padukan agama dan tradisi santri al hikam malang gelar lomba bersama karang taruna wringinanom - News | Good News From Indonesia 2026

Padukan Agama dan Tradisi, Santri Al-Hikam Malang Gelar Lomba bersama Karang Taruna Wringinanom

Padukan Agama dan Tradisi, Santri Al-Hikam Malang Gelar Lomba bersama Karang Taruna Wringinanom
images info

Lomba Gempita @Noafgani


Halo, Kawan GNFI! Di era yang kian modern ini, upaya untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan dan pelestarian tradisi budaya lokal Nusantara adalah sebuah langkah yang sangat berharga.

Semangat pelestarian dan pendidikan inilah yang berhasil diwujudkan dengan apik oleh barisan mahasiswa pengabdian masyarakat santri Al-Hikam.

Pada hari Minggu, 19 Juli 2026, mereka sukses menyelenggarakan sebuah acara perlombaan akbar yang bertajuk "Gempita Pandawa: Larasati".

Kegiatan penuh makna yang dipusatkan di Masjid Baiturrahim Simpar, Jalan Garuda Simpar, Desa Wringinanom ini menjadi sorotan utama warga sekitar.

Sejak pagi hari, antusiasme masyarakat setempat sudah sangat terasa. Acara kompetisi ini mendapat sambutan yang luar biasa hangat karena dihadiri secara langsung oleh anak-anak sedesa Wringinanom, didampingi oleh para orang tua, serta warga setempat yang berbondong-bondong memeriahkan suasana.

Mengusung sebuah tema dan makna filosofis yang mendalam, yakni "Laras ing Agama lan Tradisi", acara perlombaan ini memiliki misi mulia untuk memadukan penanaman nilai-nilai keagamaan secara beriringan dengan upaya pelestarian tradisi budaya lokal Nusantara.

baca juga

Rangkaian kegiatan perlombaan telah dipadati oleh para santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) sejak pagi hari sebelum matahari meninggi.

Dalam pelaksanaannya, seluruh elemen mahasiswa pengabdian santri Al-Hikam turut terjun langsung ke lapangan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan meriah, lancar, dan tetap tertib.

Kawan GNFI, guna mencapai tujuan edukasi yang komprehensif bagi anak-anak, pihak panitia menyelenggarakan enam kategori perlombaan yang tersebar di beberapa titik lokasi pelaksana.

Lokasi-lokasi tersebut sengaja dipisah untuk menjaga kondusivitas, yang mencakup area utama masjid, bangunan kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI), ruang kelas TPQ, hingga merambah ke area lapangan terbuka di sekitar kawasan tersebut.

Perlombaan ini secara garis besar dibagi menjadi dua fokus utama. Pertama, untuk mengasah kecerdasan spiritual dan wawasan keislaman, para peserta cilik ini antusias mengikuti Lomba Tilawah Al-Qur'an, Hafalan Juz Amma, Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), serta Lomba Cerdas Cermat Islam.

Kedua, untuk melatih aspek keseimbangan jasmani, menjunjung tinggi nilai sportivitas sejak dini, dan memperkuat kerja sama tim, anak-anak juga diajak mengasah ketangkasan mereka melalui permainan tradisional kebanggaan Indonesia, yakni Lomba Egrang dan Lomba Bakiak.

Nia Aprita, yang bertindak selaku perwakilan panitia kegiatan, memaparkan pandangannya bahwa seluruh rangkaian lomba tersebut sejatinya tidak hanya sekadar menguji tingkat hafalan atau pemahaman anak-anak secara kognitif.

Menurut beliau, kegiatan kompetitif ini memang telah dirancang secara khusus untuk melatih keberanian peserta agar percaya diri tampil di depan umum, menanamkan rasa kecintaan pada Al-Qur'an sejak dini, sekaligus memberikan pengalaman kerja sama tim yang menantang namun sangat menyenangkan.

"Menyeimbangkan pendidikan agama dan kelestarian tradisi adalah modal utama kita untuk mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia, sehat, dan berbudaya," tegas Nia saat memberikan keterangan terkait visi utama dari program pengabdian tersebut.

baca juga

Kawan, keberhasilan nyata dari acara ini tercermin langsung dari sorak-sorai dukungan dan gelak tawa para peserta yang terus menggema di setiap sudut perlombaan.

Atmosfer positif tersebut membuktikan betapa tingginya antusiasme masyarakat Wringinanom dari momen awal pembukaan hingga usainya seluruh acara di sore hari.

Apresiasi senada dan kebanggaan yang luar biasa juga datang dari tokoh pemuda desa setempat. Ketua Karang Taruna Desa Wringinanom, Ilham, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kolaborasi epik antara santri Al-Hikam, Remaja Masjid (Remas) Simpar, serta pemudakarang taruna Desa Wringinanom dalam perhelatan ini.

"Kegiatan ini sangat bagus untuk mengembangkan potensi anak-anak di Desa Wringinanom, sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional yang mungkin sudah mulai banyak ditinggalkan," ungkap pemuda yang akrab disapa Mas Ilham tersebut.

Lebih lanjut, ia menaruh harapan besar agar sinergi positif ini dapat menjadi agenda yang berkelanjutan. "Harapannya semoga kegiatan ini tidak berhenti di sini. Teman-teman dari Wringinanom dapat terus mengembangkan kegiatan serupa untuk mencari, melihat, dan menumbuhkan bakat-bakat anak di desa, serta mengenalkan lagi olahraga tradisional yang sudah semakin asing bagi mereka," tambahnya dengan penuh optimisme.

Semoga kegiatan inspiratif yang diinisiasi oleh mahasiswa pengabdian santri Al-Hikam ini dapat menjadi contoh dan pemantik semangat bagi Kawan GNFI di berbagai daerah lain.

Kolaborasi antara pendidikan agama yang kuat dan pelestarian budaya lokal yang mengakar adalah kunci penting untuk melahirkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga bangga akan kekayaan tradisi bangsanya.

Mari, kita terus dukung langkah-langkah positif yang membawa kabar baik dari berbagai pelosok Nusantara!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.