bisa dilepaskan dari rasa takut saat unjuk gigi. Ia bilang, rasa takut yang ada dalam dirinya tidak pernah benar-benar hilang.
"Yang kurasain takut emang ada juga takut. Cuma, kita kendalikan perasaan saja," ujarnya.
Meski diliputi rasa takut, jika penonton merasa terhibur. Karmila jelas bisa merasa puas. Sebab di atas motor, Karmila tidak hanya melaju mengitari dinding. Ia juga melakukan berbagai manuver, mulai dari berdiri hingga melepaskan tangan dari setang demi menambah ketegangan pertunjukan.
"Dan waktu mereka tepuk tangan lihat atraksi kita, ya seneng lah," katanya.
Viral di Media Internasional
Nama Karmila kemudian dikenal luas setelah aksinya menarik perhatian fotografer asing. Pada 2016, foto-fotonya muncul di berbagai media internasional, termasuk The Guardian. Saat itu, publik dunia dibuat penasaran oleh sosok perempuan muda yang melaju tanpa rasa takut di dinding vertikal tong setan.
Tahun 2018, Karmila mendapat kesempatan tampil di Thailand. Di sana ia bertemu dengan jaringan pemain tong setan internasional yang kemudian mengubah arah kariernya.
Kesempatan lain datang ketika Karmila bergabung dengan kelompok pertunjukan Ken Fox Wall of Death dari Inggris. Sejak 2024, ia mulai tampil di Inggris menggunakan motor legendaris Indian Scout, salah satu motor klasik yang identik dengan pertunjukan wall of death di Eropa.
Dalam unggahan media sosialnya, Karmila mengaku tidak pernah membayangkan akan sampai ke titik tersebut.
"Dua tahun lalu, sesuatu besar berubah dalam hidup aku. Siapa sangka aku yang dulunya ngejoki di pasar malam, di daerah pedalaman-pedalaman, terus ke kota-kota lain, dan gak nyangka sekarang bisa tampil sampai ke luar negeri," ujar Karmila.
Yang menarik, keberangkatan ke Inggris bukan lagi pengalaman pertama bagi Karmila.
"Sebenarnya ini udah ketiga kalinya aku berangkat ke Inggris," ungkapnya.
Meski sudah tampil di Eropa, Karmila belum ingin berhenti. Kepada Kompas.com, 11 Juni 2026, ia mengatakan masih memiliki target baru.
"Selama aku main tong setan dari 2014, salah satu keinginan terbesar aku itu adalah go internasional dengan skill yang aku punya. Ketika ada tawaran itu, aku langsung ambil," ujar Karmila.
Kini target berikutnya adalah Amerika Serikat. Baginya, tong setan bukan sekadar pekerjaan ekstrem. Arena kayu berbentuk silinder itu telah menjadi kendaraan yang mengubah jalan hidupnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


